
"Masuklah," ucap Viola pada Erik langsung membuat Erik masuk ke dalam kamar tersebut.
Lalu Erik kemudian mengunci pintu kamar dan juga pintu yang menghubungkan kamar mereka dengan kamar kakaknya.
Viola cukup bingung dengan pria itu, tetapi perempuan itu hanya berdiri saja meramas tangannya karena dia masih begitu takut saat mengingat kembali apa yang terjadi kemarin malam.
"Duduklah," ucap Erik Setelah dia selesai mengunci pintu lalu pria itu kemudian berjalan ke sofa diikuti Viola yang juga mengikuti pria itu hingga mereka berdua duduk di sofa.
🧱🧱🧱
"Apa kau tidak pergi bekerja?" Tanya Viola memulai pembicaraan sebab Dia merasa aneh Mengapa pria itu belum berangkat bekerja, padahal seharusnya pria itu sudah berangkat bekerja agar tidak terlambat.
"Aku adalah bos di perusahaan, jadi tidak akan ada yang memarahiku kalau aku terlambat. Tapi,, bisakah kau mengatakan padaku Mengapa matamu begitu sembab dan sejak kemarin malam kau Tidak seperti biasanya?" Tanya Erik yang ingin memberi kesempatan pada perempuan itu untuk mengatakannya saja daripada ketika dia harus mendesaknya untuk berbicara.
Sementara Viola yang mendengarkan pertanyaan suaminya, perempuan itu tertegun di tempatnya dan dia merasa takut untuk mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
Sebab bagaimanapun, dia selalu teringat akan ucapan Bagas bahwa pria itu akan mematahkan lengan pria di depannya.
Oleh sebab itu, Viola mempererat ramasan pada jari-jarinya, "itu,, aku,, aku hanya bermimpi buruk saja. Ahh, juga, aku sedikit merindukan rumahku, Jadi aku masih perlu beradaptasi untuk tinggal di sini," ucap Viola berbohong.
Erik yang mendengarkan kebohongan Viola jelas mengetahui bahwa perempuan itu berbohong sehingga dia kemudian mengepal kuat tangannya dan jelas tahu bahwa perempuan itu berusaha menutupi segalanya.
Tetapi karena tidak ingin menekan perempuan itu, maka Erik dengan berat hati menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau beberapa hari ke depan kita tinggal di rumahmu saja?" Tanya Erik yang merasa bahwa mereka perlu tinggal di rumah orang tua Viola sampai kakaknya kembali pergi dari rumah.
Sebab pikir pria itu bahwa Viola akan lebih aman dan merasa lebih tenang jika berada di rumahnya sendiri.
"Aku tidak keberatan Kalau kau berpikir seperti itu," ucap Viola.
"Baiklah, Kalau begitu, Ayo kita turun sarapan lalu mengatakannya pada ayah dan ibu," kata Erik diangguki oleh Viola sehingga kedua orang itu kemudian turun ke meja makan.
Begitu tiba di meja makan, Viola menghentikan langkahnya saat melihat bahwa ternyata Bagas juga ada di meja makan tetapi Erik kemudian memegang tangannya dan menariknya menuju ke arah meja makan sehingga membuat Bagas merasa sangat marah.
__ADS_1
Bagas yang saat itu memegang garpu benar-benar membuat garpu tersebut menjadi bengkok karena amarahnya melihat kedua orang itu bergenggaman tangan.
"Astaga,, sayang, Ada apa dengan matamu yang terlihat bengkak itu? Dan wajahmu juga terlihat sangat pucat? Apakah kita perlu ke rumah sakit?" Tanya Nyonya Lamela ketika dia melihat menantu satu-satunya berada dalam kondisi yang tidak baik sehingga itu sangat mengganggu penglihatannya.
Dengan cepat, Viola menggelengkan kepalanya, "tidak,, aku kemarin malam hanya bermimpi buruk saja, tapi aku baik-baik saja," ucap Viola.
"Hah,,, kau bermimpi buruk, apakah mungkin kau bermimpi buruk karena kau belum terbiasa tinggal di rumah kami?" Tanya yang nyala merah sembari memperhatikan menantu perempuannya dan dia benar-benar sangat cemas dengan menantunya itu.
Erik yang mendengarkan ucapan ibunya kemudian berkata, "ah, iya, kami sudah berbicara, dan beberapa hari ke depan Kami mungkin akan tinggal di rumah orang tua istriku sampai dia merasa lebih baik Baru Kami pindah lagi ke mari."
Ucapan Erik langsung membuat amarah Bagas memuncak dan pria itu langsung menatap Viola hingga tatapan mereka bertemu selama beberapa detik sebelum Viola menunduk dengan rasa ketakutannya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1