Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Saudara Tiri


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Setelah kepergian Risa, kini Bima kembali menatap ke arah Indri. “Indri, tinggalin di sini, kali ini Papah tidak mau di bantah! Sekarang kamu adalah menantu saya, dan berarti saya juga adalah Papah kamu, jadi apapun yang saya katakan, jika itu masih masuk di akal, please ikutin!” Tegas Bima yang lalu bangkit dari duduknya, agar tidak mendengar bantahan lagi dari Indri.


“Om, tapi saya -“ kalimatnya terhenti karena Bima sudah benar - benar meninggalkan ruangan itu.


Raisa yang melihat respon Indri itu, langsung bangkit dan duduk di sebelahnya. “Sudahlah Indri, terima saja apa yang di inginkan oleh Papah untuk kamu,”


“Kita di sini ada untuk kamu, tidak perlu memikirkan hal - hal yang lainnya, karena aku akan di sini untuk kamu.” Ucapnya, menenangkan Indri yang pasti saat ini sedang memikirkan banyak hal.


Indri terharu mendengat kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Raisa. “Terima kasih ya kak, terima kasih karena Kak Raisa masih mau membelaku.” Balasnya lalu memeluk tubuh Raisa dengan erat.


Raisapun juga ikut membalas pelukan Indri itu dengan lekat. “Sudah, jangan terlalu banyak pikiran, sekarang fokuslah pada sidang wisudamu besok lusa, kamu sudah kuliah 4 tahun lebih, dan inilah saat yang kamu tunggu - tunggu,”


“Jangan biarkan masalah seperti ini menjadi sebab kamu menjadi down dan malah memberikan hasil yang buruk nantinya pada presentasse.” Raisa kembali memberikan nasehat pada Indri. Membuat Indri merasa jika dia baru saja memiliki saudara perempuan.


“Terima kasih ya kak, terima kasih.” Ucap Indri lagi, tidak henti - hentinya mengucapkan terima kasih pada Raisa.


“Sama - sama, sudah sekarang kamu istirahat! Kakak mau siapkan makan malam dulu.”


“Kak, boleh Indri bantu tidak? Indri juga ingin melihat kakak masak, karena ingin memperdalam ilmu masak.” Izinya pada Raisa.


“Hemm, kamukan baru selesai acara, kayanya besok - besok saja deh, kakak khawatir kamu nanti kecapean.” Raisa menolak keinginan Indri itu.


“Tidak kak, aku tidak kecapean, dan aku masih kuat untuk bergerak.” Bantahnya, membuat Raisa tersenyum.


“Baiklah, kalau begitu ayo kita ke dapur sekarang.” Tidak ada lagi kalimat yang bisa Raisa gunakan untuk membantah keinginan Indri.


Dan akhirnya mereka kini pergi ke dapur, meninggalkan Wili yang sejak tadi hanya diam saja dan fokus pada pekerjaanya.


****

__ADS_1


“Hemm, kenapa kakak yang masak? Padahal di sini ada pembantu kak.” Indri yang penasaraan mulai bertanya.


Kenapa rumah besar yang memiliki banyak pembantu ini, malah kak Raisa yang memasak.


“Hemm, awalnya pembantu yang masak, hanya saja setelah aku menikah, timbul keinginan untuk suamiku makan masakanku, dan ternyata semenjak itu suami dan anak - anak aku hanya bisa makan masakanku, dan tidak menyukai masakan yang di masak oleh Pembantu di sini, dan yah akukan tidak enak kalau hanya masak untuk keluarga kecilku, jadi Papah dan Mamah akhirnya juga makan masakanku.” Jawab Raisa memberikan alasannya.


“Oh ya, tapi Mamah Risa itu bukan Mamah kandung aku ya! Dia hanya ibu tiriku!” Tambahnya lagi, yang sontak membuat Indri membuka matanya lebar mendengar kenyataan ini.


Dari awal dia mengira keluarga ini sangatlah harmonis, tetapi pada kenyataanna ternyata Mamah mereka adalah istri ke dua di keluarga ini.


“Jangan kaget seperti itu, heheheh.” Raisa melihat wajah terkejut yang di tampilkan oleh Indri.


“Eh, maaf kak, bukan maksud aku -“


“Tidak apa - apa Indiri, aku tahu kamu tadi mendengar kalimat Papah pada saat wanita itu membantahkan?! Jadi aku tahu kalau kamu pasti menyimpan pertanyaan walaupun sedikit.” Tungkasnya lagi, sambil tangannya mulai memotong - motong apapun yang mau di masak.


