Hamil Anak Dari Suami Orang

Hamil Anak Dari Suami Orang
Kepergian Indri


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Ketika Indri dan Rico sudah sampai di rumah, ke duanya kembali bertengkar dengan di saksikan oleh beberapa keluarga.


Namun sayang, pada hari itu Raisa dan Willi sedang berada di luar Negara untuk mendatangi sebuah Seminar, sedangkan Bima sedang berada di kantor.


“Oh bagus! Sekarang kamu merasa jika aku yang salah jadi kamu bisa bertingkah seperti itu ha?!” Pekik Rico, ketika Indri baru saja ingin melangkahkan kakinya naik ke atas.


“Aku tidak punya waktu untuk meladeni kamu?!” Sahut Indri, menolak untuk bicara kembali dengan Rico.


“Kamu bilang apa?! Kamu tidak ada waktu?!” Tanyanya dengan penuh emosi.


Lalu dia menarik tangan Indri turun ke bawah dengan paksa, lalu mendorongnya hingga terjatuh di dekat kaki Ririn.


“Ada apa ini Rico?! Kenapa kamu pulang dengan amarah seperti itu?!” Tanya Risa begitu takut dengan wajah putranya yang terlihat sangat menakutkan.


“Mas, ada apa ini? Kenapa Mas kasar dengan Indri Mas?” Tanya Ririn, dengan sandiwaranya berpura - pura baik dengan Indri.


“Aku tadi menemukan wanita ini sedang bersama dengan selingkuhannya di sebuah restoran! Dan sekarang dia bilang berbicara denganku sangatlah tidak penting! Wanita ini benar - benar merusak hidupku!” Jawabnya dengan menunjuk ke arah Indri.


Dengan air mata yang sudah mengalir deras, Indri berusaha bangkit menahan rasa nyeri yang ada di perutnya. “Saya tidak pernah berselingkuh, dan lagi pula ada apa denganmu?! Kamu tidak pernah menganggap aku ada, dan sekarang kamu marah denganku?!” Indri membalas tuduhan Rico itu.


Dia yang selama beberapa hari ini hanya diam, hari ini dia kembali bersuara untuk membela dirinya.


Risa menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. “Dari awal, aku sudah mencoba menahan kesabaranku menerima kamu sebagai istri putraku.”


“Aku sudah menolakmu, tetapi suamiku malah menerimamu, dan dari awal pernikahaan kalian, aku sama sekali tidak menerima orang yang sudah merusak kehidupan putra dan menantuku.”


Risa terlihat sangat lelah, dan marah karena mulai dari heri pertama kedatangan Indri di sini, bahkan suaminya pun sudah tidak mau melihat ke arahnya.


Dia berjalan ke arah Indri dengan tatapannya yang marah. “Bagaimana bisa anakku menikah dengan wanita yang tidak tahu adab seperti kamu ha?!”


Plaaaakkkkkk, suara tamparan yang begitu keras Risa layangkan di wajah Indri.


“Kenapa? Kenapa Mamah menamparku? Apa salahku Mah? Rico hanya salah paham, dan mamah bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana, hiskk,,hisk.” Tanyanya dengan memegang pipinya yang sudah memar karena tamparan Risa sangatlah keras.


“Kamu tanya salah kamu apa?” Tanya Risa balik, pada Indri yang sudah menangis dengan terisak.


“Salah kamu banyak!”

__ADS_1


Plaaaakkkk, Risa menampar lagi wajah Indri yang sebelahnya.


“Salah kamu karena kamu sudah menggoda putraku!”


Plaaakkkk, “salah kamu karena kamu sudah mengandung anak yang tidak seharusnya ada di rahim kamu!”


Plaaaakkkk, “salah kamu karena sudah berani bersikap kurang ajar pada putraku!”


4 tamparan di berikan pada Indri secara berturut - turut. Hingga wanita hamil itu kembali terjatuh karena tidak kuat menahan sakitnya.


“Satu lagi! Jangan pernah kamu panggil aku Mamah! Karena aku bukan orang tuanu apa lagi mertuamu! Bagiku menantuku hanyalah Ririn, dan orang yang memanggilku Mamah hanya cukup Ririn! Kamu dengar tidak?!” Teriaknya di telinga Indri.


“De - dengar,”


“Dengar tante.” Panggilnya, yang malah mendapatkan jambakan di rambutnya.


