Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Memohon Maaf


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Sebulan sudah berlalu dari masa dia kehilangan Indri.


Rencananya mengikuti Vino juga selalu gagal dan sama sekali tidak membuahkan hasil.


Rico merasa sangat - sangat putus asa, terkadang dia juga memikirkan, bagaimana jika Indri tidak mau menemuinya? Bagaimana jika Indri tidak mau memaafkannya, dan mengingat apa yang dia lakukkan dulu pada Indri, apakah wanita itu masih mau mengandung anaknya?


Rico yang sedang berada di dalam mobil, di depan sebuah Restoran, terlihat sangat kusut sekali, sudah 1 bulan ini dia kurang menikmati tidurnya, dia juga kurang menjaga kesehatannya, dan bahkan dia kerap kali telat makan.


Seperti saat ini, dia ingin makan siang, tetapi dia merasa malas. Hanya melihat Restoran itu dari luar saja, dia sudah merasa bahwa dia tidak memiliki selera makan.


Tetapi, karena ulu hati serta lambungnya sudah terasa perih, maka mau tidak mau dia harus memaksa dirinya untuk makan, karena jika dia sakit parah, maka dia tidak akan mungkin bisa mencari Indri.


“Indri, di mana sebenarnya kamu? Apakah segitu engganya kamu memaafkan aku, sampai kamu harus pergi jauh dari aku.” Ucapnya sendiri, sebelum dia memantapkan langkahnya untuk keluar dari mobil.


Sudah sebulan ini juga, Rico memilih untuk menjauhi semuanya, menjahui Mamahnya, menjauhi Papahnya dan bahkan saudara yang lain.


Ketika dia baru saja masuk ke dalam Restoran, Rico melihat wajah seorang wanita yang tak asing baginya. “Zay.” Panggilnya, dan benar saja wanita itu menoleh karena panggilannya.


Senyum Rico sedikit merekah, karena dia yakin sekali jika wanita di hadapannya ini pasti tahu di mana keberadaan Indri. “Zayline, kamu -“ suara yang tidak asing baginya mulai terdengar, Rico menoleh dan melihat Indri yang juga sedang melihat ke arahnya.


Zayline yang mengertj jika situasinya mulai buruk, dia memilih untuk mengambil tas milik Indri yang masih ada di atas meja lalu dia menarik tangan Indri untuk segera pergi dari sana.


“Indri, akhirnya aku ketemu sama kamu, Indri.” Rico juga ikut menarik tangan Indri, dan membuat langkah Zayline terhenti.


“Lepaskan tangan kotormu itu dari sahabatku breng sek!” Maki Zayline dengan penuh amarah.


Dia tidak mau lagi, pria ini datang dan memberikan semua omong kosongnya untuk menghasut sahabatnya itu lagi.


“Zayline, please biarkan aku bicara sebentar sama Indri, aku mohon.” Pintanya dengan sangat.


“Tidak ada lagi yang perlu kalian bicarakan! Kalian sudah cerai, dan Indri sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi dengan kamu! Jadi sekarang lebih baik kamu lepaskan tanganmu dari sahabat aku!” Balasnya menolak permintaan Rico.


Dia sudah tidak mau lagi membiarkan temannya ini di sakiti oleh buaya satu ini. Sebulan dia berusaha menyembuhkan Indri, sampai harus membawa Indri ke Pisikolog agar bisa menyembuhkan depresinya, dan sekarang malah pria ini harus datang lagi.

__ADS_1


Lagian pria ini kenapa bisa sampai di sini sih? Padahal mereka sudah jauh - jauh lari ke Semarang, dan kenapa pria ini malah datang ke sini?


Merasa jika Zayline adalah orang yang keras, serta Indri yang sama sekali tidak meresponnya. Rico merasa jika harapannya untuk berbicara dengan Indri ini benar - benar pupus, jika dia melepaskan Indri sekarang, sudah pasti jika dia akan kehilangan wanita ini lagi dan entah butuh berapa lama dia akan menemukannya lagi.


Dan tiba - tiba saja Rico menjatuhkan tubuhnya untuk berlutut di depan Indri dan Zayline, tanpa melepaskan tangan Indri dan bahkan dia mencium telapak tangan Indri dengan lembut. Tanpa terasa dia meneteskan air matanya, dia ingin memberitahu pada Indri bahwa dia benar - benar menyesali perbuatannya pada saat itu. “Rico, berdirilah! Malu di liatin orang Rico.” Pinta Indri yang akhirnya membuka suaranya.


