
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Setelah mereka puas mengambil foto dan banyak mengobrol tadi, kini mereka bertiga terlihat sedang berada di dalam sebuah Restoran yang berada tak jauh dari kampus Indri tadi.
“Jadi, apakah kamu akan memberitahuku Indri, kenapa kamu baru lulus sekarang? Bukankah kamu sudah berkuliah dari 6 tahun yang lalu?” Tanya Vino, kembali mencari topik pembicaraan dari mereka.
“Karena aku mengambil Cuti dua tahun, dan kemarin juga seharusnya aku hanya 3,5 tahun, tetapi sekarang malah kebablasan sampai 4 tahun.” Jawabnya dengan wajahnya yang sedih.
“Kenapa harus cuti? Apakah pekerjaanmu sesibuk itu?” Tanyanya lagi. Dan kali ini Indri langsung menatap Zayline.
Selalu seperti ini jika bersama dengan Vino, pria ini selalu membicarakan masalah pendidikan dan pekerjaan, sangat membosankan bukan?!
“Ya karena jadwal penerbangan aku tuh selalu gak tepat, dan setiap pelajaran yang lewat itu harus selalu ada denda, jadi aku lebih baik mengambil cuti saja.” Jawab Indri, masih berusaha untuk tersenyum, walaupun dia agak sedikit kesal dengan pria ini.
“Kenapa kamu menjadi Pramugari? Bukankah itu tidak ada di dalam jadwal rencana yang kamu buat dulu?” Tanyanya lagi.
Zayline mulai merasa tidak enak, dia langsung meletakan sendok dan garpunya. “Anggap saja ini iseng - iseng berhadiah pak, kan kamu tahu kalau Indri adalah seorang Pramugari, sebelum kamu pergi diakan udah setahun jadi Pramugari.” Suara Zayline menyahut, agar Vino tidak terus menyerang Indri dengan berbagai pertanyaan.
Dia tahu, jika dulu Vino juga sangat tidak menyukai Indri menjadi seorang Pramugari, dan karena Indri sudah terlanjur menjadi Pramugari, itu jugalah masalah yang membuat mereka bertengkar pada saat itu.
“Iya, tapi dia bilang akan berhenti dan fokus pada kuliahnya.” Balas Vino lagi.
“Ya bedalah pak, kehidupan kita tuh tidak seperti bapak yang sudah menyelesaikan gelar Doktornya, kalaupun ada kuliah S5 bapak gak akan stuck di S3kan, lagian sekarang Indri juga sudah tidak menjadi Pramugari gara - gara pria sialan itu!” Zayline sedikit emosi, karena pernyataan Vino sekaligus karena Rico yang menghancurkan mimpi sahabatnya ini.
Vino terlihat menghela nafasnya, dia tahu masalah ini, dia tahu jika Indri sedang mengandung bayi dari seorang pria yang sudah beristri.
Indri yang sejak tadi hanya diam saja mendengar perdebatan antara Zayline dan Vino hanya bisa menundukan kepalanya, sampai tiba - tiba dia mendapatkan jika Vino menarik tubuhnya dalam pelukannya.
“Vino.” Lirihnya pelan, lalu menatap wajah pria yang sedang memeluknya ini.
“Bodoh! Kenapa kamu harus menjadi wanita bodoh!” Makinya, namun sangat terdengar jika suaranya bergetar.
Dan itu kembali membuat Indri menangis. Apa yang di katakan oleh Vino memang benar, dia adalah wanita bodoh yang mau berhubungan dengan seorang pria beristri.
Ini adalah kebodohannya yang mungkin tidak dapat di maafkan oleh siapapun.
__ADS_1
“Maafkan aku, Vino, semuanya -“
“Sudah! Tidak perlu bicara lagi! Kita akan mencari jalan keluar dari masalah ini.” Ujarnya, meminta agar Indri tidak terus meminta maaf kepadanya.
Plokkk,,plookkk, plokkkk, suara tepukan tangan terdengar begitu keras, membuat Vino dan Indri langsung menoleh dan membuat Indri langsung melepaskan pelukan mereka.
