
Tap tap tap....
Viola yang perutnya mulai membesar melangkah bersama dengan bagas ke dalam rumah keluarga Lamela.
Mata perempuan itu langsung tertuju pada seorang pria yang duduk di kursi roda Karena setelah disiksa oleh Lukas di perusahaan, pria itu mengalami banyak sekali luka dan menyebabkan kedua kakinya menjadi lumpuh.
"Kalian sudah datang," Nyonya Lamela langsung berlari menghampiri kedua orang itu, lalu dengan semangat dia mempersilahkan kedua orang itu duduk di ruang tamu, sementara Erik yang melihat itu langsung berbalik memasuki kamarnya.
Ia merasa kesal harus melihat kebahagiaan kedua orang itu, sementara dirinya harus berakhir di kursi roda!!!
"Bagaimana kabar ibu?" Tanya Viola yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan perempuan itu.
"Baik,, Bagaimana kabar kalian semua? Baik-baik saja bukan?" Tanya Nyonya Lamela yang jelek setiap hari terus menelepon Viola untuk menanyakan kabar cucunya yang ada di kandungan perempuan itu.
Viola tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, "ya, kami membawakan hadiah untuk ibu," ucap Viola mengambil beberapa foto dari tasnya, lalu menyerahkannya pada Nyonya Lamela hingga membuat Lamela begitu senang melihat foto USG cucunya yang terlihat begitu imut.
__ADS_1
"Anak laki-laki yang manis, ibu akan menyimpan ini dengan baik," ucap Nyonya Lamela segera menyimpan benda itu ke dalam sakunya.
"Ibu dengar kalian sudah mendaftarkan pernikahan kalian?" Tanya Nyonya Lamela yang mendengar dari Novita bahwa kedua orang itu telah selesai mendaftarkan pernikahan mereka, dan sekarang hanya perlu mengurus acara persiapan pernikahannya.
Viola menganggukkan kepalanya, "kami sudah mendapatkan buku nikahnya, tapi aku dan Bagas sudah memutuskan Kalau kami tidak akan menggelar resepsi pernikahan dalam waktu dekat ini, karena dokter mengatakan kalau aku harus lebih banyak beristirahat, acara pernikahan akan membuatku kelelahan," ucap Viola yang dituntut untuk istirahat lebih sebab di awal kehamilan perkembangan jadinya agak lambat karena mengalami stres.
"Ahh,, ya,, Ibu mengerti, Memang harusnya lebih memikirkan bayi yang ada di kandunganmu." Ucap Nyonya Lamela.
Bagas yang mendengarkan itu kemudian menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian tanpa aba-aba membawa Viola Ki gendongannya hingga membuat Viola sangat dan sekaligus malu terhadap ibu mertuanya.
"Kami harus beristirahat, dia perlu istirahat yang cukup," ucap Bagas membawa perempuan itu ke kamarnya.
Sementara Viola yang memasuki kamar Bagas, perempuan itu langsung menoleh ke arah tembok di mana dulunya ada pintu yang menghubungkan kamar mereka dengan kamar Erik, tetapi ternyata pintu tersebut telah ditutup.
Sekarang hanya ada dinding berwarna putih yang diberi pajangan lukisan.
__ADS_1
"Apa Kau lelah? Mau ku pijat?" Tanya Bagas pada perempuan yang sudah Ia baringkan di tempat tidur.
"Kita hanya berkendara 10 menit dari rumah, dan 5 menit duduk bersama dengan ibu, jadi aku sama sekali tidak lelah," ucap Viola.
"Baguslah, kalau begitu ayo kita tidur siang," kata bagas segera memeluk perempuan itu dan menarik selimut mereka.
Viola yang mendengarkan itu langsung tersenyum karena mereka baru bangun beberapa jam yang lalu dan sekarang mau tidur lagi?
Tetapi dia tidak melakukan protes apapun dan dia hanya tidur sembari memandangi suaminya yang kini memejamkan matanya.
'Sekarang semuanya menjadi lebih baik, tidak ada lagi hal-hal yang menyakitkan yang terjadi,' ucap Viola dalam hati yang merasa bersyukur bahwa segala kepedihan telah berlalu dan sekarang hanya ada kebahagiaan yang menghiasi hidup mereka.
...TAMAT...
Terima kasih sudah membaca novel ini, mohon maaf bila ada sesuatu yang menyinggung atau kesalahan dalam novel ini yang membuat kalian kesal.
__ADS_1
Terima kasih juga untuk seluruh masukan kalian pada kolom komentar, otor selalu membaca semuanya dan itu sangat mengharukan karena kalian sepeduli itu mendukung novel ini 🙏🙏🙏
Kalau masih kurang bacaan boleh mampir di novel otor yang lain ya,, apa lagi kalo kalian menyukai balas dendam dari wanita kuat, kalian bisa membaca novel berjudul PUTRI MONIKA atau ISTRI IDAMAN PARA SUAMI