
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
“Apa? Menikah lagi?” Tanya Rico dengan emosinya.
“Tidak Pah, aku tidak mungkin berpoligami.” Dia menolak permintaan Papahnya yang tiba - tiba datang ke rumahnya dan mengatakan jika besok dia harus menikahi Indri secara sirih.
Bima tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Kamu tidak mau berpoligami, maka itu ceraikan Ririn?!“ balas Bima lagi.
“Aku juga tidak akan pernah menceraikan istri yang aku cintai Pah! Dia sedang mengandung, aku menunggu kehadiran buah cinta kita selama 5 tahun dan sekarang papah menyuruhku untuk menceraikannya, itu tidak mungkin pah.” Sahutnya lagi, menolak setiap apapun yang Papahnya minta.
“Mencintai istriku, lalu yang kamu lalukkan kemarin apa? Menghamili wanita lain apakah kamu tidak berpikir untuk ke depannya?! Kamu harus bertanggung jawab Rico!” Bima mulai menaikan emosinya. Dia cukup sabar menghadapi anaknya yang satu ini.
“Pah, bertanggung jawab bukan harus menikahinya Pah, kita bisa memberikan uang yang banyak untuknya atau bahkan kita bisa menyuruhnya buat abo rsi -“
Plaaaaaaakkkkk, suara tamparan yang begitu keras Bima layangkan untuk menyadarkan anak laki - lakinya ini.
“Saya akan mencabut posisi kamu sebagai Ceo di perusahaan saya, dan kamu hanya akan bekerja sebagai Supervisor bukan asisten dan juga bukan direktur! Kita lihat, apakah kamu bisa menghasilkan uang untuk membiayai kehamilan dua wanita itu.” Bima sudah tidak perduli dengan aka laki - lakinya ini.
Dia cukup kecewa melihat sikap anaknya yang sangat buta akan cinta, hingga adab dan akhlaknya hilang di makan waktu.
Rico tertawa sembari menggelengkan kepalanya pelan. “Pah, kenapa Papah sangat membela wanita ini? Kenapa Papah sampai menghukum Rico hanya karena tidak bisa bertanggung jawab dengannya?”
“Wanita ini bukanlah wanita baik - baik yang kita harus junjung harga dirinya, atau harus kita agungkan, sehingga dia lebih di hormati dari pada anak kandung sendiri!” Makinya pada Papahnya.
Bima menatap putranya penuh dengan kecewa. “Kamu pikir, kamu ini adalah laki - laki terbaik? Yang sampai harus hormat sama kamu dulu baru akan kamu nikahi, kamu pikir siapa yang mau punya menantu seorang pria yang tidak bertanggung jawab seperti kamu ini? Hanya Ririn yang mau, karena dia tidak memiliki orang tua dan tidak akan berkonflik dengan kamu.” Rico terdiam mendengar kalimat Papahnya yang seperti sudah tidak menganggapnya.
__ADS_1
“Rico, kamu jangan perlakukkan anak perempuan orang seperti ini, kamu datang pada dia dengan menjanjikan sebuah cinta dan pernikahan, dan sekarang kamu lepaskan dia dengan cara yang tidak berkamanusian, kamu hamili dia lalu kamu buang begitu saja, wanita itu bukanlah seekor kucing luar di tepi jalan.”
“Suatu saat nanti, kamu akan mendapatkan balasan dari dosa kamu yang telah menyakiti seorang wanita seperti ini, ingat! Karma itu berlaku! Kamu tahu kenapa?! Karena kamu sudah merusak keluarganya dan mencoreng harga dirinya, kamu merasa jika semua bisa kamu bayar termasuk harga dirinya, kamu terlalu sombong, tapi kamu lupa jika di atas langit masih ada Allah yang akan memberikan balasan yang setimpal. Kamu pikir kamu akan hidup bahagia setelah ini? Tidak! Kamu akan hidup menderita selamanya.” Bima terus menceramahi putranya. Tetapi sepertinya itu hanya di anggap hal sepeleh untuk Rico. Karena nampaknya pria itu hanya memasukannya lewat telinga kanan dan di keluarkan kembali lewat telinga kiri.
