Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Perpisahan dengan Indri


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Ketika sudah berada di hotel, Rico selalu melihat ke arah pintu kamar Erwin, apakah pria paruh baya itu akan keluar dari kamarnya atau tidak. Karena dia terlihat sudah siap untuk pergi.


Dia ingin melihat keadaan Indri apakah wanita itu sedang baik - baik saja atau bagaimana.


Dia juga ingin berpamitan dengan Indri, karena mungkin dia sudah tidak bisa melihat dan menjaga wanita itu.


****


Rico mengemudikan mobilnya, sampai saat ini dia sudah berada di depan rumah Indri.


Dia juga melihat Vino yang baru saja keluar dari rumah Indri. “Rico.” Tegur Vino, ketika melihat adik tirinya itu baru turun dari mobil.


“Kamu dari mana saja? Kenapa tidak pulang?” Tanya Vino, sedikit khawatir dengan Rico.


Apa lagi wajah adik laki - laki tirinya itu terlihat lebih pucat dari kemarin. “Aku ada urusan di luar kota, jadi aku baru balik dan sekarang mau lihat keadan Indri.” Jawabnya, dengan menundukan kepalanya.


Dia tidak mau Vino terlalu melihat ke arah wajahnya, dan menyadari jika dia sedang tidak sehat.


“Indri ada di dalam, aku juga barusan habis menjenguknya, sekalian mencari kamu, karena 4 hari kamu tidak pulang ke rumah, Papah jadi khawatir dengan kamu.” Ujar Vino pada Rico.


“Setelah ini aku akan pulang,” balasnya, membuat Vino tidak ada lagi kata - kata yang bisa dia ungkapkan pada Rico.


Tetapi Vino menghela nafasnya panjang. “Apakah kamu membenciku Rico?” Tanyanya, karena begitu penasaraan sejak kemarin.


Rico tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak membenci,”


Jawabnya dengan jujur.


Karena pada kenyataanya memang seperti itu, dia tidak membenci Vino, justru malah sebaliknya, dia bersyukur karena ada Vino yang akan menggantikan posisinya.


“Apakah kamu masih menginginkan Indri kembali sama kamu?” Tanya Vino lagi, memancing pertanyaan yang sangat sensitif.


Dia ingin melihat bagaimana reaksi Rico, jika dia membahas tentang Indri.

__ADS_1


Namun, dia tidak menyangka jika Rico kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


“Aku tidak ingin akan kembali dengan Indri, dan bahkan tidak mengharapkannya juga.”


“Aku di sini hanya karena ingin menjaganya, dan memantau keadaanya, karena mungkin dia akan bersama denganmu setelah ini.” Tungkasnya masih dengan senyumannya.


Vino menatap dalam ke arah mata Rico, dia menyadari sebuah keanehan, namun dia tidak mengetahui apa.


Dan ketika Vino kembali ingin bersuara, ponselnya berdering, dia mendapatkan panggilan dari Papahnya.


“Rico, Papah memintamu pulang bersamaku.” Ucapnya, ketika dia sudah selesai mengangkat panggilan itu.


“Baiklah, tapi bisakah aku menemui Indri sebentar?” Tanya Rico, dan Vino menjawabnya dengan anggukan kepala.


Lalu dia melihat langkah Rico yang masuk ke dalam rumah Indri.


Tokkk,,tokkk,tokkk, suara ketukan pintu terdengar. Dan karena ini sudah malam, terlihat Zayline yang membukakan pintu untuknya.


“Rico, kamu -“


“Apakah Indri sudah tidur?” Tanyanya dengan lembut.


“Bolehkah aku masuk, aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya.” Pintanya, agar Zayline memberikan izin kepadanya.


Zayline sempat diam untuk memikirkan jawabannya. “Tapi Sebentar saja ya, karena Indri juga akan beristirahat,”


“Pasti.” Sahut Rico, yang lalu di persilahkan masuk ke dalam rumah.


Tetapi sebelum Zayline menutup pintu, dia melihat Vino yang sedang berdiri di depan. Membuat Zayline langsung menyusulnya dan memberikan ruang pada Indri dan Rico untuk berbicara.


***


Sesampainya di dalam, Rico melihat Indri yang sedang membaca buku dengan serius.


“Hay, Indri, apa kabar.” Tanyanya, yang membuat Indri langsung meliriknya sekilas, lalu kembali fokus pada bukunya.

__ADS_1


Rico memilih untuk duduk di kursi yang agak jauh dari Indri, dia khawatir jika Indri akan khawatir jika ada dia di dekatnya.


“Indri, aku tahu, kamu sudah tidak mau berbicara denganku lagi, tapi sebenarnya aku datang ke sini hanya ingin memberitahumu, jika mulai saat ini dan seterusnya, aku tidak akan lagi berbicara denganmu, ataupun menganggumu.” Ucapnya, dengan matanya yang terus memandang Indri.


Sedangkan Indri sengaja mengangkat buku itu tinggi, agar menyembunyikan raut wajahnya yang cukup terkejut mendengar kalimat dari Rico.


“Tapi, aku akan menjagamu tanpa bicara seperti yang akan terjadi nanti, bahkan kamu sampai tidak akan terganggu dengan kehadiranku, karena aku benar - benar akan se senyap itu.”


“Aku tidak akan lagi, mengatakan atau mengutarakan apapun yang kamu tidak ingin dengarkan.”


“Cukup, izinkan aku berada di sini, menjagamu selalu seperti ini, itu sudah cukup untuk aku.” Tambahnya lagi, dan terlihat dia mulai meneteskan air matanya.


Sungguh sakit sebenarnya dia berbicara seperti ini, Namun, inilah yang akan terjadi di kedepannya hingga selamanya.


“Aku pamit ya Indri, sekali lagi Maafkan aku, atas semua kesalahanku, baik yang aku sengaja maupun tidak aku sengaja.” Ucapnya, dan segera bangkit dari duduknya.


“Oh ya, aku juga sudah menyiapkan hadiah terindah untuk kamu, semoga kamu suka dengan hadiahnya ya, maaf karena aku tidak bisa memberikan kebahagian yang kamu inginkan.” Kalimatnya untuk yang terakhir, sebelum dia benar - benar melangkahkan kakinya pergi.


Dia bahkan sampai tidak menyadari, jika Indri juga sudah meneteskan air matanya karena wanita itu memilih untuk menutup wajahnya dengan buku.


***


Ketika Rico sudah sampai di pintu, dia kembali melihat ke belakang, dia ingin tahu apakah Indri akan mereseponnya atau setidaknya menoleh ke arahnya, tetapi sepertinya Indri benar - benar mengabaikannya.


Sampai Rico memilih untuk menghapur air matanya, sebelum dia benar - benar keluar dari rumah Indri untuk menemui Vino.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2