Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
71


__ADS_3

4 orang yang meninggalkan mobil mereka di lahan parkir kini masih ke sebuah lift yang mengantar mereka ke sebuah ruangan di mana ruangan itu ialah tempat Bagas dirawat.


Clek!


Baru saja pintu dibuka, Novita langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat seorang pria yang duduk di tempat tidur dengan hampir seluruh tubuhnya dipenuhi perban dan juga gips, tapi tampak pria itu sedang bekerja karena di depannya ada sebuah laptop dan juga beberapa berkas.


Bagas yang melihat kedatangan tiga orang itu juga sangat terkejut, tetapi pandangannya tetap terarah kepada Viola yang kini berjalan menghampirinya dan pria itu sangat merindukan perempuan itu.


"Kau,, kau baik-baik saja?" Tanya Viola sembari meneteskan air matanya menghampiri pria yang tampak menatapnya dengan intens.

__ADS_1


Perempuan itu memperhatikan bagian tubuh Bagas, dan dia melihat bahwa bagian tubuh yang tidak diperban tampaklah lebam yang menandakan bahwa ada luka berat yang diderita oleh pria itu.


"Aku baik-baik saja," ucap Bagas sembari tersenyum mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata perempuan itu ketika Viola malam menahan tangannya.


"Kau, jangan banyak bergerak, lihat lukamu, semua tubuhmu dipenuhi oleh luka!" Ucap Viola yang kini merasa begitu sesak menatap pria di depannya, pria itu tampak baik-baik saja duduk dengan tenang tetapi siapapun yang melihatnya akan mengiris dengan luka yang diderita oleh pria itu.


Novita yang melihat interaksi kedua orang itu akhirnya menarik suaminya keluar dari ruangan, karena dia tahu bahwa kedua orang itu memerlukan waktu untuk bersama-sama.


"Kenapa kau masih bekerja? Juga, Kenapa kau tidak menghubungiku kalau kau ada di sini?" Ucap Viola menyekah Air matanya lalu dia kembali menghampiri pria itu dan menatap Bagas dengan perasaan sedihnya.

__ADS_1


Sementara Bagas yang memperhatikan raut kesedihan di wajah Viola, pria itu berkata, "Apakah kau benar-benar sedih melihatku?"


Pertanyaan itu langsung membuat Viola dan menjadi kesal hingga dia mengeluarkan tangannya untuk memukul pria itu ketika tangannya tertahan di udara saat menyadari bahwa pria itu sudah terluar ke para, jadi sedikit saja keuntungan pada tubuh pria itu mungkin akan membuat pria itu menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Pertanyaan macam apa yang kau ucapkan? Tentu saja aku sedih, aku bahkan tidak tidur sepanjang 1 bulan lebih hanya untuk memikirkan keadaanmu!! Kau menyiksa semua orang dengan bersembunyi di tempat ini!!" Bentak Viola melampiaskan kekesalannya pada pria yang ada di hadapannya.


Melihat kemarahan perempuan di depannya, maka Bagas benar-benar tak percaya bahwa perempuan itu telah memaafkan apa yang telah ia lakukan pada Viola, sehingga dia kembali lagi berkata, "itu,, Apa kau sudah memaafkan aku?"


Pertanyaan kedua dari Bagas benar-benar membuat darah tinggi Viola naik ke tahap yang benar-benar sulit untuk dikendalikan hingga dan Viola kemudian berkata, "sialan!! Kau pria yang tidak punya perasaan?!! Percuma saja aku datang kemari, kau hanya membuatku emosi!!"

__ADS_1


Setelah berteriak, maka Viola hendak pergi meninggalkan pria itu ketika pinggangnya ditahan oleh Bagas dan perempuan itu sangat terkejut saat tubuhnya terangkat ke atas ranjang dan dia dudukkan di atas paha Bagas.


"Aku sangat merindukanmu, seandainya kau tidak datang hari ini, maka besok aku sudah akan keluar dari sini dan menghampirimu di rumah!!" Ucap Bagas sembari memeluk erat perempuan itu mengabaikan rasa sakit pada seluruh tubuhnya, karena yang paling membuatnya menderita selama 1 bulan lebih berada di rumah sakit itu ialah rasa rindunya pada Viola, bukan rasa sakitnya pada tubuhnya.


__ADS_2