“Hemm, Indri kamu tolong cuci ayam dan udangnya ya.” Pinta Raisa dengan lembut, sebelum dia melanjutkan ceritanya.


“Di rumah ini yang paling berkuasa hanyalah aku dan Papah, selain itu perintah apapun yang di berikan dari Mamah suatu saat nanti sama kamu, tidak usah di turuti, karena dia itu adalah rakyat jelata yang baru merasakan jadi orang kaya, jadi ya pasti dia akan membully orang lain, seakan - akan dia sudah menjadi sangat High Class, makanya dia membela Ririn karena mereka berasal dari golongan yang sama.” Ungkapnya lagi, yang sebenarnya informasi ini cukup penting untuk Indri.


Karena dia merasa tatapan Mamah Rico kepadanya sangatlah sinis terlihat sekali jika wanita paruh baya itu sangat membencinya, dan mungkin akan membuat masalah yang akhirnya akan menempatkan dia dalam kehancuran.


“Pokoknya kamu harus ingat Indri! Catat ini baik - baik dalam otak kamu! Apapun yang dia suruhkan sama kamu! Jangan pernah menerimanya! Dan anggap saja kamu tidak mendengar apa yang dia perintahkan, karena kamu di sini adalah Nyonya, dan dia -“


“Dia seharusnya yang menjadi pembantu di sini!”


“Pekerjaan Dailymu tidak ada! Meskipun kamu sudah menikah dengan Rico! Jangan masak untuk dia! Jangan mungurus segala


Kebutuhannya! Jangan perdulikan dia! Anggap saja kamu ini adalah wanita yang sedang menunggu suami kamu pulang!


Tetapi meskipun kamu di nikahi Rico, anggap saja suami kamu bukan dia!”

__ADS_1


“Intinya, pekerjaan kamu bangun, tidur, makan, kalau mau keluar belanja ya belanja, mau pergi nongkorng ya nongkorng, mau pergi kuliah ya kuliah, that’s it! Jangan pernah mau di perintah oleh Mamah ataupun Ririn! Apa kamu mengerti pesan kakak ini!” Raisa berbicara dengan panjang kali lebar untuk memberikan Indri peringatan.


Sebenarnya Indri kurang mengerti, tapi karena suara Raisa terdengar sangat tegas, akhirnya dia bisa mengerti. “Kalau seperti ini, mungkin aku bisa lebih sedikit melupakan Rico,” batinnya, berpikir jika mungkin dia bisa tidak terlalu fokus pada Suami orang itu.


“Indri!” Panggil Raisa dengan tegas.


“Jawab jujur! Apakah kamu mencintai Rico?!” Tanya Raisa, entah kenapa dia tiba - tiba menanyakan hal ini pada Indri.


Dengan helaan nafas, Indri yang akhirnya selesai mencuci ayam dan udang yang tadi di pinta oleh Raisa. Dia memberikan ke dua benda masakan itu pada Kakak iparnya.


“Sepertinya tidak kak! Aku memang nyaman sama dia, sayang, tapi aku belum mencintainya, dan baiknya Allah, memperlihatkan sifat asli Rico padaku sebelum rasa cinta itu tumbuh.” Jawabnya jujur.


“Indri, walaupun Rico adalah adik tiriku, tapi aku sangat menyayanginya, tetapi aku bukanlah kakak yang bodoh dan akan membela kelakuan adiknya yang buruk. Jadi apapun yang akan kamu putuskan, tolong jangan sama laki - laki yang sudah menyakiti kamu! Atur ulang hidupmu sampai kamu bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik. Aku mendukung itu.” Ucap Raisa yang lagi - lagi membuat Indri terkejut mendengarnya.


‘Apakah ini semacam dukungan agar dia selingkuh? Atau malah dukungan untuk dirinya bercerai?’


Sifat keluarga Rico, semuanya masih penuh misteri untuknya. Dan ini semakin membuat Indri yakin untuk bisa berdiri di atas kakinya sendiri.


Niatnya untuk mencari rumah baru, sama sekali tidak dia urungkan. Dia masih meminta pada Zayline untuk mencarikan rumah atau apartemen baru untuknya tinggal bersama dengan anaknya nanti.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2