Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Penikahan Sirih


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Seperti apa yang di katakan kemarin, hari ini Indri dan Rico baru saja selesai melangsungkan pernikahaan sirih mereka.


Karena acaranya sangat sederhana dan hanya di saksikan dengan beberapa orang dan saksi saja.


Kini rumah yang tadinya menjadi tempat mereka melangsungkan pernikahaan sirih mereka kini sudah terlihat sepi.


Hanya mereka sekeluarga yang sedang duduk di sana. Membuat Indri terus menundukan kepalanya karena merasa tidak enak berada di antara mereka saat ini.


“Hemm, maaf Om -“


“Loh, kok manggil Om? Bukankah kamu sudah menikah dengan Rico, berarti kamu sudah boleh memanggil saya dengan sebutan Papah dong.” Tegur Bima, tidak ingin Indri memanggilnya dengan kalimat yang terlalu formal itu.


“Pah, perjanjian yang ada Rico sudah bertanggung jawab dengan dia, terus sekarang untuk apa lagi dia di sini? Bisakah Rico langsung menceraikannya?” Ririn yang sejak tadi sudah merasa panas akan situasi ini, menatap jengah ke arah Indri.


Seketika Bima langsung memandang ke arahnya tajam. “Siapa kamu yang berani menentukan apa yang harus di lakukkan oleh putraku?!” Tanya Bima dengan sarkas.


“Aku istrinya! Dan aku berhak atas suamiku saat ini! Dan kalau aku mau dia menceraikan wanita ini sekarang! Maka Rico harus melakukkannya!” Jawab Ririn langsung secara kasar menjawab pertanyaan mertuanya.


Dia sudah cukup menahan amarah sejak tadi karena pernikahaan paksa ini. Tapi, tujuan sedari awal hanya ingin memberikan nama ayahnya untuk bayi yang di kandung, dan karena itu sudah di lakukkan jadi ya lebih baik cerai saja saat ini.


“Kenapa kamu yang menentukan? Memangnya Rico tidak punya otak bisa berpikir sendiri sampai harus kamu yang mengarahkannya?” Raisa menyahuti kalimat Ririn tak kalah kasar.


Raisa adalah wanita yang baik dan berpendidikan, Namun jika orang tuanya di bentak seperti itu, maka dia tidak akan tinggal diam.


“Sudah sayang, jangan bersuara lagi.” Rico menasehati istrinya untuk tidak membuka suaranya untuk kali ini. Karena mereka sedang berada di fase sulit maka mereka sudah jelas tidak boleh menyinggung papahnya.


Bima hanya tersenyum saja menanggapi kalimat menantunya tadi. Dia tidak mau membuang tenanganya untuk melawan wanita tidak tahu diri ini.

__ADS_1


“Indri, mulai sekarang kamu adalah menantu saya, dan itu berarti kamu harus tinggal di sini, kita akan membesarkan bayi kamu bersama - sama.” Ucap Bima dengan begitu ramah, dan itu cukup membuat semua yang ada di sana merasa terkejut. Terkecuali Raisa dan Willi yang memang sudah tahu tentang hal itu.


Indri yang sejak tadi menundukan kepalanya, kini perlahan mulai menaikan pandangannya. “Om, saya mempunyai rumah saya sendiri, saya tidak perlu untuk tinggal di sini om, karena saya bisa merawat dan membesarkan bayi saya sendiri.” Indri menolak untuk tinggal di rumah itu.


Dia tidak mau terlibat apapun dengan pasangan suami istri yang ada di hadapannya itu.


“Tapi saya sangat berterima kasih Om, karena Om masih mau memikirkan nasab yang akan di miliki oleh anak saya, terima kasih karena Om sudah sudah memperhatikan saya beberapa hari ini,” tambahnya lagi, dia juga masih merasa enggan untuk memanggil Bima dengan sebutan Papah.


“Loh, kenapa Indri? Rumah ini sekarang rumah kamu juga, di sini ada Raisa yang akan menjadi temanmu, dia juga akan memantau kesehatan kamu,” balas Bima lagi, masih berusaha ingin membujuk Indri agar mau tinggal di rumah mereka.


“Pah, kenapa dia harus tinggal di sini?” Rico akhirnya angkat suara untuk mempertanyakan niat papahnya itu.


“Kenapa? Aku yang punya rumah ini dan aku berhak untuk memilih siapa saja yang akan tinggal di sini,” jawab Bima, terlihat mulai membenci putranya sendiri.


