Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
16


__ADS_3

Tut tut tut....


Nada panggilan yang terputus langsung membuat Erik merasa sangat kesal, dan dia hendak melemparkan ponselnya ke lantai ketika dia masih sadar bahwa ada banyak dokumen penting di dalam ponsel tersebut sehingga dia hanya memindahkan ponselnya ke tangan kirinya lalu beralih menuju tembok.


Buk!!!


"Hah,,, sial!!!" Geram pria itu sembari meneteskan air matanya dan dia benar-benar tidak tahu harus memilih untuk melakukan apa.


💮💮💮


Sementara itu, Viola yang duduk bersembunyi di dalam lemari kini gemetar di tempatnya mendengar percakapan Erik dengan seseorang yang berteleponan dengan pria itu.


Air matanya menetes tak karuan dengan dada yang terasa begitu sesak, "jadi,,, Jadi maksudnya,, dia sudah mengetahui bahwa aku telah dilecehkan oleh kakaknya sendiri, tetapi dia,, dia bahkan tidak melakukan apapun, dia bahkan tidak membelaku dan bahkan tidak berani untuk melakukan apapun pada kakaknya?' ucap Viola dalam hati yang merasa bahwa tidak ada yang benar-benar memberinya dukungan dengan sepenuh hati.


Dia telah menikah dengan seorang pria, tetapi ketika pria itu mengetahui bahwa dia diperlakukan dengan sangat buruk oleh seseorang, ternyata pria itu tidak melakukan apapun dan hanya membiarkan pelakunya berkeliaran di luar sana.


Viola benar-benar tidak tahan mengetahui fakta itu, sehingga dia merasa bahwa dua bersaudara itu benar-benar mempermainkannya.

__ADS_1


Maka, Viola terus menahan tangisannya sampai akhirnya dia mendengar pria itu telah meninggalkan ruangan barulah Viola membuka pintu lemari dan perempuan itu menangis sejadi-jadinya.


"Hiks,, hiks,, hiks,, kenapa? Kenapa? Hiks,, hiks,, hiks,," Viola merasa frustasi dengan dirinya dan kehidupannya, perempuan itu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa supaya dia bisa hidup normal seperti dahulu.


Sementara itu, Erik yang berusaha mencari istrinya kini kembali menemui Ibu mertuanya dan pria itu melihat bahwa ibu mertuanya juga tidak menemukan istrinya.


"Aku rasa Dia perlu waktu untuk menenangkan diri, jadi sebaiknya kau masuk lagi ke kamar dan istirahat nanti dia pasti akan menemui kita semua Jika dia sudah merasa tenang," ucap Novita yang sudah bertanya pada penjaga gerbang dan semua penjaga kegiatan mengatakan bahwa tidak ada orang yang keluar dari rumah.


"Tapi Bu, Bagaimana kalau dia malah melukai dirinya sendiri? Aku takut sekali terjadi apa-apa padanya," ucap Erik yang merasa cemas pada perempuan itu.


Erik yang mendengarkan ucapan Ibu mertuanya mengepal kuat tangannya dan pria itu kemudian masuk ke kamar sembari menggertakan giginya.


'Apa yang harus kulakukan sekarang? Haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku sudah mengetahui tentang apa yang dilakukan oleh kakak pada Viola, tetapi aku tidak melakukan apapun untuk membela istriku sendiri?' ucapan Erik dalam hati yang kini merasa sangat frustasi.


Di sisi lain dia merasa sangat kasihan pada istrinya dan dia benar-benar tahu bahwa istrinya sangat menderita menyimpan masalah itu sendirian, tetapi di sisi lain dia benar-benar tidak bisa memenjarakan kakaknya, karena hal itu pasti akan membuat dampak yang sangat besar untuk keluarga mereka dan terlebih reputasi keluarga mereka sangat dipertaruhkan.


Maka untuk melampiaskan amarahnya dan menenangkan pikirannya yang benar-benar pusing, maka pria itu kemudian mengambil alkohol dan dia minum sembari menahan air matanya supaya tidak menetes di pipinya.

__ADS_1


'Aku pria yang sangat buruk, Aku gagal melindungi istriku, dan Aku gagal memberikan keamanan untuknya. Bahkan sekarang aku bersikap seperti seorang pengecut yang tidak mampu untuk membela istriku,' ucap pria itu dalam hati sembari memegang erat-erat gelas anggur di tangannya.


Cukup lama pria itu terus meneguk anggurnya sampai akhirnya ponselnya berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah ayahnya.


Maka pria itu kemudian mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon dari ayahnya.


"Ya ayah?" Tanya pria itu pada orang di seberang telepon sembari menggoyang-goyangkan gelas anggur di tangannya dan memejamkan matanya.


"Cepat lah ke kantor, Ada hal penting yang harus kita bicarakan!!" Tegas pria dari seberang telepon langsung membuat Erik menghentikan gerakan tangannya yang gelas anggurnya.


Pria itu kemudian mendengarkan nada sambungan yang telah diputuskan secara sepihak.


Tut tut tut...


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2