Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Pertengkaran Rico dan Indri


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Pulang dari restoran tadi, Rico dan Ririn kini tengah berciuman panas. Mereka masuk ke dalam kamar mereka dengan gairah yang sudah menggebu - gebu.


Rico membantu Ririn untuk membuka pakaiannya, begitupun dengan pakaiannya. Dan tanpa pemanasan, Rico langsung menancapkan kukubirdnya dengan terburu - buru.


“Ahhhh pelan sayang, santai! Tidak ada yang memburu kita.” Ucap Ririn, menenangkan Rico yang menggagahinya dengan terburu - buru. Tidak ada kenikmatan sama sekali.


Tetapi Rico tidak mendengarkannya sama sekali, suaminya itu masih tetap saja mengejar kenikmatannya sendiri tanpa memperdulikan dirinya.


Sampai 20 menit kemudian, Rico mengalami pelepasan, dan langsung tidur. Karena dirinya benar - benar lelah.


Sebenarnya dia sudah malas berhubungan malam ini, karena tadi siang dia sudah mendapatkan jatah itu dari Indri, makanya malam ini dia tidak bisa semaksimal itu walaupun dengan istrinya sendiri.


Ririn yang kesal, karena belum mendapatkan pelepasannya, memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan sisa - sisa cairan suaminya dan melakukkannya sendiri di dalam kamar mandi. Karena kalau punyanya tidak keluar, dia merasakan sakit kepala yang sangat hebat.


****


Dua hari berlalu, Rico merasa sangat gelisah ketika dia tidak bisa menghubungi Indri. “Roma,” panggilnya pada asistennya.


“Ya, Tuan.” Sahut Roma dengan menundukan kepalanya sopan.


“Pinjam ponselmu,” Rico curiga jika nomornya di blokir oleh Indri, jadi dia berpikir akan meminjam ponsel sekertarisnya untuk mengecek, apakah benar nomornya di Blokir ataukah memang tidak aktif.


Roma sebenarnya agak bingunh, namun dia tetap mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada bosnya itu.


Menerima ponsel Roma, Rico langsung mencatat nomor Indri, dan mencoba mengirimkan pesan singkat yang ternyata cetang dua.


“Kan, benar, nomor aku di Blokir sama dia.” Rico merasa geram, langsung bangkit dan bergegas pergi ke rumah Indri.


Seharusnya kemarin dia sudah pulang, tetapi dia tidak dengan jadwal gadis itu hari ini. Dan semoga saja dia ada di rumah.


“Tuan.” Panggil Roma, ketika ponselnya di bawa oleh Rico. Namun karena bosnya itu sudah masuk ke dalam lift, akhirnya Roma hanya bisa pasrah jika ponselnya di bawa.


****

__ADS_1


Sesampainya di rumah Indri, Rico melihat rumah Indri tertutup, dia langsung turun dan mencoba mengetuknya.


“Apakah dia lagi dalam penerbangan?” Tanya Rico pada dirinya sendiri.


Tetapi sebuah kebetulan sepertinya berpihak padanya. Karena ketika dia mau melangkah pulang, sebuah mobil khusus dari penerbangan Air Asia berhenti tepat di depan rumah Indri.


Dan Rico yakin, jika itu adalah Indri tang baru saja pulang dari penerbangannya. Di sore hari ini.


“Kenapa nomor aku di blokir?!” Rico langsung bertanya, tanpa melihat situasi.


Padahal jelas - jelas masih ada supir air asia di sana yang sedang membantu menurunkan barang - barang miliknya.


Indri tersenyum kikuk, lalu mengucapkan terima kasih kepada sang bapak supir sebelum akhirnya mobil itu pamit pergi.


“Untuk apa kamu ke sini?” Tanya Indri, langsung dengan suara yang ketus. Lalu dia bergegas membuka rumahnya, dan mencoba mengangkat kopernya sendiri.


Namun dengan cepat Rico menahannya, dan mengambil alih untuk membawakan koper kekasihnya itu masuk.


Indri merasa kesal, tetapi dia memilih untuk diam saja. “Aku tanya sekali lagi, kenapa kamu memblokir nomorku?!” Tanyanya, ketika Indri terlihat masuk ke dalam dapur dan mencuci piring.


