Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Mendatangi Orang Tua Indri


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


“Hiskkkk, hiskkkk, bukan kamu yang salah, tapi aku!! Salah aku karena sudah berhubungan dengan pria yang sudah beristri! Salahku karena menjadi seorang pelakor! Dan salah aku karena aku mencintai pria toxic seperti kamu!” Suara Indri dengan lantam berteriak di depan wajah Rico.


Dia marah, dia benar - benar marah dengan Rico yang tanpa tahu malu masih mendatanginya, memanggilnya sayang seakan - akan dia pria yang sempurna dan kini pria itu malah menamparnya. Benar - benar menunjukan betapa buruknya kwalitas pria ini.


Tentu saja mendengar hal itu, Rico merasa sangat terkejut sekali. “Sayang, apa yang kamu bicarakan? Pria beristri apa? Aku belum menikah sayang, kamu salah paham.” Balas Rico, masih mengelak menutupi semuanya.


Indri tersenyum sambil menggeleng - gelengkan kepalanya dengan senyumnya. Bisa - bisanya laki - laki ini masih tidak mengakui kalau dia sebenarnya sudah memiliki istri.


Merasa malas untuk berdebat, Indri langsung megambil ponselnya dan membuka instagram mikik Ririn, “kamu masih mau ngelak apa lagi?” Tanyanya, semakin membuat Rico terpaku.


“Sayang, itu -“


“Gak usah berdebat! Jawab aja! Ini foto kamu bukan?!” Tanyanya, kembali menuntut jawaban pria itu.


“Iya, itu foto aku! Tapi kamu gak ngerti?!” Jawabnya sambil memikirkan jawaban lain untuk beralasan agar dia tidak kehilangan kekasihnya.


“Gak ngerti apa? Apanya yang aku gak ngerti? Coba jelaskan sama aku? Di bagian mana yang aku tidak mengerti?” Indri bahkan sampai tersenyum, karena tidak tahu alasan apa lagi yang akan di berikan Rico kepadanya.


Rico menghela nafasnya, lalu dia duduk di atas tempat tidur. “Dia memang istriku, tetapi kita suda mengajukan perceraian, kita menikah karena di jodohkan, kalau kamu tidak percaya, coba deh kamu tanya Kak Raisa.” Balasnya, merasa bahwa dia yang paling tersakiti.


Indri tidak habis pikir dengan kalimat yang di katakan oleh Rico, “jelas - jelas kemarin kalian bermesraan, dan sekarang kamu mengatakan jika mau mengajukan cerai.”


“Lain kali, kalau mau bohong! Jangan sama aku! Sudah cukup aku di bohongi semingguan lebih ini.” Indri menghapus air matanya. Dia tidak mau terlihat lemah di hadapan seorang pria.


Apa lagi prianya itu hanyalah seperti Rico, pria tidak tahu malu, mempunyai istri masih saja mencari gadis yang lain.


“Enggak, kamu -“


“Keluar! Aku butuh istirahat sekarang!” Indri dengan tegas megusir Rico, membuat pria itu akhirnya tidak mempunyai pilihan lain, selain melangkahkan kakinya untuk pergi dari rumah Indri.

__ADS_1


“Aku akan keluar, tetapi aku pasti akan datang lagi.” Tungkasnya, memberikan Indri sebuah pesan jika dia pasti akan datang lagi.


Sepeninggalan Rico, Indri langsung terduduk, tubuhnya terasa sangat lemah dan dia merasa ingin berteriak sekencang mungkin untuk meluapkan emosinya.


***


Di sisi lain, Ririn yang pamitnya ingin berangkat kerja, tetapi ternyata malah pergi mengunjungi rumah orang tua Indri di PekanBaru.


“Ohh, jadi Nak Ririn ini temannya Indri ya?” Tanya Novia, Mamah dari Indri.


Ririn yang terlihat sudah duduk dengan santai di meja makan, membuatnya tersenyum dengan ramah. “Iya benar, saya adalah teman Indri tante.” jawabnya dengan ramah.


Karena hari ini adalah hari sabtu, merupakan hari weekend, jadi ke dua orang tuanya Indri ada di rumah.


“Jadi ada perlu apa Nak Ririn ke sini?” Erwin, Papah Indri, sedari tadi penasaraan kenapa wanita yang mengaku teman putrinya ini datang ke rumahnya, bukankah kalau mereka memang berteman harusnya dia tahu jika Ririn ada di Jakarta bukan di Palembang.


