Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Perasaan Rico Sebenarnya


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


“Astaghfirullah,” lirih Erwin terkejut mendengar suara nyaring yang berasa dari kamar mandi luar.


Erwin langsung bergegas keluar untuk mengeceknya.


“La illah ha illahlah, Rico.” Jeritnya terkejut, melihat Rico terjatuh pingsan di kamar mandi, dengan darah yang sangat banyak di wastafel serta tangannya.


Sepertinya Rico baru saja mengeluarkan batuk berdarah, dan bahkan hidungnya terus saja mengeluarkan darah.


Erwin bergegas menelpon ambulance untuk membawa Rico ke rumah sakit. Dia juga merasa sedikit khawatir dengan keadaan pria itu.


Namun, Erwin masih menyempatkan dirinya untuk sholat subuh terlebih dahulu agar bisa mendoakan kesehatan Rico, lalu dia menyusul Rico yang sudah di bawa oleh ambulance.


***


Sesampainya di rumah sakit, Erwin mendapatkan kabar jika keadaannya sudah sangat kritis. “Ya allah, berikanlah kesembuhan untuk pria itu Tuhan.” Ucap Erwin, merasa sangat kasihan pada Rico.


Sudah berapa lama anak itu mengidap penyakit ini? Sepertinya sudah sangat lama, karena dari yang tadi dia lihat penyakitnya sudah sangat parah.


“Keluarga Pasien Rico.” Panggil Dokter yang sejak tadi menangangi Rico.


“Hem, saya mertuanya dok.” Jawab Erwin asal, kerena setahunya Rico sudah menikah dengan Indri dulu. Karena Indri pernah mengirimkan pesan padanya jika akan menikah sirih dengan Rico, walaupun pada akhirnya tidak di balas olehnya.


“Apakah Bapak tahu jika pasien menderita Kanker otak Stadium akhir pak?” Tanya Dokter itu lebih dulu.


Erwin dengan ragu menganggukan kepalanya, karena dia memang sudah tahu tadi malam. Tetapi yang dia tahu jika hanya Kanker, dia tidak tahu jika kanker itu sudah mencapai tahap akhir.


Dan bahkan sebelumnya Erwin hanya berpikir jika sakit parah itu hanyalah sebuah Skenario yang di buat oleh Rico karena ingin mendapatkan simpatinya.

__ADS_1


“Begini Pak, Kondisi Rico sangat - sangat parah, bahkan jika melakukkan Kemo saat ini, sepertinya sudah sangat tidak berguna Pak, dan saya bisa prediksikan jika hidupnya kurang dari 2 minggu Pak.” Jelas dokter itu, memberitahukan Erwin tentang sakit yang di derita oleh Rico.


Erwin menutup mulutnya tidak percaya, bagaimana bisa akhir hidup pria itu bisa setragis ini. “Dok, bukankah Kanker itu bisa sembuh dengan Kemo dan pengobatan, lalu kenapa sekarang dokter mengatakan jika itu sudah tidak berguna padanya?” Tanya Erwin, sepenasaraan itu kenapa dokter sepertinya sudha menyerah dengan pengobatan untuk Rico.


“Karena sepertinya pasien Rico sudah mengalami sakit ini sekitar 3 atau 4 tahun pak yang saya prediksi, mungkin bisa saja 2 tahun belakangan ini yang seharusnya dia mendapatkan pengobatan atau kemo, dia tidak melakukkannya, jadi semakin parah dan terus dia biarkan, bahkan saya juga curiga jika dua bulan terakhir ini dia sudah tidak meminum obatnya.” Jawab dokter itu. Membuat Erwin semakin bingung, sebenarnya apa yang di lakukkan pria ini.


Apakah dia selemah itu pada kehidupan? Atau dia memang ingin di jemput oleh kematian agar bisa segera pergi?


***


Setelah dokter menjelaskan penyakit Rico tadi, Erwin memilih untuk masuk ke dalam ruang rawat Rico.


Dan dia melihat jika pria itu sudah sadar, “apakah kamu sudah merasa membaik?” Tanya Erwin, ketika pandangan Rico terus saja kosong.


Rico menggelengkan kepalanya. “Tidak ada Om.”


