
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Ketika Indri sudah sangat lelah untuk menangis, Zayline menghela nafasnya, karena akhirnya Indri bisa tertidur dengan tenang.
Karena itu membuatnya sedikit lebih nyaman karena meninggalkannya sendiri dan menitipkannya pada suster tadi.
Zayline tidak tahu, apakah yang dia lakukkan saat ini adalah sebuah tindak kebenaran. Tetapi, sebagai seorang wanita dia harus memperjuangankan harga diri sahabatnya.
Kini, setelah melewatkan banyak perizinan, Akhirnya Zayline di perbolehkan masuk ke dalam rumah Orang Tua Rico. Dan bahkan sekarang dia berhadapan dengan seluruh keluarga, kecuali Rico dan Ririn yang mungkin masih berada di rumah sakit.
“Jadi, ada keperluan apa?” Tanya Raisa dengan suaranya yang lembut.
Zayline yang sejak tadi menundukan kepalanya, karena mengumpulkan kekuatannya, kini mulai mengangkat kepalanya menatap ke arah semua orang yang ada di sana.
“Apakah Anda yang bernama Raisa?” Tanya Zayline, karena satu - satunya wanita muda yang ada di sana hanyalah Raisa.
“Iya, saya Raisa, ada apa ya?” Jawab Raisa, dengan pertanyaan baliknya menatap ke arah Mamah dan Papahnya mencari sebuah jawaban.
Barang kali ke dua orang tuanya itu mengenal gadis ini, atau bahkan suaminya mengenalnya.
“Saya Zayline, saya adalah saudara dekat dari Indri, Anda tentu tau Indri kan.” Ujar Zayline, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Raisa.
Mendengar nama Indri, semua orang seketika langsung menegang. “Indri, bagaimana keadaan Indri? Saya mendengar jika kemarin Mamahnya meninggal, apakah itu benar?” Raisa menanyakan kabar Indri.
Zaylin tersenyum ketika Raisa menanyakan kabar sahabatnya itu. “Ehmmm, bagaimana jawabanya ya?” Tanyanya balik.
“Kalau misalkan dia hamil, terus keluarganya tidak setuju, tetapi laki - lakinya mengatakan akan bertanggung jawab, sampai dia membela laki - laki itu dan membuat Mamahnya terkena serangan jantung dan meninggal, lalu ternyata sang laki - laki meninggalkannya karena ternyata istrinya sedang hamil, apakah saudara saya itu bisa di bilang baik - baik saja?” Zayline menatap ke arah Raisa dengan pandangan yang sarkas.
“Hamil?” Tanya Risa dan Raisa secara bersamaan.
__ADS_1
“Kalian tidak tahu? Apakah putra kalian tidak memberitahu? Atau kalian yang tidak mau tahu?” Zayline mempertanyakan apa yang mereka tanyakan.
Raisa menggelengkan kepalanya pelan, memberitahukan ke tidak tahuannya tentang hal ini. “Om, tante, mungkin saya tidak berhak mengatakan ini sama kalian, tapi saya ingin mempertanyakan, bagaimana Om dan Tante mendidik seorang anak yang bersikap pengecut seperti itu?” Tanya Zayline kembali, dan kini tubuhnya mulai bergetar.
Dia marah, dia sangat - sangat marah karena mereka sudah menghancurkan hidup sahabatnya.
“Indri membela Rico di depan orang tuanya, sampai dia benci oleh Papahnya dan di usir, lalu dia kehilangan pekerjaanya, karena apa?”
“Karena dia percaya semua kata - kata dan dukungan kalian dalam hubungan mereka, kalian sibuk klarifikasi sana sini mengjelekkan menantu kalian, dan mengatakan ini dan itu, lalu sekarang kalian malah dengan bangganya ketika dia hamil, kenapa kalian tidak bangga ketika anak kalian meminta seorang wanita yang dia paksa masuk ke dalam hubungan rumah tangganya itu untuk Abor si?!” Semua orang tentu saja terdiam. Mereka tidak menyangka jika semua malah akan menjadi serumit ini.
