
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Pagi ini, terlihat hujan yang turun membasahi bumi, seperti ikut menangis bersama dengan wanita yang saat ini sedang terduduk dengan tangisannya di sebelah tumpukan tanah yang masih basah dan di penuhi oleh bunga.
Dia adalah Indri yang menangis tanpa henti, ketika semalam dia mendapatkan kabar jika ibunya itu sudah berpulang ke pangkuannya karena serangan jantung yang mendadak.
Dan tentu saja, semua itu di sebabkan karena sebuah kejadian di mana dia mengetahui jika putri satu - satunya yang harusnya menjadi kebanggan keluarga, malah menjadi seorang pelakor tak bermoral hingga mengandung anak dari suami orang itu.
Tangisannya tidak bisa dia hentikan, hingga ke duanya matanya sudah sangat bengkak dan tak berbentuk mata lagi. “Mah, Mamah kenapa harus ninggalin Indri seperti ini Mah???? Mah Maafkan Indri, Maafkan Indri karena Indri sudah ngecewakan Mamah.”
“Hiskkkk, Hiskkk, Tuhann, Indri Mohon kembalikan Mamah Indri, jangan seperti Ini Tuhan, jangan Hukum Indri seperti ini.”
Dia terus memanjatkan doa yang sama, dan ingin sekali sekali jika ada keajaiban mamahnya bisa kembali memeluknya di sini.
Indri meletakan kepalanya di atas tumpukan tanah itu, “Mah, Indri sangat Rindu Mah, sudah sebulan lebih kita tidak bertemu, Indri kangen masakan Mamah, Indri kangen belaian lembut tangan mamah di kepala Indri, semuanya Indri kangen Mah, ayo Mah, bangun! Marahin Indri! Pukul Indri tapi jangan pergi tinggalin Indri sendiri.” Semua segala kesedihan dia tumpahkan di atas kuburan mamahnya itu.
Tidak pernah dia bayangkan, jika dia akan kehilangan satu - satunya wanita kebanggan di hatinya.
Dia sangat terluka, dia sangat menyesali semuanya. Seandainya saja dia tidak bertemu dengan Rico, maka semua ini tidak akan pernah terjadi. Dia tidak akan kehilangan ibunya.
Indri teringat akan satu hal, lalu dia melihat ke arah perutnya.
Buggghhhh,,buggghhhh, “semua ini gara - gara kamu! Kamu menjadikanku Ibu untukmu! Tetapi kamu membuatku kehilangan ibuku! Aku bengi - aku benci!” Teriaknya dengan penuh rasa frustasi.
Rico yang melihat hal itu langsung berlari dan memeluk tubuh Indri dengan erat. “Indri stop! Jangan sakitin anak kita, dia tidak bersalah.” Tegurnya membuat Indri langsung berteriak dengan keras.
“Aaaaaaaarrrrgggghhhhhhhhhhh Mamamahhhhhhhhhhh.” Dia tidak bisa menahan kesedihannya. Membuatnya langsung bangkit menatap wajah Rico dengan tatapannya yang sarkas.
“Iya! Memang dia tidak salah! Yang salah adalah aku! Yang bodoh adalah aku karena mau termakan bujuk rayumu! Harusnya aku sadar jika tidak akan pernah bisa menyatu dengan kamu.” Ucapnya, lalu mendorong tubuh Rico untuk menjauh darinya, setelah itu dia melangkahkan kakinya pergi untuk pulang menemui Papahnya.
Dia ingin bersujud meminta ampun pada papahnya agar bisa di maafkan.
__ADS_1
Sedangkan Rico ketika dia ingin menyusuli Indri, tiba - tiba saja ponselnya berdering menandakan nama Mamahnya.
Rico mengangkatnya, lalu mendengar suara mamahnya yang begitu panik melaporkan keadaan Ririn. Membuatnya langsung bergegas pulang ke Jakarta.
Tidak bisa di pungkiri, perasaan khawatirnya jauh lebih tinggi pada Ririn di bandingkan pada Indri. Dia juga merasa jika Indri membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya, sebelum mereka mengobrolkan tentang pernikhaan mereka.
****
Sesampainya di depan rumah, Indri tertegun ketika melihat koper yang dia bawa semalam ada di depan pintu rumah. Membuatnya merasa bingung dan langsung menggedor pintu rumahnya.
