
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Seperti apa yang sudah mereka janjikan, kini Rico, Raisa dan Indri telah duduk bersama di satu meja di sebuah restoran yang ada di salah satu kotea Jakarta.
“Jadi, Indri sudah berapa lama bekerja sebagai Pramugari?” Tanya Raisa, membuka kembali obrolan mereka yang sempat terhenti, karena makan siang yang datang tadi.
“Sudah 5 tahun kak,” jawabnya dengan lembut, serta tutur kata yang begitu ramah.
“Wahhh, sudah cukup lama ya, apa selama ini memang sudah di Air Asia?” Tanyanya lagi.
“Tidak kak, dulu pernah di Garuda Indonesia sekitar 2 tahun, lalu aku pindah ke Air Asia.” Jawabnya lagi.
Raisa dan Rico sama - sama menganggukan kepalanya, karena Rico juga tidak mengetahui soal ini.
Yang dia tahu jika Indri seorang pramugari Air Asia, tetapi dia tidak tahu kalau Indri pernah di Garuda Indonesia.
Raisa menatap Indri dengan lekat, dia sebagai seorang wanita saja bisa sangat kagum dengan kecantikan yang di miliki oleh Indri. “Indri, apakah kamu pernah operasi?” Tanya Raisa langsung mengutarakan rasa penasaraannya. Membuat Rico tertegun mendengar kerandoman kakaknya satu ini.
“Eh, bukan maksudnya bagaimana loh ya, hanya saja wajah kamu ini mulus banget, tidak ada pori - pori, dan bahkan hidung mancung banget. Kamu orang mana sih?” Tambahnya lagi, khawatir jika Indri akan tersinggung dengan kalimat pertanyaannya.
Namun Indri sama sekali tidak tersinggung, dia bahkan tersenyum dengan manis. “Tidak apa - apa kok kak, tapi jawabannya aku tidak melakukkan operasi sama sekali di bagian tubuhku, bahkan di hidung, ini asli kak, nih ada tulang hidungnya.” Jawab Indri, mempersilahkan Raisa untuk menyentuh wajahnya terutama hidungnya.
Dengan pelan, Raisa mencoba menyentuh wajah Indri, dan dia semakin kagum karena wajah Indri sangat lembut bahkan dia tidak menemukan bedak yang menempel di tangannya. Sepertinya Indri sama sekali tidak menggunakan Fondation atau apapun.
“Wahhhh, kamu menggunakan apa Indri? Perawatn apa?” Tanya Raisa lagi, dia benar - benar menganggumi wajah Indri yang sangat cantik.
Rico menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa malas jika kakaknya malah sibuk mengenai Skincare atau apalah namanya itu.
__ADS_1
“Kak, kita datang ke sini bertemu dengan kakak bukan mau bicara skincare kak, kita mau kenalan.” Rico menegur kakaknya dengan perasaan kesalnya.
Raisa langsung melirik tajam ke arah adiknya. “Ya namanya obrolan wanita, suka lupa sama dunia lain.” Balasnya, tanpa perasaan bersalahnya karena sudah mengganti topik penting dalam pertemuan ini.
Rico hanya diam saja, namun Raisa sangat hafal jika adiknya ini sedang bete. “Baiklah - baiklah, Indri, langgeng terus ya sama Rico, apapun yang terjadi ke depannya nanti, percayalah Rico tidak akan pernah sedikitpun berniat untuk menyakiti kamu.” Raisa mulai berbicara serius.
Membuat suasana yang tadinya hangat, kini menjadi dingin, dan bahkan hening di antara mereka. “Pasti sih kak, cuman karena saya juga baru kenal sama Mas Rico, dan belum tahu semua tentangnya. Saya butuh berbicara lebih dan mengenalnya lebih jauh. Terlepas apa yang akan terjadi di ke depannya nanti. Ya, mungkin saya harus menerima resikonya, kaya misalnya, Mas Rico berubah, atau kemungkinan buruknya Mas Rico mencintai wanita lain lagi, saya mungkin harus mempersiapkan hati saya untuk itu.” Balas Indri, membuat Rico merasa sesak nafas sendiri, khawatir kakaknya membongkar dan mengatakan jika dia adalah seorang pria beristri.
***
Sedangkan dari jauh, terlihat ada seseorang yang memfoto mereka, mengumpulkan semua bukti - bukti yang akan dia berikan kepada bosnya.
***
Setelah bertemu dengan Raisa tadi, kini Rico mengantar Indri pulang. Karena Indri mau mengudara di jam 6 sore, maka dia akan bersiap - siap di jam 2 siang.
“Ini sudah jam berapa?” Tanya Rico, ketika mereka sudah sampai di rumah.
Rico tersenyum, lalu langsung memeluk tubuh Indri dengan erat, “aku pengen.” Bisiknya, lalu langsung mengecup dan me lum at bibir Indri dengan penuh naf su.
Indri langsung menerimanya, dan memberikan jalan untuk lidah Rico mengobral masuk ke dalam.
Entah bagaimana ceritanya, mereka kini sudah sama - sama terbakar gelora asmara. Rico langsung menutup pintu dan menguncinya. Lalu dia menggendong Indri ala anak Koala, membawa wanita itu naik ke atas untuk masuk ke dalam kamar.
Sesampainya di atas, tanpa melepaskan ciu man mereka, Indri membantu Rico untuk melepaskan baju dan celana pria itu. Begitupun dengan Rico yang membantu Indri melepaskan pakaiannya.
“Ahhh, pelan - pelan,” pinta Indri, ketika tangan Rico meng ac ak gunung kembarnya dengan keras.
__ADS_1
Karena sudah sangat tinggi, Rico hanya menganggukan kepalanya pelan, dan langsung meng emmm utt, putt ingg da da milik Indri dengan begitu keras. Bagaikan anak bayi yang sedang haus sekali.
Indri hanya besuara menikmati semua sentuhan yang di berikan Rico kepadanya. Karena dia belum seberapa tahu, bagaimana gaya yang baik dan bagaimana cara memuasssskannya. Jadi dia hanya diam saja dan mengikuti apapun yang di suruh Rico kepadanya.
Sampai pada akhirnya kukubird itu kembali masuk ke dalam apomnya untuk yang ke dua kalinya. Indri masih merasakan perih di bawah sana. Namun dia mencoba untuk menahananya dan menikmati sentuhan lain yang di berikan oleh Rico.
“Apakah masih sakit?” Tanya Rico, namun Indri hanya diam saja dan menggelengkan kepalanya pelan.
Rico tersenyum, lalu mengecup kening Indri, sambil mulai bergoyang Morena dengan keras hingga suara dentuman itu mulai menaikah gaiirah mereka masing - masing hingga sampai pada puncaknya, seluruh kecebong Rico berlari dan berlomba masuk ke dalam untuk mencari Rahhhim yang bersedia mereka buahi.
Setelah itu, mereka sama - sama terbaring di tempat tidur, dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Rico memeluk tubuh Indri dengan erat, sambil mengecuo keningnya dengan menyalurkan semua kasih sayangnya.
Sedangkan Indri, memilih untuk menenggelamkak wajahnya di da da milik Rico.
“Mas Rico, apakah kita akan menikah? Aku takut aku hamil mas.”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*