
Tuk!
Matinya alarm bersamaan dengan pintu kamarnya Yang kembali diketuk membuat perempuan itu kembali lagi menatap pintu sembari berkata, "siapa?"
"Ini Ibu," ucap seorang perempuan dari seberang pintu langsung membuat Viola menghampiri pintu dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Bu?" Tanya Viola.
"Di bawah ada Erik," ucap Novita sangat mengejutkan Viola karena perempuan itu tak menyangka bahwa ternyata Erik akan kembali lagi menemuinya.
💮💮💮
"Apa Bu?" Tanya Viola yang merasa bahwa pria itu seharusnya sudah pergi meninggalkannya setelah mengetahui bahwa dia sebenarnya telah disentuh oleh Kakak dari pria itu sendiri.
__ADS_1
Tapi kenapa malah kembali lagi?
Melihat putrinya yang tampak berpikir maka Novita kemudian memeluk perempuan itu, "jangan khawatir, yang sudah berbicara dengannya di bawah jadi kau hanya perlu turun ke bawah dengan perasaan aman karena ayah dan ibu akan selalu melindungimu," ucap Novita yang merasa bahwa putrinya mungkin ketakutan pada pria itu karena keduanya mungkin memiliki sebuah masalah yang tak bisa diceritakan oleh putrinya.
Mendengar ucapan ibunya, maka Viola kemudian menganggukkan kepalanya, sebab dia juga penasaran alasan pria itu kembali lagi menemuinya.
Viola cepat-cepat mengganti pakaiannya lalu dia kemudian bersama-sama dengan ibunya turun ke lantai bawah dengan Viola yang mengepal kuat tangannya.
Ucapan Erik benar-benar membuat Viola kebingungan dengan sikap pria itu, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya menganggukkan kepalanya.
Novita dan Cornelius yang ada di sana yang melihat interaksi kedua orang itu agak bingung dengan mereka, tetapi mereka tetap berusaha berpikir positif bahwa apa yang dikatakan oleh pria itu ialah sebuah kebenaran dan mereka tentunya akan menyerahkan segala keputusan pada Putri mereka.
Game 4 orang pun duduk bersama, lalu Cornelius menatap Erik sambil berkata, "beberapa waktu ini aku memperhatikan putriku tidak baik-baik saja, Apakah terjadi sesuatu diantara Kalian berdua?"
__ADS_1
Pertanyaan merk ayam mertuanya sudah diduga oleh Erik dan dia pun sudah mempersiapkan jawaban sehingga pria itu kemudian menatap Viola yang duduk di sampingnya dalam kediam-annya.
"Itu,, Semua ini salahku karena aku tidak bisa menjaganya dengan baik, Tapi saat ini aku masih sementara berusaha supaya kami bisa saling dekat satu sama lain. Jadi ayah dan ibu tidak perlu khawatir karena kesalahpahaman kecil diantara kami akan segera kami bicarakan," ucap Erik langsung membuat Viola menatap pria itu dan dia benar-benar ketakutan kalau pria itu ingin membicarakan sesuatu untuk perpisahan mereka.
Tetapi Viola tidak menyatakan apapun dan dia hanya menatap ayah dan ibunya sembari menganggukkan kepalanya, "suamiku benar, kami akan membicarakannya jadi ayah dan ibu tidak perlu cemas," ucap Viola.
Tetapi Novita yang melihat putrinya tampak sangat tertekan, perempuan itu kemudian mendekati putrinya dan memegang kedua tangan putrinya.
"Ayah dan ibu selalu mengharapkan kebahagiaan untukmu, jadi apapun yang mengganjal hatimu dan kau tidak bisa menceritakannya pada suamimu, kau bisa menceritakannya pada ibu karena Ibu pasti akan selalu berpihak padamu," ucap Novita yang terlalu takut jika saja putrinya sebenarnya memiliki sesuatu yang dipendam sendirian namun tak bisa diungkapkan oleh perempuan itu.
Viola menganggukkan kepalanya dengan pelan, "aku pasti akan menceritakannya pada ibu jika ada sesuatu yang harus kukatakan." Ucap Viola.
Meski jawaban putrinya masih belum membuat Novita puas, tetapi perempuan itu tetap menganggukkan kepalanya dan dia hanya berharap bahwa putrinya benar-benar bisa memilih jalan yang akan membahagiakannya.
__ADS_1