
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Ririn pulang dengan wajahnya yang sangat di tekuk. Sebenarnya dia juga sudah bilang dengan Rico, kalau dia akan pergi ke kantor Varel untuk mengakhiri kontrok kerja mereka. Dia sudah tidak akan mau lagi berada di bawah naungan Management Varel karena alasan khawatir jika dia akan terlalu letih dan kandunganya akan bermasalah.
Padahal sebenarnya dia hanya benci melihat pria yang sudah menghamilinya dan bahkan tidak mau bertanggung jawab.
“Sayang, kamu sudah pulang?” Tanya Rico ketika dia melihat istrinya yang baru saja melankahkan kakinya masuk.
Tetapi Ririn tidak menjawabnya, dan malam memilih untuk diam saja sembari terus melangkahkan kakinya dan berhenti tepat di depan Rico, lalu dia duduk karena merasa sangat letih.
“Jadi bagaimana? Apakah kamu sudah mengakhirnya?” Tanya Rico dengan begitu antusias.
Ririn menggelengkan kepalanya pelan, “aku tidak bisa mengakhirnya, kalau kamu belum membayar biaya pinaltinya.” Jawabnya, dengan wajahnya yang terlihat sangat cemberut.
Rico menghela nafasnya, dia sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi. “Penghasilan kamu kerja selama ini kemana? Kenapa harus aku yang membayarnya?” Tanya Rico, kali ini merasa berat untuk membantu istrinya. Mengingat dia sekarang sudah tidak punya apa - apa selain tabungannya.
“Tabunganku ya uang akulah, lagian jumlahnya juga sudah tidak banyak aku sudah menghabiskannya kemarin membeli tas keluaran terbaru, lagian kamu adalah suamiku, dan sudah sewajarnya kamu membayar pinaltiku ini!” Jawabnya, dengan menunjukkan perasaan kesalnya.
“Memangnya berapa yang harus di bayarkan?” Tanya Rico, yang mau tidak mau harus pasrah ketika sudah menyangkut sebuah kewajiban suami.
“3M.” Jawab Ririn langsung tanpa jeda.
“3M, kenapa banyak sekali?” Rico tidak menyangka jika pinaltinya akan sebesar itu.
__ADS_1
Karena biasanya dia hanya membayar Pinalti sebanyak 500 jta saja, dan itu sudah yang paling besar.
“Kamu yang menginginkan aku keluar dari Management inikan, ya itu peraturannya.” Jawab Ririn, yang tak mau di pusingkan dengan masalah ini.
“Lagian, uang 3M itu seharusnya kecil bagi kamu, bukankah kamu seorang CEO, jangan bikin malu hanya karena uang 3M kamu tidak bisa membayarnya.” Tambahnya lagi, tanpa pernah ingin melihat kondisi suaminya.
“Sekarang aku bukan lagi seorang CEO, perusahaan sudah di ambil alih oleh Papah, dan aku di turunkan menjadi Supervisor, kita sudah tidak bisa boros Ririn!” Tegasnya, membuat ke dua bola mata Ririn langsung terbuka dengan sempurna.
“Apaaaahhhhh?!” Pekiknya tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
Rico yang sejak tadi duduk di sebelah istrinya, akhirnya bangkit untuk berdiri menjauh. “Papah memaksa aku menikah dengan Indri besok, Papah meminta aku untuk tanggung jawab atas kehamilan Indri! Dan karena aku menolaknya, Papah akhirnya mencabut posisiku, dan Papah juga menambahkan jika aku tidak menikahi Indri besok, maka semua fasiltas yang di berikan pada kita akan di ambil semua, termasuk rumah ini.” Rico menjelaskan alasan kenapa Papahnya menurunkan ke duduknya.
“Apa - apaan sih Papah kamu itu?! Kenapa dia membela wanita pelakor itu?! Padahal
Dia jelas tahu kalau kamu masih sah menjadi suamiku, dan lagian dia tahu aku hamil, bagaimana bisa kita membiayai anak ini kalau mengandalkan gajimu yang hanya Seorang Supervisor? Aku tidak mau ada dalam keadaan ini!”
Rico mengusap wajahnya kasar, “ya aku tidak tau Rin! Kamu jangan menanyakan tentang hal itu sekarang! Karena aku juga tidak bisa memikirkan apapun untuk saat ini!” Tegasnya, tidak mau di pojokkan.
Ririn merasa bingung sendiri sekarang, dia tidak mungkin kembali lagi pada Vare dan memohon untuk tidak membatalkan kontrak mereka, mau di taruh di mana wajahnya ini?
“Ini semua salah kamu! Seandainya saja kamu tidak selingkuh! Maka semua ini tidak akan terjadi!” Ririn dengan angkuhnya menyalahkan Rico atas semua kesialan yang menimpa mereka saat ini.
Rico tersenyum dengan sinis. “Salah aku? Kamu bilang ini salah aku?” Tanyanya, menanyakan pernyataan Ririn yang baru saja menyalahkannya.
__ADS_1
“Iya! Aku menyalahkanmu karena masalah ini! Dengar! Kalau kamu tidak selingkuh,
Maka tidak ada wanita lain yang hamil dan kamu tidak harus sampai menikahinya! Dan papah kamu tidak mungkin berpikir untuk mencabut kedudukanmu karena tidak ada yang harus di pertanggung jawabkan!” Bentak Ririn, lalu beranjak dari duduknya mengambil tasnya, dan mendekat menatap Rico dengan penuh amarah.
“Kalau sudah begini? Apa yang bisa kita lakukkan? Tidak ada selain kamu menikahinya! Nikahi dia! Lalu tinggalkan dia sampai kamu berhasil mendapatkan kembali kedudukanmu! Kalau tidak aku akan menggugurkan janin ini!” Ririn menggunakan bayinya sebagai ancaman agar Rico mau bertindak memikirkan masa depan mereka, walaupun itu akan membuat wanita lain terluka.
Dan tentu saja, Rico tidak mau terjadi apa - apa dengan bayinya, dia sudah menunggu selama lima tahun lamanya agar bisa mendapatkan bayi ini, dan sekarang dia malah harus kehilangan bayinya hanya lantaran sebuah paksaan menikahi seorang gadis lain. Itu tidak akan terjadi!
Tetapi permasalahannya sekarang adalah, dia harus menjual rumah mereka ini, tak perduli jika rumah ini sudah menjadi rumah Papahnya, tetapi Sertifikat masih atas namanya, dia akan menjual rumah ini dan menambahkan uang tabungannya agar bisa membayar pinalti yang di sebebakam oleh istrinya.
Sedangkan mereka, mungkin Rico akan membuat kesepakatan dengan Papahnya. Dia akan menikahi Indri, asal dia dan istrinya boleh tinggal di rumah papahnya, dan juga kedudukanya di naikan menjadi Direktur.
Dia tidak mau menjadi seorang supervisor, karena itu akan membuatnya sangat malu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*