“Paaaahhhhhhhh, Paaaaaaahhhhh, bukakn pintunya Pah, jangan seperti ini sama Indri! Maafkan Indri Pah, Indri mohon ampun! Kasih Indri kesempatan Pah, jangan biarkan Indri sendiri menghadapi dunia ini.” Mohonnya, tetapi sepertinya sia - sia. Erwin sama sekali tidak mau membukakan pintu untuknya. Membuat Indri kini terduduk lemah.
Tidak ada harapan untuknya lagi, dia baru saja kehilangan Mamahnya, dan kini dia kehilangan Papahnya.
Tangisan seperti tidak bisa berhenti membasahi wajahnya. Dia benar - benar tidak tahu mau bertidak seperti apa saat ini. Bagaimana dia bisa hidup seorang diri menghadapi dunia yang masih begitu kejam padanya.
Ketika dia membuka ponselnya, dia banhak melihat komentar pedas yang bahkan sepertinya Netizen bahagia dengan kematian Mamahnya yang di anggap sebuah karma untuknya karena sudah merusak rumah tangga orang.
Mengembalikan semua pakaian maskapai, dan juga id card miliknya. Dia sama sekali tidak terpikirkan soal Rico, dia bahkan tidak mencari keberaan pria itu. Dia ingin sendiri untuk saat ini.
****
Di sisi lain, Rico yang baru saja mendarat di Jakarta setelah 2 jam perjalan dari Pekan baru ke Jakarta. Karena ada pelamabatan tadi membuatnya harus sedikit lama mengudara.
Dia begitu lelah, kemarin dia baru emndarat dari Sydney, lalu berurusan dengan orang tua Indri, lalu mengantar Indri ke PekanBaru, setelah itu membantu mengurus pemakaman Mamahnya. Dan sekarang dia harus kembali ke Jakarta untuk melihat kondisi Ririn.
Sesampainya di rumah sakit, Rico melihat Mamahnya yang berdiri di depan ruang rawat Ririn yang tadi di berikan lewat pesan.
“Mah, Bagaimana keadaan Ririn?” Tanyanya langsung to the Point.
Risa tersenyum lalu memeluk tubuh putranya dengan erat. “Selamat ya sayang, Sebentar lagi kamu akan menjadi Ayah, Ririn hamil sayang.” Jawab Risa, memberitahukan keadaan Ririn menantunya yang tadi di periksa jika sedang hamil muda.
__ADS_1
“Ha - hamil Mah?” Tanyanya lagi, namun kali ini dia ingin mempertegas jawaban mamahnya barusan.
“Hishhh, kamu ini mentang - mentang mau menjadi seorang ayah, pendengarmu jadi kurang bagus ya.” Risa menjawab lagi, namun kali ini dengan sedikit menggoda putranya.
Rico sejenak langsyng tertegun mendengarnya, “Hamil? Bagaimana bisa? Ririn hamil? Indri hamil? Bagaimana bisa mereka hamil dalam waktu bersamaan, lalu? Kenapa Ririn hamil? Padahal dia selalu menolak untuk mengandung, dan sejak kapan istrinya itu melepaskan alat kontresepsinya?” Begitu banyak pertanyaan yang bersarang di kepala pria itu.
Rasanya dia ingin berteriak secara frustasi, karena di detik ini dia merasa tidak bisa bernafas untuk sejenak. Kalau Ririn hamil, apa yang harus dia lakukkan dengan Indri?
“Rico.” Tegur Risa, ketika melihat putranya itu hanya diam saja.
“Eh, iya mah.” Sahut Rico dengan senyumnya kikuk.
“Sana masuk temui Ririn! Kasih selamat untuknya, kasih perhatian lebih padanya, kamu tahukan kalau ibu hamil itu tidak boleh stress.” Ucap Risa, meminta anaknya untuk segera melihat keadaan istrinya yang sedang mengandung cucunya itu.
Rico menghela nafansya berat, dia bahkan sampai mengusap wajahnya dia bingung saat ini. Sangat - sangat bingung.
Tetapi dia juga senang karena ternyata istrinya hamil, membuatnya langsung bergegas untuk menemui istrinya itu untuk melihat keadaan ibu dan calon bayinya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1