Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Sebuah Pencerahan


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Sedangkan di sisi lain, Zayline dan Indri kini terlihat sedang menghadiri acara 7 bulanan teman Zayline.


Awalnya Indri menolak untuk ikut, tetapi Zayline memaksanya agar bisa sedikit merefreshkan otak mereka, karena nanti di sana akan ada tausiyah dari seorang Pak Ustadz ternama.


Ketika mereka sedang mendengarkan Ceramah tentang perjalanan sebuah roh yang meminta izin untuk menjadi seorang janin yang akan bertumbuh dan menjadi nyawa seorang bayi, Indi tiba - tiba saja tergerak untuk bertanya mengenai bayi yang hadir di luarnya sebuah pernikahaan.


Di saat sesi tanya di buka, akhirnya Indri mengangkat tangannya untuk memberikan sebuah pertanyan. “Assalamualaikum Pak Ustadz, Nama saya Indri dan saya ingin bertanya mengenai tanggapan Pak Ustadz mengenai bayi yang lahir dari rahim seorang ibu tanpa sebuah pernikahaan, apakah ketika lahir anaknya akan di sebut sebagai anak haram? Dan apakah dalam


Agama sebuah tindakan Abor si itu di izinkan Pak, terima kasih.” Indir memberikan pertanyaannya, yang juga di jawab anggukan kepala oleh beberapa orang.


Mungkin mereka juga sedang memikirkan hal terkait ini. Dan untuk menjadi pengajaran mereka di kedepannya nanti.


“Baik, pada Intinya yang saya tangkap dari pertanyaannya Indri adalah apakah di dalam Agama perbuatan Abor si itu di izinkan?” Ustadz yang bernama Usman itu mengulang kembali pertanyaan Indri dan tersenyum menatap tamu - tamu yang lainnya.


“Tidak ada di dalam Al - Quran perbuatan membunuh itu di izinkan! Seperti apa yang kita bisa baca dalam Surat al-An'am ayat 151, Surat al-An'am ayat 151 menjelaskan bahwa haram membunuh jiwa kecuali karena terdapat alasan yang bisa dibenarkan, Kemiskinan bukanlah alasan pembenaran untuk melaksanakan aborsi. Yang artinya apa? Kalau hanya alasan kemiskinan, malu, atau apapun yang membuat kalian merasa janin itu adalah beban, lebih baik kalian bertobat sekarang, karena Allah akan murka dan mencabut semua kenikmatan yang telah diberkan kepadamu.”


“Kalau memang ada teman atau kerabat kalian yang hamil di luar nikah, jangan membuat dosa baru dengan melakukkan abor si, kalian melakukkan Zinah saja itu sudah dosa besar, dan jangan lakukkan dosa yang lain, lahirkan anak itu, dan taatlaj kepada Allah mulai hari ini dan jangan sembarangan berhubungan dan membuat dosa lagi. Kalau memang si laki - laki tidak mau bertanggung jawab, ya sudah gedein anak itu sendiri, percayalah Allah tidak akan menguji hambanya yang taat di luar batas kemampuan, pasti akan ada pertolongan yang dia berikan kepada setiap hambanya yang memerlukan, anak adalah sebuah kado terindah dari Allah, banyak yang menantinya.” Usman memberikan nasehat kepada siapa saja, dan terkhususnya untuk Indri, dia bukan tidak tahu siapa wanita yang sedang mengajukan pertanyaan kepadanya ini.


Banyaknya berita yang sliweran, dan bahkan istrinya juga pernah menanyakan tentang berita tentang dia.


Bukan karena istrinya ingin menggibah, tetapi istrinya hanya ingin mendengar penjelasan suaminya tentang haramnya sebuah perselingkuhan dan istrinya memberikan contoh berita itu.


Ketika acara sudah selesai, Ustadz Usman dengan khusus mendatangi Indri yang sepertinya sedang kebingungan dengan masalah yang menimpahnya saat ini.

__ADS_1


Belum lagi, masih banyak pasang mata yang menantap jijik ke arahnya, pasti orang - orang itu juga mengetahui tentang berita yang menyeret namanya.


“Asalamualaikum Nak Indri.” Sapa Usman.


“Waalaikumsalam Pak Ustadz.” Balasnya dengan senyumnya yang tipis.