“Tapikan Pah, aku dan Ririn juga akan tinggal di sini, tidak mungkin Indri dan Ririn tinggal dalam satu rumah pah, nanti malah terjadi -“


“Aku tidak pernah mengizikan kamu untuk tinggal di rumahku! Bukankah istrimu bilang kalau dia berhak atas kamu, lalu kenapa tidak kamu minta padanya untuk mencarikan rumah untuk kalian?” Kalimat Bima itu berhasil membuat Rico menundukan kepalanya.


“Pah, kenapa kamu bicara seperti itu pada Rico? Dia itu putra kita pah, dan Ririn juga menantu kita, apa lagi Ririn sedang mengandung cucu kita, masa papah tega mereka tinggal di luar sana.” Risa mulai mengangkat suaranya. Dia kesal karena suaminya malah membela orang lain di bandingkan anaknya sendiri.


Dari awal Risa sudah tidak menyukai Indri, dan melihat sikap suaminya yang malah membela Indri di bandingkan anaknya, membuat Risa semakin membenci wanita yang baru saja menjadi istri ke dua dari anaknya itu.


“Cucu?”


“Tunggu sampai anak itu lahir, baru kita akan memeriksa DNAnya, apakah dia benar anak Rico atau tidak.” Balas Bima, yang entah kenapa sejak awal mendengar kehamilan Ririn, dia merasa yakin sekali kalau itu bukanlah cucunya.


“Papah!!!” Sentak Rico, marah karena Papahnya tegas sekali berbicara seperti itu pada istrinya.


Dia bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Papahnya dan Indri. “Pah! Walaupun Ririn bukanlah gadis berpendidikan seperti Indri, tapi dia juga memiliki harga diri pah, dia tidak mungkin mempunyai sifat buruk untuk tidur bersama dengan pria lain sedangkan dia mempunyai suami. Papah kok bisa tega sekali dalam berpikir buruk mengenai istri Rico Pah?”

__ADS_1


“Sudah sayang, aku tidak apa - apa kok, tidak masalah jika papah berpikir seperti itu tentang aku. Yang jelas nanti kalau anak kita sudah lahir, akan aku buktikan kalau tebakan papah itu salah, anak aku adalah anak kandung kamu.” Ririn berucap dengan air matanya yang sudah jatuh menetes.


Benar - benar sangat luar biasa bukan dramanya.


Tetapi Bima malah diam saja, dan merasa enggan untuk merespon ke duanya. Hingga Risa akhirnya bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Ririn.


“Sudah Nak, jangan menangis lagi, Mamah percaya kok sama kamu, kalau ini memang benar adalah anak Rico, tidak usah di dengarkan apa kata Papah, yang jelas kamu jaga kehamilan kamu dan melahirkan bayi yang sehat, lalu kita lakukkan tes DNA buat membungkam mulut mereka yang sudah jahat memfitnah kamu.” Sindirnya pada semua orang yang ada di sana.


“Rico, bawa Ririn istirahat di kamar, pokoknya mulai hari ini kalian tinggal di sini, jangan khawtirkan Papah kamu itu, ada mamah yang tanggung jawab.” Pinta Risa, pada Rico, agar membawa istrinya naik untuk beristirahat.


“Baik, Mah, terima kasih karena masih membela Rico ya Mah,” balasnya, lalu dengan cepat membawa istrinya untuk naik ke atas, agar tidak terus mendengar kata - kata Papahnya yang bisa menyakitkan hatinya.


Bima menatap dalam ke arah Risa, “hey, siapa kamu yang bisa menentukan mereka bisa tinggal di sini atau tidak?! Jangan membuat aku mengingatkan kedudukanmu di sini ya! Kamu tuh hanya seorang wanita gembel yang tidak punya apa - apa, bersyukur masih aku angkat kamu menjadi istri! Aku bahkan bisa menceraikanmu kapanpun aku mau tanpa memberikan kamu sepeserpun uang! Paham kamu!” Tegas Bima pada Risa.


“Pah, sudah pah, tidak usah fokus pada dia.” Raisa mengingatkan pada Papahnya untuk tidak usah meladenin Raisa.


Bima melihat ke anak perempuannya. “Kamu benar sayang, seharusnya Papah tidak mengambil wanita Gembel ini untuk masuk ke dalam keluarga kita, karena pada akhirnya kita bisa melihat perbedaanya, mana anak yang lahir dari Rahim wanita berkelas, dan mana anak yang lahir dari Rahim wanita gembel. Salah papah karena menikahnya. Maafkan Papah ya sayang.” Bima berucap pada Raisa.


Membuat Risa langsung pergi meninggalkan ruang keluarga itu. Dia juga tidak ingin mengeluarkan suara apa - apa, karena dia khawatir akan semakin membuat Bima membencinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2