Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Playing Victim


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Setelah kepergian Indri, Bima menyuruh salah satu pelayan di rumah itu untuk memanggil Rico, Risa dan juga Ririn.


Bima yang sudah cukup menahan emosinya, kini terlihat seperti setrikaan berjalan di ruang tamu.


Sampai dia melihat ke tiga orang itu ada di hadapannya. “Ada apa Pah? Kenapa Papah memanggil kita?” Tanya Rico dengan bingung.


Merasa tidak ada masalah apa - apa, tetapi kenapa Papahnya malah mengumpulkan mereka di sini.


“Ada apa?! Kamu masih tanya ada apa?!” Tanya Bima, langsung menyerang mereka dengan amarah.


“Siapa yang sudah menampar Indri sampai pipinya bengkak seperti itu?” Tanya menatap tajam ke arah tiga orang itu.


Dan seketika Risa menundukan kepalanya, bahkan Rico juga sedikit melirik ke arah Mamahnya. Mereka tidak menyangka jika Indri begitu cepat sampai mengadu pada Bima.


“Jadi kamu orangnya?!” Tanya Bima pada Ririn.


“Bukan Pah, Bukan Ririn, tapi Mamah yang melakukkannya.” Jawab Ririn, menolak untuk di tuduh oleh mertua laki - lakinya.


Risa terkejut mendengar Ririn yang terlalu jujur menyebut namanya. Padahal mereka bisa saja membuat alasan yang lain.


Bima berjalan dan berhenti tepat di depan Risa. “Kenapa kamu memukulnya?” Tanya Bima masih berusaha untuk menahan amarahnya.


“Pah, Mamah -“


“Aku tanya sekali lagi kenapa kamu memukulnya?!” Tanya Bima, yang sama sekali tidak di jawab oleh Risa.


Bima menghela nafasnya, lalu dia dengan cepat mengambil laptopnya untuk melihat rekaman CCTV yang ada.


Dia ingin melihat, bagaimana ceritanya semua ini terjadi.


Bima mulai menontonnya dari awal hingga ke akhir, dan bahkan dia menyaringkan Volumenya, karena Kamera itu juga bisa merekam suara.


“Wah - wah, luar biasa tenyata sang Nyonya ini.” Pujinya, pada istrinya yang masih tertunduk takut.

__ADS_1


Lalu dia meletakan kembali laptopnya dan bangkit mendekat ke arah Rico. “Laki - laki macam apa kamu ini ha?!”


Plakkkkkk, Plakkkkkk, Bugghhhh. Bima menampar wajah Rico berulang - ulang dan juga memukul perut Rico dengan keras.


“Sayang,” teriak Ririn, ketakutan karena Rico di pukul seperti itu.


Rico tidak mengatakan apa - apa, dia hanya terdiam menahan sakit di wajahnya.


“Papah, kenapa Papah pukul Rico? Apa salah Rico Pah?” Tanya Ririn, membela suaminya. Dia tidak terima suaminya di pukuli seperti itu.


Bima sama sekali tidak melihat ke arah Ririn, bahkan untuk melihat wajah wanita itu saja dia sudah enggan. “Istrimu di pukuli di depan matamu! Tetapi kamu hanya diam saja dan malah pergi bermesaraan bersama dengan istrimu ini, apa kamu waras?!” Tanyanya dengan sarkas pada Rico.


“Pah, Mamah memukul Indri, karena tadi Rico mendapatkannya sedang bersama dengan selingkuhannya Pah, tadi -“ suara Ririn terhenti, ketika Bima mengangkat tangannya dan memperlihatkan sebuah berkas.


“Kamu tahu ini apa?” Tanya Bima, dengan senyum tipisnya.


Ririn menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia ingin mengambil berkas itu dari tangan mertuanya. Namun Bima lebih dulu melangkah pergi.


“Tadinya, Roma sudah berusaha sekuat tenaganya mencari tahu tentang semua kegiatan yang di lakukan olehmu, dan betapa mengejutaknnya, ternyata -“ Bima menghentikan kalimatnya, lalu dia kembali membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Rico.


