Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Teruslah Membencinya


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


Setelah melakukan sholat bareng dengan Papahnya untuk pertama kalinya setelah mamahnya meninggal.


Kini mereka terlihat mulai duduk dengan santai di ruang tamu. "Hem, Papah tahu dari mana jika Indri tinggal di sini?" Tanya Indri penasaraan.


"Dari Rico." Jawab Erwin dengan jujur.


Indri menyeritkan keningnya bingung. "Rico? Bukannya Papah juga membencinya?" Tanya Indri lagi.


Dan akhirnya Erwin terlihat mulai menghela nafasnya, "tadinya Papah memang ingin membencinya, atas semua masalah yang terjadi, Papah rasanya enggan untuk menatap wajahnya."


"Tetapi, dia datang dan meminta maaf dengan tulus. Siapalah Papah ini? Hanyalah seorang manusia biasa, Allah saja maha pemaaf, masa Papah tidak."


Indri kembali menatap Papahnya dengan bingung, tidak biasanya Papahnya luruh hanya dengan sebuah kata maaf saja. Pasti ada sesuatu yang terjadi, yang membuat Papahnya segitu mudahnya memaafkan mereka saat ini.


"Apakah keadaanmu baik - baik saja?" Tanya Erwin, ketika melihat Indri diam dan mungkin sedang memikirkan banyak hal.


"Indri baik - baik saja Pah," jawabnya, dengan senyuman tipisnya.


"Kalau kamu baik - baik saja, apakah Papah bisa meninggalkan kamu?" Tanya Erwin lagi, yang sontak membuat Indri bingung.


"Meninggalkan? Maksud Papah?" Tanya Indri penasaraan.


"Papah mau meninggalkan aku? Papah sakit?" Tambahnya lagi, dengan wajahnya yang sangat panik.


Erwin menggelengkan kepalanya pelan, "Papah tidak sakit Indri, Papah juga bukan ingin meninggalkan kamu selama - lamanya. Tapi Papah ingin pergi ke Jakarta besok," jawab Papahnya, menjelaskan keinginannya yang mau pergi ke Jakarta.


"Ke Jakarta, Papah ada urusan di sana? Ada pekerjaan Pah?" Tanya Indri semakin penasaraan.

__ADS_1


"Tidak, Papah ke Jakarta, karena Papah ingin mengawasi Rico." Jawab Erwin.


"Mengawasi Rico? Memangnya kenapa Rico harus di awasi Pah?"


"Karena Papah Tahu, jika Rico pasti tidak mengikuti kata Dokter, dan Papah yakin jika saat ini dia tidak pergi ke Rumah sakit."


Erwin menjawab itu, seketika dia kaget sendiri dengan jawabannya. Karena dia baru saja keceplosan mengungkapkan kondisi Rico pada Indri.


'Ahhh kenapa aku bisa kecepolasan sih? Padahal Rico sudah bilang untuk jangan memberitahu siapapun! Pasti ini karena aku memang tidak bisa berbohong, maafkan saya ya Rico, kalau akhirnya saya membongkar semuanya,' Erwin berkata dalam hatinya.


Apa lagi dia melihat tatapan Indri yang sudah menyalang kepadanya. "Pah, apakah ada yang Papah sembunyikan dari Indri?" Tanya wanita itu, yang lalu melihat Papahnya beranjak berdiri.


"Tidak ada, Papah tidak menyembunyikan apapun dari kamu." Jawab Erwin bohong, masih ingin berusaha menepati janjinya pada Indri.


"Pah." Panggil Indri lagi, Erwin yang sudah berdiri, akhirnya cuman bisa diam dan tidak bergerak.


"Indri tahu, jika Papah sedang menyembunyikan seseuatu dari Indri,"


Erwin kembali menghela nafasnya, lalu berbalik melihat ke arah putrinya. "Bukankah kamu sudah membencinya Nak? Kamu sudah tidak ingin berbicara dengannya dan kamu bahkan tidak ingin melihat dia, jadi, akan lebih baik jika seperti ini saja selamanya." Tuturnya, dengan lembut. Erwin bukan mau menjauhkan Indri dari Rico. Hanya saja, jika memang keadaanya sedang seperti ini. Maka biarkan saja seperti ini.


Karena jika Indri kembali mencintainya, dan dekat dengan Rico, dia tidak tahu bagaimana perasaan anaknya ketika Rico nanti harus pergi.


Sudah cukup dia sedih karena kepergian Mamah dan janinnya, jangan tambah lagi kesedihan Indri dengan kehilangan Rico lagi.


Indri yang mendengar kalimat Papahnya itu, langsung menundukan kepalanya. "Apakah Papah masih membenci Rico?" Pertanyaan itulah yang pertama keluar dari Indri, setelah mendengar ultimatum yang di berikan oleh Papahnya.


"Papah tidak membencinya, hanya saja Papah masih memiliki urusan dengannya." Jawab Erwin, sebelum akhirnya dia kembali duduk dan memeluk tubuh putrinya yang pasti saat ini sedang membutuhkan pelukan.


"Sudah saatnya kamu kembali menata hidupmu Indri, masa lalu buruk, yang membuatmu harus mengandung bayi dari seorang pria yang sudah menikah, itu adalah sebuah kesalahan. Ke depannya nanti, kalau kamu akan memilih laki - laki, lebih baik kamu lihat dan cari tahu baik - baik siapa dia, dan jangan sampai salah lagi. Apakah kamu mengerti?" Erwin memberikan nasihat pada putrinya. Namun sepertinya, Indri hanya diam saja tidak merespon pertanyaan itu.

__ADS_1


"Pah, kalau misalnya Indri kembali sama Rico, apakah Papah akan kembali Marah?" Tanyanya, mulai berandai - andai.


Erwin menutup matanya, merasa sedih mendengar pertanyaan putrinya yang ini. Dia tahu, jika putrinya masih mencintai Rico.


"Sebaiknya jangan Nak, pria yang sudah menyakiti, maka akan selamanya terus menyakiti." Jawab Erwin dengan pandangan ke depan.


Mungkin nantinya Rico bukan akan menyakiti secara fisik, tetapi Rico akan menyakiti Indri secara batin dengan kepergiaannya.


"Tapi, kenapa Papah mau bertemu dengannya dan mengawasinya?" Tanya Indri kembali penasaraan.


"Papah harus menyelesaikan tugas papah sampai selesai Nak, belum saatnya kamu tahu. Dan lebih baik jika kamu tidak mengetahuinya." Jawab Erwin lagi, memberikan jawabannya yang paling ambigu.


Indri yang berada di dalam pelukan Papahnya pun, sejak tadi mencoba untuk mencerna apa inti dari jawaban Papahnya.


Tetapi, entah mengapa sudah semenjak kepergian Rico tadi, hatinya sudah merasa tidak tenang.


Seperti dia kehilangan sesuatu, seperti dia merasakan tidak nyaman, tetapi dia tidak mengerti mengapa dan apa yang akan hilang dari hidupnya?


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2