“Siapa yang bangga dengan kehamilan Ririn? Aku enggak,” sahut Raisa dengan tegas. Karena dia memang merasa tidak pernah bicara kalau dia senang dengan kehamilan Ririn.
“Raisa, Ririn adalah adik ipar kamu harusnya kamu senang karena akan mendapatkan keponakan darinya.” Tegur Risa, satu - satunya orang yang paling senang mendengar kehamilan Ririn.
Raisan menghela nafasnya, lalu dia beranjak dari duduknya. “Yang senang itu hanya mamah, dan aku juga tidak pernah menyatakan pada Media kalau aku senang. Malah aku berharapnya mereka pisah.” Balas Raisa lagi, lalu dia melangkah pergi naik ke kamarnya.
“Kata siapa? Aku malah tidak menerima bayi dari Ririn, mungkin saja Bayi itu bukan cucu kita?” Sahut Bima yang sepertinya berada di dalam pihak Indri.
Zayline menatap ke arah Bima dengan penuh tanda tanya. “Papah! Kenapa Papah bicara seperti itu?! Anak yang di kandung Ririn jelaslah anak kandung Rico, berartikan cucu kita.” Risa memprotes kalimat suaminya yang malah menuduh Ririn mengandung bayi pria lain.
Bima tersenyum dengan tipis. “Wanita itu lebih sering berada di luar rumah di bandingkan melayani suaminya, bukankah seperti itu cerita Rico selama ini, berarti tidak menutup kemungkinan dong.” Balasnya lagi. Lalu melihat ke arah Raisa yang turun dengan membawa tasnya, sepertinya dia ingin pergi.
“Zayline, nama kamu tadi Zayline ya?” Tanya Raisa, sedikit lupa dengan nama wanita itu.
“Iya saya Zayline.” Jawabnya dengan pelan.
“Saya ingin bertemu dan melihat keadaan Indri, bisakah kamu mempertemukan kami?” Tanyanya, yang membuat Zayline menyeritkan keningnya bingung dengan keadaan saat ini.
Awalnya dia berpikir, keluarga ini akan marah dan malah akan mengusirnya ketika dia meminta keadilan untuk sahabatnya. Namun, ternyata dia salah, keluarga ini malah welcom kecuali Mamahnya yang sepertinya lebih pro ke istri yang tak berguna itu.
__ADS_1
“Bi - bisa.” Jawab Zayline dengan gugup.
“Sayang, aku ikut.” Suara Willi suaminya terdengar, berkeinginan untuk ikut melihat keadaan Indri.
“Papah juga ikut Raisa, Papah mau liat keadaan calon Cucu Papah.” Bima juga ingin ikut, dan itu semakin membuat Zayline terdiam membeku tidak tahu mau merespon apa.
Melihat semuanya mau pergi, Risa sepertinya merasa marah dan beranjak dari tempatnya. “Kalian itu apa - apaan sih! Wanita itu adalah pelakor! Dan kalian malah mendukung wanita itu! Mikir tidak sih!” Sentaknya pada suami, anak dan menantunya.
Bima hanya melihat sebentar ke arah istrinya. “Sudah tidak perlu di dengar! Anggap saja angin lalu.” Ucap Bima, dan memilih langsung memboyong semuanya untuk bergegas pergi melihat keadaan Indri, di bandingkan mendengar ocehan Risa yang tidak berguna.
Jujur saja, mau Ririn hamil anak kandung Rico sekalipun, Risa dan Bima tidak akan menerimanya kembali.
Apa lagi skandal kemarin dia memberikan sebuah klarifikasi playing victim serta menyebarkan aib keluarganya. Membuat Bima dan Raisa merasa enggan melihat wajah wanita itu, apa lagi menerima.
Sepertinya dia juga harus meluruskan sebuah klarifikasi tentang media yang megatakan jika dia bahagia dengan kehamilan Ririn, padahal tidak. Karena itu pasti ulah mamahnya atau Ririn sendiri.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1