Tetapi tidak dengan Zayline yang terlihat biasa saja, dia bahkan tidak terkejut dengan kedatangan seseorang ini. Karena dia sudah melihat seseorang itu di saat masuk di restoran tadi.
Namun, dia juga enggan memberitahu Indri dan Vino, karena dia bahkan tidak menggap jika orang itu penting.
“Wah, waahhhh, luar biasa sekali ya, sangat untung sekali aku keluar hari ini dan bisa melihat sikap burukmu di belakangku!!” Tungkasnya dengan sarkas menatap Indri dan Vino secara bergantian.
Indri langsung buru - buru berdiri, “Mas Rico, ini tidak seperti yang Mas pikirkan, aku hanya -“
“Hanya apa?! Ternyata kelakuanmu di luar seperti ini ha?!” Makinya, tanpa mau mendengar penjelasan apapun dari istrinya.
“Di rumah, semua orang menuduh Ririn yang suka berselingkuh dari aku, tetapi pada kenyataanya aku yang mendapatkan kamu berselingkuh dari aku!”
“Mas, kamu salah! Dengarkan dulu -“
“Kamu ini memang istri yang kurang ajar!” Pekiknya, dengan tangan yang terangkat ingin menampar Indri.
“Ahhhhhh.” Teriak Zayline, yang langsung menarik tubuh tangan Indri menjauh dari hadapan pria sakit jiwa itu.
Sedangkan Vino langsung menahan dan mencengkram tangan Rico dengan keras. Mereka sama sekali tidak perduli dengan pandangan pengunjung lain yang ada di Restoran ini.
“Jangan kasar sama seorang wanita! Apa lagi dia adalah istrimu!” Tegur Vino dengan amarahnya.
Rico langsung menarik tangannya dari cengkraman Vino. “Siapa kamu bisa menentukan apa yang bisa aku lakukkan atau tidak! Aku adalah suaminya dan aku berhak menghukum istriku jika dia salah!” Balas Rico, tak kalah sarkas pada Vino.
Mereka kini terlibat saling tatap menatap, membuat Indri merasa khawatir jika akan terjadi perkelahian di antara mereka. “Mas Rico, lebih baik kita pulang saja Mas, malu di lihat orang mas.” Ajaknya pada suaminya, dengan menarik tangan Rico untuk pergi dari restoran itu.
“Malu?! Kamu bilang malu?!”
“Yang harusnya malu itu kamu?! Wanita sudah bersuami tapi masih berselingkuh?!”
__ADS_1
“Atau jangan - jangan yang kamu kandung itu bukan anakku?! Tapi itu adalah anaknya pria ini?!”
“Kamu sengaja menjebak aku agar kamu bisa mendapatkan hartaku, iyakan?!” Tuduhnya pada Indri.
Membuat Zayline yang mendengarnya benar - benar tak menyangka jika pria yang di nikahi sahabatnya ini benar - benar bersikap seperti seorang binatang.
“Kamu -“ suara Zayline tertahan karena Indri menahannya.
“Sudah, jangan di lawan! Ini adalah masalah rumah tanggaku, maaf sudah melibatkan kalian.” Ucap Indri, dan langsung mengambil tasnya lalu pergi.
Dia tidak perduli apakah Rico akan mengikutinya atau tidak, yang jelas karena dirinya adalah sumber masalahnya jadi dia memilih untuk pergi.
Melihat Indri yang berjalan pulang, Rico kembali menatap ke arah Vino.
Bughhhh, dia menonjok wajah Vino sebelum akhirnya dia pergi menyusul Indri.
“Breng sek!” Umpat Vino, karena merasakan kebas di pipinya setelah mendapatkan tonjokan dari Rico.
“Vino, kamu tidak apa - apa?!” Zayline mendekati Vino untuk melihat keadaanya.
“Aku tidak apa - apa Zay, tapi aku khawatir pada Indri.” Jawabnya, yang sama sekali tidak perduli dengan keadaanya.
Tetapi dia menatap ke arah pintu karena merasa khawatir dengan keadaan Indri.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*