“Maafkan saya ya Om, karena sudah merepotkan Om, harusnya saya bisa mengurus diri saya sendiri Om.” Ucapnya tidak enak, karena kedatangannya ke Pekan Baru, bukannya membuat nyaman Erwin, malah harus merepotkannya.


“Kenapa kamu tidak melakukkan Kemo atau operasi untuk menghilangkan Sel Kanker ini?” Tanya Erwin, langsung to the point. Dia sangat marah ketika melihat seseorang yang tidak menghargai kehidupannya seperti apa yang di lakukkan oleh Rico ini.


Rico tersenyum menanggapi pertanyaan Dari Papahnya Indri itu. “Tidak perlu membuang waktu dengan menyembuhkannya Om, takdir manusia adalah meninggal, tergantung kapan akan di jemput.” Jawab Rico dengan santai.


Tetapi Erwin tahu, jika di balik jawaban yang Rico berikan itu ada terselip rasa sakit.


“Apakah keluarga kamu tahu tentang penyakitmu ini?” Tanya Erwin lagi, dan Rico menjawab dengan gelengan kepalanya.


“Sejak kecil, aku di besarkan hanya untuk menjadi alat agar bisa mempin perusahaan Om, ketika Kakak perempun saya bisa bermain, dan menentukan apa yang dia inginkan, saya tidak bisa Om.”


“Papah bilang, karenq saya laki - laki, jadi saya harus tumbuh dengan kuat dan bahkan pintar. Mamah dan Papah sudah mengatur jadwal saya sepadat mungkin, tidak ada jeda untuk bermain, jeda hanya saya dapatkan ketika saya tidur. Ketika saya kecil, saya di tuntut untuk bisa dewasa om.”

__ADS_1


“Dan ketika saya dewasa, saya menikahi Ririn yang saya pikir mencintai saya. Dan bahkan demi dia saya melawan keinginan Papah, saya memberikan segalanya untuknya agar dia mau mencintai saya dengan tulus, karena saya tidak mendapatkan itu dari ke dua orang tua saya Om.”


“Dan ternyata saya tidak mendapatkannya, hingga saya bertemu dengan Indri, entahlah, mungkin saya memang bodoh. Sehingga ketika saya sudah dewasa, semua yang di katakan oleh Papah menurut saya itu adalah salah. Karena dari kecil Papah yang menuntut kehidupanku, dan aku pikir sekarang juga seperti itu.”


“Saya bertahan, hanya karena saya berpikir jika saya adalah anak laki - laki satu - satunya, tetapi, ketika saya tahu jika Papah memiliki anak laki - laki lain, dan lebih menyayanginya, apa lagi saya tahu ketika dulu saya di kandungan Mamah, saya adalah anak yang tidak di inginkan.”


“Dari situ, saya merasa jika memberitahu mereka adalah sebuah kesia - siaan Om, Papah juga sudah mendapatkan anak laki - laki yang lain, yang bisa menjadi kebangganya, jadi meskipun aku pergi, itu tidak akan ada bedanya om.” Rico menceritakan semua perjalanan kecilnya. Membuat Erwin merasa jika kehidupan Rico di masa lalu itu sangatlah menderita.


“Tetapi, saya sudah berbuat jahat dengan Indri Om, saya pernah Menamparnya dua kali, jadi kalau om Mau balik menampar saya sekarang, saya terima Om.”


“Dan karena keegoisan saya juga menyebabkan Indri kecelakaan dan akhirnya dia keguguran.”


Rico mengangkat pandangannya, “Saya selalu lupa jika saya adalah seorang anak pembawa sial Om, sehingga ketika saya masuk ke dalam hidup Indri, saya juga membuat sebuah kesialan untuknya, bahkan dia sampai harus kehilangan Mamahnya.”


“Maafkan saya Om, maafkan atas semua kesalahan saya.” Ucapnya Lagi, dengan di iringi isak tangis yang begitu memilukan.


Erwin langsung memeluk tubuh Rico yang masih terbaring dengan lemah. Dia memeluk tubuh anak laki - laki itu, karena dia tidak menyangka jika kepedihannya bisa sesakit itu.


Dia tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tetapi dari tatapan matanya. Siapapun pasti bisa melihat jika dia banyak menyimpan seribu luka di dalamnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2