Mendengar pertanyaan itu, Ririn langsung memasang wajahnya sedih. Bahkan dia tanpa sengaja meneteskan air matanya dengan pelan. “Dulu, kita adalah teman dekat Om. Tetapi sekarang -“


“Nak Ririn, apakah kamu baik - baik saja?” Tanya Novi, lalu memberikan tissue pada Ririn agar segera menghapus air matanya.


Ririn menggelengkan kepalanya pelan. “Saya tidak baik Tante, saya datang ke sini sebenanrnya ingin meminta pertolongan Om sama Tante.” Jawabnya, lalu menatap ke dua orang tua Indri secara bergantian.


“Mau minta tolong apa?” Tanya Erwin, merasa segan dengan keadaan ini.


Ririn dengan tangisnnya, bergerak mencari sesuatu di dalam tasnya, lalu memberikan amplop coklat itu kepada Novi.


“Indri berhubungan dengan suami saya Om, Tante, padahal dia jelas tahu kalau Rico dan Aku sudah menikah selama lima tahun.” Ucap Ririn, membuat ke dua orang tua Indri shok mendengarnya.


Erwin menggelengkan kepalanya pelan, lalu membuka isi dari amplop itu. Dia melihat semua foto - foto mesra anaknya dengan seorang pria yang katanya adalah suami dari wanita di hadapan mereka ini.


Ririn sangat beruntung, karena detektif sewaanya, bisa mendapatkan akun Indri yang ke dua. Di mana di dalam akun itu, terdapat banyak sekali foto Indri bermesraan dengan Rico selama seminggu ini. Waktu di hotel bandung, liburan bersama, ber ciuman di mobil, di rumahnya, dan bahkan banyak foto yang bisa di bilang terlalu vul gar untuk mereka yang notabennya hanyalah seorang kekasih.

__ADS_1


Erwin langsung mengucapkan istighfar banyak - banyak. Dia tidak menyangka jika anak gadisnya bisa seliar ini di Jakarta.


“Saya dan suami saya, memang memiliki hubungan yang rumit akhir - akhir ini, dan itu membuat Indri dengan beraninya merebut Rico dari saya. Mereka menjalin hubungan bahkan saya sudah menegur mereka, tetapi sepertinya mereka tidak mendengarkan saya dan masih terus melanjutkannya.” Ririn menambahkan sedikit bubuk propokasi di dalamnya.


Agar ke dua orang tua Indri ini tahu, bagimana kelakuaan buruk anak mereka.


“Ya Allah Pak, Indri Pak. Bagaimana bisa dia mempermalukan kita seperti ini?” Novi merasa badanya langsung lemas. Dia bahkan nyaris terjatuh karena ingin pingsan.


Erwin sebenarnya juga merasa shok mendengar kabar ini. Dia menghela nafasnya berulang - ulang kali, memperlihatkan rasa kecewanya. “Sebaikanya kamu pulang saja dulu, dan urusan Indri pasti akan kita tegur. Kamu jangan khawatir, anak saya pasti akan menjauhi suami kamu.” Erwin meminta Ririn untuk pergi dari rumahnya.


Dia tidak bisa berpikir jika selalu di hasut terus menerus. Belum lagi istrinya yang terlihat nyaris pingsan, membuatnya tidak ingin ada orang lain terlebih dahulu.


“Baik Om, saya akan pulang, tetapi tolong sekali ya Om, saya sangat mencintai suami saya, kasih tau Indri om kalau menjadi pelakor itu tidak baik.” Ririn kembali mengungkapkan niatnya dan meminta tolong pada ke ayah Indri, agar mau memberikan peringatan kepadanya anaknya agar tidak sembarangan menganggu suami orang.


Ketika melangkahkan kakinya keluar, Ririn tersenyum dengan puas ketika melihat reaksi orang tua Indri yang sangat Shok seperti itu. “Ini resiko untuk kamu, karena berani mencari masalah denganku!” Lirihnya pelan, lalu mengirimkan pesan pada Managernya untuk membuat kejutan pada sang Pelakor.


*To Be Continue. **


Gengs, Maaf ya Mimin Kemarin gak Update, soalnya tangan kanan Mimin berasa mati rasa. Merasa gak nyaman, jadi 2 hari kemarin Mimin nulisnya juga gak maksimal bahkan libur. Jadi harap di maklumin ya gengs 🙏🏻🙏🏻


Dan mohon maaf sebesar - besarnya 🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2