
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
"Rico menderita Kanker Otak tahap akhir Pah," jawabnya, memilih untuk memberitahu saja, dari pada ada penyesalan belakangnya.
"Aaaaapppaa?!!!!" Teriak Bima terkejut mendengarnya.
Sedangkan Raisa langsung menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Bima menyeritkan keningnya bingung, menatap ke arah Willi. "Kamu jangan main - main Willi, jangan bercanda." Tungkasnya, masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar ini.
"Saya tidak sedang bercanda Pah." Balasnya dengan raut wajahnya yang serius.
"Dari kapan?" Tanya Raisa, menatap suaminya dengan matanya yang sudah berkaca - kaca.
"Saya tidak tahu jelasnya mulai kapan, tetapi menurut keterangan Vino yang sia dapatkan dari dokter Haikal, Rico sudah menderita kanker otak itu selama 2 tahun terakhir." Jawabnya, memberitahukan semua apa yang dia ketahui.
"Lalu di mana dia sekarang?" Tanya Bima dengan suaranya yang seperti menuntut Willi untuk menjelaskannya.
"Di rumah sakit tempatku bekerja." Jawab Willi. Dan Bima langsung buru - buru keluar.
"Papah, aku ikut pah." Panggil Raisa, yang lalu berlari ikut bersama dengan Papahnya.
Begitupun dengan Willi, mereka langsung berlari masuk ke dalam mobil Bima.
"Jalan ke rumah sakit sekarang juga!" Perintah Bima pada Toni supirnya.
__ADS_1
"Baik Pak." Sahut Toni dan langsung menginjak gas mobil itu.
***
Praaaaangggg, suara pecahan terdengar. "Astaga, kenapa megang gelas saja bisa jatuh sih." Keluh Indri, lalu segera mengumpulkan dan membersihkan sisa - sisa pecahan beling itu.
"Papah, kenapa belum menelponku ya?" Tanya pada diri sendiri.
Lalu dia membuka ponselnya, untuk melihat apakah ada yang menghubunginya atau tidak.
"Loh, Ponselku ternyata mati, pantas saja tidak ada yang menghubungiku." Lirihnya pelan, lalu bergegas mengambil kabel chargernya agar ponselnya bisa menyala.
Tetapi, sudah mulai tadi Indri merasa sangat tidak nyaman. Apa lagi dia mengingat respon Vino yang ketus kepadanya, dia khawatir jika Vino akan meninggalkannya lagi seperti dulu.
"Atau aku susul saja dia ke Jakarta ya? Lagian Papah juga ada di sana." Ucapnya pada diri sendiri.
"Ya tidak apa - apalah ya, anggap saja aku jalan - jalan lagi ke Jakarta, sekalian mau menemui Vino, dan ingin mempertanyakan langsung kenapa dia ketus sama aku." Indri terus berkemas, bahkan dia tidak melihat jam yang sudah mulai menunjukan waktu petang.
Setelah berkemas, Indri kembali lagi melihat ponselnya yang sudah menyala. "Eihh, Papah tadi menelpon." Ucapnya ketika melihat panggilan Papahnya yang tak terjawab olehnya.
Lalu dia memilih untuk menelpon balik, tetapi sekarang balik Papahnya yang tidak mau mengangkatnya.
"Ah, sudahlah, nanti ketemu di sana saja." Indri bergegas untuk keluar. Tak lupa dia meninggalkan pesan untuk Zayline, agar tidak khawatir mencarinya.
Beruntung di Jakarta rumahnya masih belum laku, jadi dia masih bisa menempatinya.
__ADS_1
***
Indri sampai di Stasiun kereta api, dia sudah mendapatkan tiketnya, dan saat ini dia bersiap untuk berangkat.
Ketika kereta datang, dia bergegas masuk ke dalam kereta, untuk melakukkan perjalan yang kurang lebih 5 jam lamanya untuk sampai di Jakarta.
Indri duduk sendiri, dia menatap ke arah pemandangan luar yang di suguhkan oleh alam.
Sudah beberapa bulan ini dia tidak menikmati suasana seperti ini. Beberapa bulan ini dia selalu mengurung dirinya di rumah, dan kali ini dia kembali lagi pada Kota yang sudah membuat hidupnya hancur berkeping - keping.
Dan di saat dia memandang alam yang hijau, tiba - tiba saja dia teringat dengan Rico.
Awal kencan mereka yang selalu berada di alam, kebun binatang dan lain - lain. Membuat wajahnya terukir senyum tipis.
"Kamu sebenarnya baik Rico, hanya saja kamu bodoh!" Umpatnya dengan kesal, jika mengingat pria itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*