“Aku tidak memblokirmu.” Jawab Indri bohong, dan mencoba mengabaikan Rico yang masih berdiri di belakangnya.


Indri menghela nafasnya, “kepencet mungkin.” Balasnya lagi untui menghindari masalah.


Rico tersenyum sinis mendengar jawaban Indri yang mengatakan jika memblokir nomornya adalah sebuah ketidak sengajaan karena kepencet. “Kalau memang kepencet, kenapa kamu tidak membukanya lagi? Kamu bahkan tidak ada etikad mau menghubungiku? Atau sekedar menanyakan kabarku? Indri kamu kenapa sih?!” Rico benar - benar tidak sabar menunggu jawaban Indri yang sebenarnya.


Tetapi Indri masih diam saja, dan terus menyelesaikan pekerjannya yang sedang mencuci piring.


Merasa kesal karena di abaikan, Rico langsung mengambil alih pekerjaan Indri. “Biar aku saja! Lebih baik kamu pergi dari sini!” Indri mengusir Rico, membuat pria itu terkejut mendengarnya.


Rico memundurkan langkahnya sejenak, mencerna kalimat Indri yang mengusirnya.


“Arrrrgghhhhh,” teriaknya dengan penuh rasa histeris.


Prannnggggggg, Rico membanting gelas kaca yang berisikan Coffe di atas meja, mungkin itu milik Indri tadi pagi. Lalu dia mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Pecahan dan coffe tadi, mengenai tubuh Indri, membuat wanita itu langsung menghentikan gerakannya. “Aku bahkan tidak tahu kenapa kamu marah sama aku? Aku bicara sama kamu tapi kamu mengabaikanku seakan aku tidak ada artinya untukmu.” Protes Rico, membentak Indri yang saat ini sudah meneteskan air matanya.


Tetapi karena tidak mau ribut, Indri langsung bergegas naik ke atas menuju kamarnya untuk mandi. Dia bahkan melewati pecahan - pecahan serpihan gelas itu tanpa membalas kalimat Rico sedikitpun.


Kembali di abaikan, Rico tentu saja tidak terima, dia menyusul Indri ke kamarnya. Tetapi sampai di atas dia malah mendapatkan pintu kamar Indri yang terkunci.


“Sayang! Buka pintunya!” Pinta Rico, masih dengan suaranya yang baik - baik.


Rico yang memiliki kesabaran setipis tissue, mulai merasa kesal.


“Indri buka pintunya?! Kalau tidak aku dobrak pintu ini!” Ancamnya, namun masih tidak di perdulikan oleh Indri.


Wanita itu malah terdengar sedang menangis di dalam kamarnya. Rico tidak bisa sabar menunggu sampai Indri membuka pintu.


Brakkkk, braaaakkk, braaakkkk, dia mendobrak pintu itu, membuat Indri menangis jingkrak di dalam sana. “Huwwaaaaaa, Hiskkk, Hiskkkk, pergi kamu! Aku tidak mau melihat kamu lagi?!” Indri kembali mengusir Rico, namun semua ini di abaikan oleh pria itu.


“Kamu kenapa sih? Kamu bisa bilang sama aku! Kamu kenapa?” Tanya Rico lagi, berusaha membujuk Indri mengatakan jika memang dia ada membuat kesalahan.


Plaaaakkkkkk, Rico menampar Indri karena Indri terus saja menggila mendorongnya dan mengusirnya. Indri menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukkan oleh Rico kepadanya.


“Sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menamparmu, hanya saja aku tidak tahan melihat kamu yang marah, tanpa memberitahukan apa kesalahanku.” Ucap Rico, meminta maaf karena sudah menampar wajah Indri dengan begitu keras.


“Hiskkkk, hiskkkk, bukan kamu yang salah, tapi aku!! Salah aku karena sudah berhubungan dengan pria yang sudah beristri! Salahku karena menjadi seorang pelakor! Dan salah aku karena aku mencintai pria toxic seperti kamu!” Suara Indri dengan lantam berteriak di depan wajah Rico.


Dia marah, dia benar - benar marah dengan Rico yang tanpa tahu malu masih mendatanginya, memanggilnya sayang seakan - akan dia pria yang sempurna dan kini pria itu malah menamparnya. Benar - benar menunjukan betapa buruknya kwalitas pria ini.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2