Rico menunduk sembari menggelengkan kepalanya. “Kasih saya kesempatan untuk berbicara denganmu, sebentar saja.” Pintanya dengan sangat memohon.


Indri menghela nafasnya, lalu dia melihat ke arah Zayline yang hanya diam saja, mungkin dia nenyerahkan keputusan itu padanya.


Dan karena merasa tidak enak dengan banyak mata yang sedang melihat ke arahnya. “Baiklah, kita akan bicara.” Ucap Indri, yang lalu membuat Zayline menganggukan kepalanya pelan.


“Aku akan tunggu di mobil ya.” Sahut Zayline, memberikan ruang untuk mereka berdua berbicara.


Dia tidak bisa menghalangi, atau bahkan memaksa Indri untuk menolak permintaan Rico, jadi jika memang keputusan Indro seperti itu, maka dia akan mengikutinya.


****


Indri dan Rico memilih untuk mengobrol di sebuah taman di dekat restoran itu. Karena tadi di dalam mereka sudah membuat keributan, jadinya mereka memilih untuk berbicara di luar saja.


“Kenapa kamu bisa ada di sini?” Tanya Indri, mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Karena dia tahu apa yang akan di bahas oleh Rico, jadi dia memilih untuk menghindarinya.


Rico kembali menundukan kepalanya. “Aku mendengar Vino mengobrol dengan seseorang dengan begitu bahagia, dan mengatakan jika dia akan Semarang.”


“Awalnya aku tidak berharap jika kamu ada di sini, tetapi aku hanya ingin mencoba saja, dan sudah 4 hari ini aku di Semarang, tadinya aku ingin pulang, tapi -“


“Kenapa kamu mencariku? Ada urusan apa?” Tanya Indri lagi langsung pada intinya. Dia tidak mau mendengar basa basi Rico yang tidak penting menurutnya.


Rico kembali mengangkat pandanganya, lalu dia melihat wajah Indri dengan lekat. “Aku minta maaf atas kesalahan yang pernah aku lakukkan, dan aku ingin kamu kembali lagi, jika itu bisa.” Jawabnya, yang membuat Indri tertegun mendengarnya.


“Apa?”


“Kamu meminta aku kembali? Apa kamu tidak salah? Ha?” Tanya Indri dengan senyum kegetiran di wajahnya.

__ADS_1


Dan karena dia sudah mendengar apa yang ingin di katakan oleh Rico, dia memilih untuk beranjak berdiri. “Aku pikir kamu mau membicarakan hal serius, ternyata hanya obrolan sampah yang tidak bermutu.” Tungkasnya, lalu ingin melangkahkan kakinya pergi.


“Indri, tunggu, kamu harus dengar dulu penjelasan aku! Kamu tahu pada saat itu aku masih mencintainya, dan aku masih bingung dalam mengambil keputusan. Dan sekarang aku -“


“Apakah kamu serius bicara ini sama aku?” Tanya Indri, dengan air matanya yang sudah menetes keluar.


“Apakah kamu benar - benar mencintainya?” Tanya Indri mulai berteriak di depan wajah Rico yang juga terlihat sedang menangis.


“Jika kamu benar - benar mencintainya, kenapa kamu malah meminta aku menjadi kekasihmu?” Tanyanya lagi, masih dengan berteriak menatap wajah Rico mencari jawaban yang bisa pria itu berikan kepadanya.


“Indri maafkan aku,”


“Bukan kata maaf yang aku butuhkan saat ini, tetapi aku sedang mempertanyakan kamu, kenapa kamu menjadikan aku pelampiasanmu di saat kamu masih mencintai istrimu?!” Indri tersenyum falam tangisnya, dia benar - benar merasa sangat bodoh.


Karena mau dia bertanya ribuan kalipun, pria di hadapannya ini bahkan tidak tahu apa jawabannya.


“Aku hamil, dan itu karena kamu! Tetapi kamu malah mengatakan jika anak yanh ada di kandungan aku adalah bayi orang lain. Kamu pikir aku bisa menerima itu?” Kalimat terakhir Indri, sebelum dia berlari pergi meninggalkan Rico yang masih dian terpaku.


Indri berlari dengan terus menangis, berharap obrolan tadi tidak membekas di ingatannya. “Indri, jangan pergi! Indri!” Teriak Rico, bergegas untuk menyusuli Indri.


Indri berdiri di pinggir jalan, karena mobil Zayline terpakir di sebrang jalan sana, “Indri, tunggu!” Teriak Rico lagi, mengikuti Indri untuk menyebrang jalan.


Ciiiiiiiiiiiitttttttt, Bruaaaakkkkkkkkkk


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2