Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
74


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Viola hendak kembali ke rumah mengambil beberapa pakaiannya, perempuan itu terkejut ketika ayahnya ternyata datang berkunjung sehingga dia kemudian meninggalkan ayahnya dengan Bagas sementara dia diantar oleh sopir untuk kembali ke rumah.


Cornelius yang bertemu dengan Bagas kemudian berkata, "Aku baru saja dari rumah sakit, ayahmu masuk rumah sakit karena serangan jantung."


Bagas yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya dengan pelan sebab Dia telah mengetahui berita itu, dan dia juga mengetahui situasi di perusahaan di mana saat ini perusahaan telah diambil alih oleh Lukas.


"Lalu bagaimana keadaannya?" Tanya Bagas yang juga merasa cemas pada ayahnya.


"Dia sudah lebih baik, hari ini dia antusias bermain catur denganku," ucap Corneolius.


"Hm, meski begitu, dia pasti tertekan dengan kondisi perusahaan." Ucap Bagas yang jelas tahu bagaimana ayahnya, pria itu sangat bekerja keras untuk kebaikan perusahaan mereka, sebab perusahaan keluarga mereka ialah perusahaan yang diturunkan dari kakeknya yang sangat dipesankan oleh kakeknya agar dijaga dengan baik.


Tapi Siapa yang menyangka bahwa ternyata pada akhirnya salah satu dari keluarga mereka sendirilah yang akan membuat perusahaan itu menjadi hancur.

__ADS_1


"Ya, Aku berbicara dengan asisten ayahmu, dan dia mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar untuk masalah itu kecuali menemukan bukti kejahatan Lukas, tetapi orang-orang yang menyelidiki sampai sekarang belum mendapatkan bukti yang cukup untuk mengancam pria itu." Ucap Cornelius yang merasa terlihat dan juga dengan keadaan keluarga Lamela.


Sudah bertahun-tahun terus berada di puncak kesuksesan, dan sekarang secara tiba-tiba dihempaskan ke dasar yang paling rendah, pastilah sangat sulit untuk menerima hal tersebut.


Tetapi Bagas yang mendengarkan itu kemudian mengulurkan satu tangannya membuka sebuah laci lalu mengeluarkan sebuah berkas dari sana dan menyerahkannya pada Cornelius.


"Aku ingin menyerahkannya secara pribadi pada ayahku, tapi keadaanku sekarang tidak memungkinkan. Jadi aku meminta tolong untuk mewakiliku menyerahkannya," ucap Bagas langsung membuat Cornelius mengambil berkas itu,.


Setelah berbicara, Cornelius langsung berdiri meninggalkan pria itu dengan Bagas yang memandangi punggung Cornelius.


"Tuan," ucap asisten yang menyambut Cornelius di luar ruang rawat inap Bagas.


"Ada apa?" Tanya Cornelius terus melangkahkan kakinya ke arah lift untuk meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Saya baru saja mendapat informasi, bahwa saat ini Erik sedang ditawan oleh Lucas," ucapkan asisten langsung membuat Cornelius menghentikan langkahnya lalu dia menatap sang asisten dengan tatapan tegasnya meminta penjelasan lebih lanjut.


Sang asisten yang melihat tatapan itu kemudian berkata, "Tuan Erik pergi menemui Lukas di perusahaan, namun malah akhirnya dia dipukuli dan ditawan di sana, asisten Tuan Lamela baru saja menghubungi saya, bahwa Lukas meminta Bagas diserahkan pada mereka untuk ditukar dengan Erik."


Cornelius yang mendengarkan itu langsung tertawa, "ha ha... Dasar bodoh! Lalu apa yang dikatakan oleh Tuan Lamela?" Tanya Cornelius.


"Belum ada informasi mengenai itu," jawab sang asisten.


Cornelius hanya tersenyum sinis dengan kebodohan Erik, lalu pria itu melangkah ke dalam lift untuk meninggalkan rumah sakit.


Cornelius langsung pergi ke rumah sakit untuk menyerahkan berkas yang diberikan oleh Bagas dan ketika dia tiba di sana dia melihat Tuan Lamela hanya dengan tenang bermain catur bersama dengan asistennya.


"Kau datang," ucap Tuan Lamela saat melihat Cornelius datang ke tempat itu, sementara asisten Tuan Lamela langsung berdiri meninggalkan kedua orang itu karena dia tahu bahwa kedua orang itu pasti hendak berbicara.

__ADS_1


__ADS_2