
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Ketika sudah sampai di rumah papahnya, Rico melihat jika rumah itu sangatlah ramai. Terlebih lagi kakaknya Raisa juga sudah pulang dan kini menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan kecewa.
Bima yang sejak tadi duduk, kini melihat ke arah Rico. “Duduklah!” Pinta Bima, lalu kembali menatap ke tumpukan dokumen yang ada di depannya.
Rico menghela nafasnya lalu dia duduk di salah satu kursi di dekat Willi, suami Raisa yang juga ada di sana.
Dia hanya diam saja, karena Papahnya juga tak kunjung membuka suaranya, lalu tak lama kemudian dari arah pintu terlihat sosok yang tidak asing baginya.
‘Diakan Vino? Kenapa dia bisa ada di sini?’ Tanyanya dalam hati. Karena dia masih merasa segan membuka mulutnya untuk berbicara.
Vino yang datang bersama dengan bersama wanita muda dan Tua, Rico kembali mengingat kalimat mamahnya yang mengatakan jika istri ke dua papahnya mempunyai anak laki - laki dan perempuan, apakah itu berarti?
Rico hanya diam saja, begitupun dengan Vino yang bahkan hanya menatap ke arahnya dengan tatapan acuh.
“Vino, Clara, Fitri, kalian sudah datang?” Tanya Bima, jangan lupakan senyum yang merekah di wajahnya itu.
Fitri mantan istri dari Bima itu membalas senyuman Bima, begitu juga dengan Clara yang juga masih mau bersikap ramah padanya, berbeda dengan Vino yang sama sekali tidak mau menanggapi sapaan dari orang - orang yang ada di sana.
“Bagaimana kabar kamu Clara?” Tanya Bima pada putrinya itu.
“Clara baik Pah.” Jawab Clara hanya seperlunya saja. Karena jujur dia saja tidak kenal dekat dengan papahnya, karena dia baru mengetahui papahnya di saat dirinya sudah berusia 18 tahun, dan sekarang usianya sudah 26 tahun, berbeda 2 tahun dengan kakaknya yang 28 tahun.
Clara menoleh pada Raisa yang kebetulan juga ada di depannya, dia sempat beberapa kali bertemu dengan Raisa, namun dia masih saja merasa sangat canggung.
“Jadi karena kalian sudah di sini, papah akan membagikan saham Perusahaan yang akan kalian kelolah.” Seru Bima, sembari menatap ke arah wajah anak - anaknya satu persatu.
__ADS_1
“Saham milik Raisa, 15%, saham milik Willi 12%, saham milik Clara 15%, 28% Vino dan 30% adalah milik Rico.” Bacanya, yang langsung membuat Raisa tersenyum puas.
Jujur saja dia sama sekali tidak memikiran sebuah saham, hanya saja dia merasa tidak enak dengan saudara - saudaranya yang lain. Meskipun dia adalah anak pertama, tetapi dia adalah seorang wanita yang tidak layak untuk memimpin sebuah Perusahaan.
Tetapi di sana hanya Rico yang terkejut mendengar hasil pembagian saham yang baru saja di bacakan oleh papahnya. “Aku? Kenapa aku yang 30% Pah? Bukankah Perusahaan akan di pimpin oleh -“
“Tadinya memang mau seperti itu, tetapi Vino menolak karena dia sudah memiliki Perusahaannya sendiri di luar Negara yang bahkan lebih berkembang dari pada Perusahaan Papah, jadi dia tetap mau kamu yang memimpin Perusahaan.” Sahut Bima, memotong lebih dulu apa yang ingin di ketahui oleh putranya.
Mendengar jawaban itu, Rico seketika langsung menoleh ke arah Vino, ada ekspresi marah dan iri dalam satu waktu di hatinya.
“Aku tidak ingin memimpin Perusahaan untuk saat ini.” Sahut Rico, kemudian dia beranjak dari duduknya.
“Rico, papah tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan, mungkin kamu sedang merasa kecewa karena mamah kamu di ceraikan, tetapi ingat! Itu adalah pilihan kalian berdua, dan jika kamu memang benar - benar tidak mau saham ini ataupun memimpin Perusahaan, ya, papah juga tidak bisa memaksa, itu hak kamu.” Ucap Bima lagi, menanggapi sikap Rico yang seperti tidak ingin terlibat dengannya lagi.
Rico menghela nafasnya, lalu dia berjalan ke arah taman rumah, tempat di mans dia selalu menghabiskan waktu di masa lalu sebelum dia menikah dengan Ririn.
Tetapi untuk sekarang, apa gunanya harta ini? Sekarang dia sudah tidak memiliki kendali apa - apa, dan ketika dia mengetahui jika mamahnya yang sengaja menjebak papahnya, di saat itu juga dia sudah merasa jika harapannya telah hilang.
Rico menoleh ke belakang, dari sana dia bisa melihat jika semua keluarga yang di dalam sedang tertawa bahagia membicarakan masa depan mereka.
Merasa jika dia sudah menjadi asing, Rico terlihat menampilkan senyumnya sinis. Lalu, tiba - tiba saja dia teringat akan Indri, pria yang saat ini sudah menjadi kakaknya itu pasti mengetahui, di mana keberadaan Indri sekarang.
Tetapi dia tidak mungkin akan bertanya, karena sudah pasti pria itu tidak akan mau memberitahukannya, di mana Indri berada. Tetapi mungkin lebih baik jika dia mengikuti Vino saja nanti. Tapi sekarang dia harus pulang dulu agar Vino tidak mengira jika dia akan mengikutinya nanti.
Rico kembali melihat ke dalam, dia menatap Vino dengan tatapan yang sulit di artikan. ‘Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu bisa mengenal Indri? Bagaimana bisa kamu adalah kakak tiriku?’ Tanyanya dalam hati.
Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin dia utarakan. Tetapi sepertinya, Vino tidak mau terlibat dengannya. Terbukti sejak tadi untuk menatapnya saja pria itu merasa enggan.
__ADS_1
“Kak Raisa.” Panggilnya, ketika kakaknya itu melangkahkan kakinya ingin ke taman belakang.
Karena jalannya satu arah, jadi Raisa harus keluat lewat pintu samping tempat di mana Rico berdiri saat ini.
Raisa menoleh, dan melihat Rico yang sedang memanggilnya. Namun Raisa hanya diam saja dan merasa enggan untuk menanggapinya.
Rico tentu saja merasa bingung, kenapa kakaknya yang biasanya paling baik dan paling berisik jika ada dia, sekarang mendadak diam layaknya orang asing. Rico menarik tangan kakaknya, agar kakaknya itu menghentikan langkahnya.
“Kak, kakak mau jauhin aku juga?” Tanyanya pada Raisa.
“Aku tidak memiliki seorang adik yang tidak bisa menghargai seorang wanita.” Jawab Raisa, lalu melepaskan tangannya dari gengaman Rico yang mulai melonggar.
Jujur saja, Rico kembali terkejut mendengar jawaban kakaknya barusan. Tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan siapa - siapa. Karena ini adalah kesalahan dirinya sendiri.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1