
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
"Kenapa kamu ada di sini Indri? Kamu tidak seharusnya berada di sini." Ujar Vino, menatap lekat ke arah Indri.
"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar Vino! Aku -"
"Yes! That's the Answer! Kamu tidak seharusnya berada di sini Indri! Kamu harusnya terus membencinya dan terus enggan melihatnya!"
Indri terdiam untuk sejenak, "kenapa? Kenapa harus seperti itu, aku masih -"
"Kalian semua itu kenapa? Kenapa sekarang menjadi sok perhatian padanya?"
"Kemana kalian dulu? Kalian pernah tahu tidak kesakitannya?"
"Kalian pernah tahu tidak, alasan dia berbuat seperti itu?"
"Kenapa sekarang tidak bertindak seperti itu saja selalu, apa yang salah dari ini semua, kenapa kalian berpura - pura perduli di saat dia sudah mencapai akhir dari hidupnya."
"Aku yang baru masuk ke dalam keluarga ini, tapi aku sudah bisa mengerti apa yang dia rasakan! Sedangkan kalian, sama sekali tidak perduli bahkan dari dia kecil hingga dewasa seperti ini?!"
"Papah! Selama ini Papah selalu mengatur kehidupannya! Papah jadikan dia boneka, Papah paksa dia buat selalu menuruti keinginan Papah! Sampai Papah lupa, jika dia juga punya keinginan yang ingin dia wujudkan."
"Ketika sampai dewasa, dia mulai memberontak Pah! Dia mulai merasa jika semua perkataan papah itu salah, dan tidak benar - benar untuk hidupnya, dia selalu menceri kesalahan agar bisa menjadi pusat perhatian. Bisa tidak sih, kalian sesekali memikirkan perasaan Rico?!"
"Rico berbuat seperti itu, sampai harus ada Indri yang menjadi korbannya. Sayangnya anak ini masih terlalu bodoh untuk mengerti mana yang baik dan mana yang jahat."
"Tetapi, sudahlah, semuanya sudah tidak ada artinya sama sekali. Dia juga sudah akan pergi, jadi menyesalpun sudah tidak ada gunanya." Vino mengungkapkan segala uneg - unegnya, dia merasa kesal dengan keadaan ini.
Dia merasa jika semuanya sudah selesai, dan tidak ada lagi yang perlu mereka sesali.
"Yang Vino katakan benar, kesalahan kali ini, sebagain besar adalah dampak dari masa lalu."
__ADS_1
"Papah memaksa Rico untuk menuruti keinginan Papah, karena Papah hanya berpikir jika dia adalah anak laki - laki satu - satunya yang Papah punya."
"Sedangkan pada saat itu, Papah masih belum menemukan kamu, karena Mamah kamu yang pergi meninggalkan Papah pada saat itu."
"Makanya, setelah Papah menemukan kamu, Papah sudah sedikit merasa tenang, dan tidak terlalu mengekangnya." Bima menjelaskan sistuasinya.
Dia juga tidak menyangkan jika semuanya malah menjadi seperti ini. "Siapa sangka jika otoritas Papah, menjadi boomerang untuk masa kini." Bima tahu, jika penyesalaan itu tidak akan berguna untuk saat ini.
Tetapi, dia juga Manusia biasa, yang menginginkan anak laki - lakinya bisa mengambil alih kerajaan bisnisnya.
Jika suatu saat dia pergi, setidaknya ada salah satu penerusnya yang bisa memimpin perusahaan, karena semua anak dan cucunya makan dari hasil perusahaan itu.
Dan di saat mereka semua sedang berdebat, tiba - tiba saja para dokter dan suster berlari datang masuk ke dalam ruangan ICU.
Rupanya, mereka tidak memperhatikan jika sedari tadi Rico sudah kejang - kejang.
Beruntung, ada alarm otomatis yang langsung mamanggil para dokter dan para stafnya.
"Ada apa ini dok?" Tanya Bima, ketika melihat Haikal dengan wajah pucatnya.
Indri melangkahkan kakinya mendekat ke arah dinding kaca yang bisa melihat apa yang sedang di lakukkan oleh para dokter.
"Ini sebenarnya ada apa sih? Ada apa dengan Rico? Kenapa tidak ada yang mau memberikan aku jawaban?!" Tanyanya sekali lagi.
"Pah, sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Indri menoleh ke arah Erwin untuk mendapatkan jawabannya.
"Rico terkena Kanker otak stadium akhir," jawab Willi, yang mewakilkan jawaban dari mereka semua.
Vino menoleh ke arah Wili, yang selalu daja ember dan memberitahukan ke semua orang. "Apakah tidak sekalian kamu mau memanggil wartawan dan menceritakan kepada mereka semua apa yang sedang di alami oleh Rico?" Tanya Vino dengan sinis, lalu dia memutar bola matanya malas.
"Sudah - sudah! Vino! Kamu tidak bisa selalu ketus sama Willi! Karena apa yang dia lakukkan ini tuh benar!"
__ADS_1
"Kalau bukan dia yang memberitahu, apakah kita semua akan tahu?"
"Bagaimana jika besok Rico sudah tidak bersama kita?" Raisa mulai bersuara, untuk memberikan peringatan pada adik tirinya ini agar tidak terus menyalahkan suaminya.
Vino tersenyum dengan tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan. Sampai dokter Haikal terlihat keluar dari ruangan Rico.
"Bagaimana keadaanya dok?" Tanya Vino, yang sejak tadi sudah berdiri di samping pintu keluar.
"Keadaanya semakin memburuk, saran saya pasien sudah tidak bisa di bawa kemana - mana, karena khawatirnya dia hilang di pertengahan jalan." Jawab Haikal, yang membuat semua keluarga semakin lesuh mendengarnya.
"Dok, apakah benar - benar sudah tidak ada jalan atau cara yang bisa membuat putra saya sembuh dok?" Tanya Bima, merasa masih belum rela jika Rico harus pergi meninggalkan mereka.
Haikal terihat lesuh dan menggelengkan kepalanya pelan. "Seandainya dari awal Rico masih mau menerima pengobatan, maka semua ini tidak akan terjadi Pak! Sel - sel kenker itu tidak akan terus menyebar hingga ke paru - paru dan bagian tubuh lain, Dia pasti bisa sembuh, dan mungkin bisa berkumpul kembali dengan kalian."
"Tapi untuk sekarang, sudah tidak bisa pak, yang harus kita lakukkan sekarang adalah Ikhlas jika dia harus pergi hari ini atau besok." Tambahnya lagi.
Membuat semua keluarga langsung menangis histeris. Terlebih lagi Indri yang langsung terduduk lemas. "Kenapa? Kenapa bisa seperti ini?" Tanyanya, tanpa ada jawaban sama sekali.
"Dok, apakah kami bisa melihatnya?" Tanya Vino, penasaraan.
"Boleh, tapi masuknya satu persatu yah! Dan hanya boleh 3/4 orang saja!" Jawab Haikal, sebelum dia pamit pergi kembali ke ruangannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*