
Maka Eki kemudian mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon dari ayahnya.
"Ya ayah?" Tanya pria itu pada orang di seberang telepon sembari menggoyang-goyangkan gelas anggur di tangannya dan memejamkan matanya.
"Cepat lah kantor, Ada hal penting yang harus kita bicarakan!!" Tegas pria dari seberang telepon langsung membuat Erik menghentikan gerakan tangannya yang memegang gelas anggurnya.
Pria itu kemudian mendengarkan nada sambungan yang telah diputuskan secara sepihak.
Tut tut tut...
🌄🌄🌄
Erik melepaskan teleponnya dari telinganya dan pria itu kemudian meletakkan gelas anggurnya lalu dia berdiri memperhatikan kamar Di mana dia berada.
Setelah beberapa saat, pria itu mengambil kunci mobilnya dan dia keluar dari kamar.
Begitu tiba di lantai bawah, pria itu melihat ibu mertuanya sedang duduk sembari meramas-remas jari tangannya.
"Ibu, Apakah istriku belum mendatangi ibu?" Tanya Erik pada ibu mertuanya.
"Ahh,," Novita langsung berdiri melihat menantunya sembari perempuan itu berdiri dan lanjut berkata, "itu,, Sepertinya dia membutuhkan waktu yang lama, kalau kau ada urusan di luar Kau boleh pergi, nanti biar ibu yang membujuknya."
Mendengar ucapan Ibu mertuanya, maka Erik menganggukkan kepalanya lalu pria itu kemudian berpamit dan dia meninggalkan rumah tersebut dengan Novita yang melihat kepergian pria itu.
'Kenapa aku merasa bahwa sikap pria itu terlihat sangat aneh? Di saat seperti ini, seharusnya dia tetap berada di rumah untuk menunggu istrinya tenang dan menghibur perempuan itu, tetapi kenapa dia malah memilih pergi dari rumah? Ataukah mereka berdua ada masalah?' ucapkan kita dalam hati sembari perempuan itu kemudian berbalik dan naik ke lantai dua untuk kembali mencari putrinya.
Dia menahan kegelisahannya dalam hati dan berharap bahwa semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
Begitu dia berbelok ya arah sebelah kanan tepatnya menuju ruang perpustakaan, dia langsung melihat putrinya yang sudah keluar dari ruangan perpustakaan sehingga perempuan itu cepat-cepat menghampiri putrinya.
"Sayang, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Novita langsung membuat Viola menatap ibunya sembari mengganggukan kepalanya.
"Aku mau istirahat," ucap Viola sembari berjalan bersama ibunya untuk kembali ke kamarnya.
Ketika mereka tiba di depan pintu kamar Viola, maka Viola menatap ibunya sembari berkata, "Apakah Erik ada di dalam?"
Dengan berat hati, Novita menggelengkan kepalanya, "katanya dia ada urusan di luar, Jadi dia pergi terburu-buru," ucap Novita membuat Viola terdiam di tempatnya.
'Apakah dia pergi untuk menemui kakaknya? Apakah pria itu akhirnya berubah pikiran?' ucap Viola dalam hati sembari perempuan itu menganggukkan kepalanya pada ibunya lalu dia kemudian membuka pintu dan masuk ke kamar.
Novita yang melihat sikap putrinya yang banyak diam kemudian mendekatkan wajahnya ke arah pintu kamar sambil berkata, "kalau kau ada masalah dengan suamimu, kau bisa membicarakannya dengan Ibu supaya Ibu bisa membantumu untuk menyelesaikan masalahnya. Jangan membebani dirimu sendiri, karena Ibu dan Ayah selalu mendukungmu."
Viola yang mendengarkan ucapan ibunya tidak mengatakan apapun, tetapi perempuan itu hanya naik ke tempat tidur dan Dia kemudian membungkus tubuhnya dengan selimut.
Dia tak pernah menyangka bahwa ternyata ketika dia melihat kepribadian Erik yang begitu hangat dan sangat bijak, apa yang kelihatan itu hanyalah sebuah sandiwara belaka.
Tetapi perempuan itu juga merasa bahwa dia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pria itu, karena segalanya memang sudah kacau sebelum mereka menikah.
Namun begitu, dia kesal pada takdirnya Dia merasa bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa bahkan menyalahkan siapapun tidak bisa ia lakukan kecuali menyalahkan diri sendiri.
"Hiks, hiks, hiks,,, Apa salahku sehingga aku harus begini?" Ucap perempuan itu pada dirinya sendiri sembari terus meneteskan air matanya.
Dia terus menangis sampai akhirnya perempuan itu ketiduran di tempat tidur dan tidak menyadari ketika ibunya masuk ke dalam kamar untuk mengecek keadaannya.
Novita bisa melihat bahwa perempuan itu baru saja menangis sepanjang hari, tetapi dia merasa tenang ketika merasakan bahwa suhu tubuh Perempuan itu tidaklah hangat yang menandakan bahwa dia baik-baik saja.
__ADS_1
Tetapi, perempuan itu menghela nafas ketika dia berbalik dan melihat alkohol yang ada di atas meja dan dia juga melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 18.00, namun Erik yang sedari siang meninggalkan rumah belum kembali juga ke tempat itu.
"Sepertinya mereka benar-benar bermasalah," ucap Novita sembari menoleh lagi ke arah putrinya sebelum keluar dari kamar tersebut.
Perempuan itu turun ke lantai bawah dan melihat suaminya yang sudah menunggunya di meja makan menatapnya dengan tatapan bingungnya.
"Apakah Putri kita tidak turun untuk makan?" Tanya pria bernama Cornelius.
Novita menghela nafas sembari perempuan itu kemudian duduk, lalu dia menatap suaminya sambil berkata, "dia tertidur, sepertinya masalahnya benar-benar berat. Entah kenapa sekarang Aku menyesal telah menjodohkannya dengan Erik."
Cornelius yang mendengarkan ucapan istrinya mengerutkan keningnya lalu pria itu berkata, "Memangnya mereka punya masalah apa?"
Novita menggelengkan kepalanya, "aku juga tidak tahu, tapi sedari siang tadi ketika mereka tiba, Erik meninggalkan rumah dan pria itu belum kembali sampai sekarang. Kenapa sekarang aku merasa bahwa pria itu hanya berkedok datang untuk menginap di rumah kita tetapi sebenarnya dia datang untuk mengembalikan Putri kita?" Ucap Novita yang merasa sangat sedih akan putrinya.
"Pria itu!! Kau tenang saja, nanti aku akan menelponnya setelah kita makan malam," ucap Cornelius sembari menahan amarahnya sebab tentunya dia tidak ingin memperlihatkan amarahnya pada waktu makan malam seperti itu, karena dia cemas jika istrinya terganggu dengan masalah putrinya maka perempuan itu tidak bisa makan dan penyakit perempuan itu bisa kumat lagi.
Meski masih merasa tidak tenang tetapi Novita tetap menunggukan kepalanya, lalu perempuan itu berusaha memaksakan makanan turun ke perutnya.
Karena bagaimanapun, anak mereka hanya ada satu, yaitu Putri mereka satu-satunya.
Mereka berharap bisa membuat masa depan Putri mereka menjadi lebih baik dari siapapun yang pernah dilahirkan ke dunia.
Namun sekarang, sepertinya apa yang mereka harapkan tidak berjalan sesuai dengan rencana.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1