
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
“Aku tidak mau Mas, Papah melakukkan cara sekeji ini hanya untuk kita berpisah, aku hanya ingin kita semua hidup tenang Mas, aku ikhlas. Hisk,,hiskk.”
Rico menggelengkan kepalanya, dis bahkan menggengam tangan istrinya dengan erat. “Tidak sayang, kita tidak akan pernah berpisah! Aku percaya sama kamu, dan aku tidak mungkin mau meninggalkan kamu dan bayi kita.” Ucapnya, menolak keinginan Ririn yang ingin bercerai darinya.
Dan itu sangat membuat Ririn tersenyum puas, karena sandiwaranya benar - benar berhasil membohongi Rico.
“Apakah Dramanya sudah selesai?” Tanya Bima, ketika mendengar mereka kini sudah saling percaya.
Rico mengalihkan pandanganya menatap ke arah papahnya. “Pah, udah dong! Jangan seperti ini Pah, kalau Papah tidak suka sama aku dan Ririn ya udah tidak apa - apa, kita akan pergi dari sini, aku bisa kok hidup sama Ririn di tempat lain tidak harus di rumah papah ini.” Ucapnya pada Papahnya, dia tidak menyadari jika Ririn sudah membulatkan matanya besar dan bahkan menggelengkan kepalanya pelan.
“Sayang tapi kita -“
“Ririn, kamu maukan hidup sama aku di saat susah, aku janji aku akan membangun perusahaan aku sendiri.” Rico meminta agar Ririn mau menerima keadaanya yang akan tidak memiliki apa - apa jika keluar dari rumah papahnya.
‘Apa yang sedang kamu tanyakan? Ya tentu saja tidaklah!!!!’ Aku mau hidup sama kamu untuk menjadi orang kaya, bukan menjadi orang miskin!’ Ririn berbicara dalam hatinya dengan perasaan kesalnya.
Dan Indri hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaan suaminya itu. Dia mau menjawab tidak, tapi dia tidak mungkin mengatakan hal seperti itu sekarang.
“Aaaarrrggghhhh.” Rintihnya berteriak kesakitan, sambil memegangi perutnya.
“Sayang, kamu kenapa? Ririn?” Rico bertanya dengan wajahnya yang terlihat sangat khawatir pada istrinya.
“Perut aku, mas Rico perut aku.” Jawabnya, dengan wajah yang terlihat sangat kesakitan.
“Rico, bawa Ririn ke rumah sakit! Mamah takut ada apa - apa dengan bayinya.” Risa yang tadi tidak bersuara, kini beru membuka suaranya karena merasa panik dengan keadaan menantu dan calon cucunya.
__ADS_1
Rico menganggukan kepalanya pelan. “Baik Mah, ayo,” sahut Rico, lalu dia ingin mengambil kunci mobilnya yang ada di atas meja.
“Mau apa kamu?” Tanya Bima, ketika Rico mengambil kunci dan bahkan dompetnya.
“Mau apa lagi Pah?! Ya jelas Rico mau bawa istri Rico ke rumah sakit,” jawabnya dengan nada kesalnya. Karena situasinya sudah menegang seperti ini, Papahnya malah menanyakan apa yang akan dia lakukkan.
Bima bangkit dari duduknya, lalu mendekat ke arah Rico. “Tadi kamu bilang, kamu bisa hidup sendiri tanpa apapun dari uangku kan?!” Tanya Bima lagi, namun kali ini tatapannya terlihat sangat sarkas.
“Mobil itu! Dan semua kartu Debit dan bahkan kredit adalah milikku, termasuk ponselmu itu juga belinya pakai uangku!” Tambahnya lagi.
“Pah, bisa tidak kita bahas itu nanti saja?! Sekarang ini Ririn sedang sakit Pah, aku harus segera membawanya ke rumah sakit, papah ngertiin dikit dong Pah, kalau tanpa mobil, terus naik apa ke rumah sakit?!” Tungkasnya, merasa marah karena papahnya sama sekali tidak perduli dengan keadaanya.
“Enggak! Aku menolak untuk memahami hal ini! Dan kamu Risa!” Ucapannya yang kini mengarah pada Risa.
“Oryza Handayani Binti Eko Sutrisno, aku talak kamu saat ini juga! Dan mulai sekarang kamu bukanlah istriku!” Kalimat talak di ucapkan oleh Bima, membuat Risa, Ririn dan bahkan Ricopun terkejut mendengarnya.
“Papah!!!!” Sentak Rico dengan begitu marah.
“Sebenarnya ini tuh kenapa sih Pah? Sampai Papah menceraikan Mamah hanya karena mau membela wanita itu? Apakah Papah sadar, dia itu orang asing Pah.”
Plaaaaakkkkkk, sekali lagi tamparan Bima layangkan untuk menampar wajah putranya itu. “Jika kalau di dunia ini membunuh anak sendiri tidak dosa! Maka aku akan membunuh!” Pekik Bima penuh dengan amarah.
“Kamu yang menghamili wanita asing itu bang sat!!!!! Lalu kamu berteriak - teriak di sini seolah - olah kamu tidak tahu apa - apa?! Yang dia kandung itu anak kamu! Bukan anakku! Dan yang di kandung wanita ini adalah anak orang lain bukan anakmu! Kamu bisa buka otakmu tidak?! Aku menyekolahkan kamu tinggi - tinggi bukan untuk di bodohi oleh seorang wanita!” Bentaknya, mulai kehabisan rasa sabar.
Dia sudah tidak tahan lagi melihat kebodohan pria ini. “Dengar Rico, Risa dan juga kamu Ririn! Tinggalkan semua barang - barang kalian yang menggunakan uangku! Termasuk perhiasan! Mobil! Dompet! Uang! Dan juga dompet! Setelah itu keluar dari rumahku!”
“Tapi Mas Bima, Ririn -“
__ADS_1
“Keluar!!!!! Aku sudah menceraikanmu! Bahkan mesekipun dia mati aku tidak perduli!” Bima benar - benar tidak memberikan toleransi pada mereka.
Dia sudah cukup lama menahan kesabaran selama ini, terutama pada Risa. Mulai dari dia yang bersikap kurang ajar pada Raisa, dan lagi saat ini Raisa sudah baik membelanya dari hinaan yang kerap kali terlontar dari mulut Ririn, tetapi wanita ini terus saja membela menantu kesayangnya itu.
“Pah, apakah Papah lupa, kalau aku adalah anak laki - laki satu - satunya yang papah punya.” Suara Rico kembali terdengar. Bahkan dari suaranya dia terdengar sangat sombong, dan berpikir jika Bima sangat - sangat memerlukannya sebagai pewaris.
Namun Bima menanggapinya dengan senyuman. “Oh ya? Sepertinya Mamahmu tidak pernah memberitahu kepadamu, jika aku memiliki anak laki - laki yang lain.” Jawab Bima dengan santai, membuat Rico membuka matanya besar mendengar jawaban dari papahnya itu.
Senyum kesombongan yang ada di wajah Rico perlahan mulai luntur. “Apa? Apa yang Papah katakan?!” Tanyanya menuntut sebuah penjelasaan.
Bima menatap ke arah Rico dengan lekat. “Lebih baik kamu pergi sekarang! Kasihan istrimu sudah mau mati sepertinya!” Sahut Bima, menolak memberikan pernyataan yang lainnya.
Dia sudah tidak ingin melihat ke tiga tampang orang yang sangat - sangat menyedihkan ini di depannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1