Lalu Bima kembali melangkah dan berdiri di depan Risa yang sejak tadi sudah mengeluarkan keringat dinginnya. “Kamu memekul Indri kenapa? Karena dia menikah dengan putramu? Karena dia sudah mengandung anak Rico? Atau karena dia berani melawan putramu? Itukan yang kamu katakan tadi.” Ucapnya pada Risa.


“Kenapa sekarang kalian semua diam? Kemana semua sikap berani kalian tadi?”


Tanya Bima lagi, ketika melihat tidak ada yang merespon kalimatnya.


“Kalau Indri yang belum terbukti berselingkuh saja sudah kalian pukuli seperti itu, lalu bagaimana dengan yang sudah terbukti?” Tanya Bima, lalu melempar berkas itu ke atas meja dan membuat isinya berhamburan keluar.


Lalu Bima duduk di sofa, dengan menumpuk salah satu kakinya, “kenapa diam? Lihatlah apa yang ada di dalamnya! Roma sudah bekerja keras untuk mendapatkan semua bukti itu.” Perintah Bima, menyuruh Rico dan yang lainnya melihat apa yang ada di dalam.


Bima tersenyum puas ketika Rico mulai bergerak mengambil foto - foto hasil perselingkuhan Ririn dengan Varel produsernya, dan bahkan beberapa pria lawan mainnya.


Tubuh Rico seketika menegang, begitu pula dengan Ririn dan juga Risa. “Rico, percayalah ini semua salah, aku tidak mungkin mengkhianati kamu! Ini semua pasti Papah memfitnah aku, bukankah kamu tahu kalau Papah dan Kak Raisa tidak menyukaiku dan bahkan sangat membenciku.” Ucapnya membela diri, ketika Rico menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


“Aku yakin aku sedang di fitnah.” Tambahnya lagi, dan Rico kembali menatap ke arah Papahnya.

__ADS_1


“Pah, kenapa Papah melakukkan ini pada Rico Pah? Kenapa Papah tega Memfitnah Ririn? Apa salah Ririn sama Papah sampai Papah begitu membencinya?” Tanya Rico, yang sudah termakan dengan sandiwara Ririn.


Bahkan Bimapun sampai tertawa dengan nyaring melihat putranya yang buta akan kenyataan.


“Pah, kenapa sih Papah benci banget sama aku Pah? Sampai Papah menuduh aku seperti ini? Hisk,hiskkk.” Tanyanya dengan air mata buaya yang sudah menetes keluar.


Wanita ini benar - benar sangat pandai bersandiwara, hingga orang - orang sangat begitu percaya dengan air matanya yang palsu. Dia yang pelaku, tetapi dia malah bertingkah seperti korban di sini.


“Aku tahu Pah, dari awal Papah membenciku karena aku bukan wanita berpendidikan seperti Indri, aku tahu karena aku hanya lulusan SMA, dan bahkan seorang yatim piatu,”


“Dan kemarin aku juga sudah ingin bercerai dari Rico, tapi atas kehendak yang di atas mungkin tidak ingin ada perceraian di antara kami, makanya bayi ini di kirim ke rahimku pah, bukan Ingin Ririn seperti ini, hiskk,,hiskkk.” Tambahnya lagi, yang sama sekali tidak di respon oleh Bima, karena pria tua itu sedang asyik dengan ponselnya.


“Tetapi, jika Papah memang ingin Aku bercerai dengan Rico, maka tidak apa - apa Pah, Ririn ikhlas melepaskan Mas Rico untuk Indri menantu kesayangan Papah.”


“Ririn akan merawat bayi ini sendiri.” Ucapnya semakin terus mendramain sandiwaranya.


“Ririn, kamu ngomong apa sih? Aku tidak mau cerai dari kamu! Kita akan mengurus bayi kita sama - sama!” Tegas Rico, tidak terima dengan kalimat yang di ucapkan istrinya barusan.


Ririn dengan tangisannya yang terisak, dia menggelengkan kepalanya pelan. “Jangan Mas Rico, aku memang mencintaimu, tetapi mungkin aku harus mengikhlaskanmu untuk Indri.”


“Aku tidak mau Mas, Papah melakukkan cara sekeji ini hanya untuk kita berpisah, aku hanya ingin kita semua hidup tenang Mas, aku ikhlas. Hisk,,hiskk.”


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2