“Arrrrghhhh Hiskkk,Hiskkk sakit,” jeritnya memohon untuk di lepaskan.


“Panggil aku Nyonya! Karena aku adalah nyonya di rumah ini!” Tegasnya lagi, dan Rico hanya melihat saja apa yang sedang dj lakukkan oleh Mamahnya pada Indri.


Tidak ada sama sekali minatnya untuk membela Indri ataupun memarahi mamahnya karena sudah berbuat kekerasan pada Indri.


“Hiskkkk,hiskkkk.” Tangisan Indri ketika Risa sudah melepaskan rambutnya.


Sedangkan Rico hanya diam saja melihat Indri, dia tidak tahu kenapa dia bisa begitu marah saat ini.


“Sayang.” Panggil Ririn lagi, ketika Rico tidak meresponnya.


“Eh, oke.” Balas Rico, dan lalu menggendong istrinya naik ke atas untuk beristirahat di kamar mereka.


Sedangkan Risa kembali berdiri, menatap seisi rumah. “Aku mau kamu membersihkan rumah ini sampai bersih! Kamu tidak tinggal di sini dengan gratis! Kamu harus membayarnya dengan kerja kerasmu!” Perintah Risa, sebelum dia pergi dari hadapan Indri.


Sedangkan Indri kini berusaha kembali untuk bangkit, dan menyeret kakinya masuk ke dalam kamarnya.


****


Di dalam kamar, Indri menangis sejadi - jadinya, dia mengambil koper bajunya dan mulai memasukan semua barang - barangnya ke dalam koper.


Dia tidak bisa terus seperti ini, mereka bahkan sudah berani bermain fisik dengannya.

__ADS_1


Tetapi sebelum itu, Indri menyalakan ponselnya dan berusaha menghubungi Zayline. “Bi - hiskk.”


“Indri, ada apa? Kamu kenapa?” Zayline yang di telpon langsung panik, dan bahkan suaranya terdengar sangat marah.


“Bi - bisakah kamu menjemputku? Aku ingin pergi dari rumah ini.” Pintanya pada Zayline, dan tanpa menjawab Zayline langsung memutus panggilan itu.


Indri terduduk di atas tempat tidurnya, dia merasa sangat - sangat hancur, perutnya sakit, pipinya juga sakit. Terlebih lagi hatinya sangatlah hancur.


Ketika dia sudah membereskan barang - barangnya, Indri berjalan keluar dari kamarnya dengan mengeret kopernya.


Sesampainya di bawah, Indri bertemu dengan Bima yang baru saja pulang dari kantor.


“Indri, kamu mau kemana? Kenapa kamu -“ kalimat Tanyanya tehenti ketika dia melihat wajah Indri yang membengkak.


“Siapa yang melakukkan ini sama kamu?”


Tanya Bima, dengan api di tubuhnya yang sudah memanas.


Tetapi Indri tidak menjawabnya, dia malah kembali ingin melangkahkan kakinya pergi. “Indri, Papah mohon jangan pergi! Ini semua kita bisa -“ Indri menyingkirkan tangan Bima yang berada di pundaknya.


“Sejak awal, saya sudah tidak menginginkan pernikhaan ini, saya bukan pengemis yang mengharapkan sebuah tanggung jawab dari seorang pria yang tidak mau bertanggung jawab kepadaku!”


“Om! Kehidupan seorang wanita yang saat ini ada di depan Anda, ini sudah hancur om, karena ulah anaknya Om, jangan terus hancurkan kehidupan saya dan bahkan fisik saya dengan terus memaksa saya hidup bersama dengan seorang pria yang tidak ingin hidup dengan saya om.” Ucapnya dengan tulus. Memohon agar Bima tidak terus menahannya dan menjanjikan sebuah kebahagian yang semu.


Bima diam terpaku mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Indri. Dan diamnya Bima di jadikan kesempatan untuk Indri bisa kembali melangkah pergi.


Tetapi, sebelum dia benar - benar melangkah melewati pintu, dia kembali menghentikan langkahnya dan berbalik. “Terima kasih Om, karena beberapa hari ini Om sudah baik dengan Indri, sekarang sudah waktunya Indri pergi, dan menjalankan kehidupan Indri sendiri.” Tambahnya lagi, sebelum dirinya benar - benar pergi.


Di luar dia sudah memesan sebuah Taxi, karena dia tahu jika Zayline pasti akan lambat menjemputnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2