“Sudahlah, terserah kamu mau bilang apa, yang jelas besok kamu harus menikahi Indri! Kalau tidak, Semua fasilitas mu sekarang akan Saya ambil, dan bahkan pekerjaan sebagai Supervisorpun tak layak kamu dapatkan.” Kalimat Bima terakhir sebelum dia pergi meninggalkan anak laki - lakinya itu yang sedang berdiri dengan emosi serta kebingungan.
“Areegghhhhhh.” Teriaknya frustasi, ketika Papahnya malah lebih membela wanita itu.
Dia mengusap wajahnya kasar, karena tidak memiliki kuasa apa - apa, seluruh harta yang dia punya memang merupakan harta Papahnya, bahkan rumah yang dia tempati ini di beli oleh Papahnya 2 tahun yang lalu, karena semua hasil gaji yang di berikan Papahnya dia habiskan untuk membayar semua Pinalti yang di buat oleh Ririn, barang - barang mewahnya dan juga segala Macam operasinya.
Dia tidak memiliki apapun, dan kalau dia Benar - benar di pecat. Maka sudah pasti dia akan menjadi gelandangan di pinggir jalan.
****
“Aku ingin membatalkan kontrak kita.” Ucapnya, meminta pada Varel untuk membatalkan kontrak kerjanya.
Varel duduk dengan senyum di wajahnya, “Wow, kamu datang ke sini biasanya memohon merangkak kepadaku untuk menyinarkan kembali popularitasmu itu, tetapi sekarang kamu datang ke sini karena kamu ingin mengakhiri kontrak kerja kita?!” Ujarnya, dengan meminum alcohol yang ada di tanganya.
Ririn terlihat menangis di depan pria itu, “Kamu yang membuatku mengambil langkah ini! Kamu menolak mengkui bayi kita, hingga aku harus bersandiwara lagi untuk bisa bersama dengan Rico.” Tungkasnya dengan amarah. Tetapi Varel malah tersenyum, dan merasa jika dia membuat kesalahan apapun.
“Bagaimana ya, dulu aku emang merasa suka dengan kamu, sampai aku menginginkan kehancuran Rico, tetapi! Aku sudah mendapatkan wanita lain, yang lebih muda, yang lebih kencang dan yang tentunya masih pe ra wan. Jadi aku tidak akan mau menerima bayi dari rahimmu, yang mungkin saja sudah terkena cairan dari pria lain lagi selain aku dan Rico.” Balasnya dengan begitu santai.
Tangan Ririn terkepal sempurna, “kamu pikir kamu siapa bisa berkata seperti itu denganku?! Mau janin ini terkena cairan Rico, tapi bayi ini tetap bayimu! Aku tidak pernah lupa meminum pilku jika bersama dengan Rico, tetapi kamu! Dengan sengaja menyembunyikan pil kontrasepsiku sebanyak 3 kali hingga aku bisa kebobolan seperti ini.” Makinya, benar - benar tidak terima dengan kalimat yang di berikan oleh Varel.
“Sudahlah, kita akhiri saja kontrak ini, dan sesuai perjanjian, kamu harus membayar 3M untuk mengakhiri kontraknya,” Varel merasa jengah dengan kalimat Ririn yang selalu sama.
__ADS_1
“3M kamu gila ya?! Uangku tidak sebanyak itu.” Ririn menyentak Varel, yang seperti ingin memerasnya. Namun Vare hanya tersenyum dan memperlihatkan kontrak kerja yang ada.
Di situ tertulis dengan jelas jika Ririn mengajukan untuk pemberhentian kontrak, maka dia harus membayar sebesar 3M.
“Minta suami tersayangmu untuk membayarnya, seperti apa yang biasa dia lakukkan,” balasnya, seakan sudah menghafal sikap ke dua insan ini.
Ririn menatap Varel dengan tatapan penuh amarahnya. Pria ini sudah menghamilinya, dan lalu sekarang memerasnya. Benar - benar pria tidak beradab.
Dan karena tidak ada lagi yang akan mereka bicarakan, Ririn mengambil tasnya dan berlalu pergi begitu saja. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukkan saat ini.
Yang pasti, dia hanya akan terus berdoa agar rahasia tentang perselingkuhannya dan juga hamil anak dari pria lain itu tidak terbongkar. Dan yang paling penting sekarang, dia harus meminta Rico untuk membayar pinaltinya. Dia tidak mau terus berada di dalam Management Varel, dia sudah muak melihat pria yang tidak bertanggung jawab itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1