“Kenapa sendiri di sini? Tidak gabung dengan yang lain?” Tanya Usman dengan lembut.


“Tidak Pak Ustadz, saya ke sini karena menenamani sahabat saya, dan saya tidak mengenali yang punya acara, jadi saya khawatir mereka tidak akan suka dengan saya, apa lagi Pak Ustadz bisa lihatkan kalau saya sedang menjadi pusat perhatian.” Jawabnya dengan memberikan alasannya.


Usman terlihat tersenyum dan dia juga mengerti dengan apa yang sedang di rasakan oleh wanita muda di hadapannya ini.


“Apapun yang terjadi, jangan terlalu di anggap beban, yakinlah jika yang terjadi saat ini adalah sebuah hadiah yang akan kamu syukurin nantinya.” Usman kembali memberikan nasehat pada Indri. Membuat Indri terus merasa kepikiran di setiap waktunya.


Hingga sampai dia pulang dari acara itu, Indri terus saja diam meskipun Zayline sedang mengajaknya bicara.


Hingga sampai saat malam tiba, Indri masih terus memikirkan apa yang di katakan oleh Pak Ustadz tadi, dan juga tawaran Bima yang meminta dia untuk menikah sirih dengan Rico besok.


“Indri.” Tegur Zayline lagi, karena dia merasa khawatir dengan Indri yang terus menerus diam sejak tadi.


Saat ini Indri sudah tinggal di rumah Zayline, karena sahabatnya itu memaksa dengan alasan khawatir jika Indri akan melakukkan hal yang di luar batas lagi.


Begitupun juga dengan barang - barang milik Indri, dia sudah memindahkannya tadi pagi dan sebagaiannya juga sudah ada yang di jual, jadi rumah Indri di sana benar - benar kosong dan rencananya besok mereka akan memasang iklan dan banner jika rumah itu di jual.


Indri menoleh pada Zayline yang sedang berdiri di belakangnya. “Indri, Tuan Bima tadi menelpon dan menanyakan apa keputusan kamu?” Zayline juga menyampaikan pesan dari ayahnya Rico untuk menanyakan tentang keputusan pernikahaan ini.

__ADS_1


Indri menundukan kepalanya, lalu dia kembali mengangkatnya lagi dengan melihat ke arah luar. “Aku akan menikah dengannya Zay, agar anak aku punya nama ayahnya, aku tidak akan melakukkan abor si, dan aku masih sanggup membesarkan anak ini sendiri tanpa dia harus menafkahinya.” Indri memberikan keputusaanya.


Membuat Zayline sedikit tertegun, “Indri, kamu harus ingat! Wanita yang hamil di luar nikah itu tidak seburuk itu yang kamu pikirkan, kamu masih bisa menjalankan kehidupan kamu seperti biasa dan kamu juga pasti akan mendapatkan bahagianya.”


“Tetapi, kalau kamu memang dari awal sudah tahu kalau Rico tidak ingin bertanggung jawab dan pernikahaan ini terjadi karena paksaan dari Om Bima, maka kamu juga tidak boleh menaruh harapan besar kepadanya, karena pria yang dari awal sudah tidak mau bertanggung jawan, sampai akhirpun nanti mereka tetap tidak akan tanggung jawab.” Zayline memberikan nasehat kepada Indri.


Dia tahu bagaimana sulitnya berada di posisi Indri saat ini, dia juga tidak bisa melakukkan apapun, dan untungnya kedatangannya ke rumah Orang tua Rico kemarin ada sedikit membuahkan hasil.


Kini Indri tidak berdiri dengan kakinya sendiri, masih banyak orang yang akan membela dan memperjuangkan keadilan untuknya.


Indri tersenyum menanggapi kalimat Zayline, dia tersenyum dengan di iringi air matanya yang menumpah ruah. “Terima kasih ya Zay, kamu memang adalah sahabat terbaikku, terima kasih atas semua bantuanmu dan segala nasehatmu, maaf kalau aku sangat merepotkan.” Ujarnya,


Lalu memeluk erat tubuh Zayline.


“Sama - sama Indri, mulai sekarang hidup dengan bahagia ya, ingat! Ada nyawa yanh harus kamu perjuangankan.” Balas Zayline dengan tulus.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2