Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
56. 44


__ADS_3

Namun sayang sekali, Bagas yang sedari tadi sudah bersedia langsung mengulurkan tangannya dan meraih tangan pria yang memegang pistol itu lalu mengarahkan pistol ke dinding.


Dor!


Dor!


Peluru yang ditembakkan langsung membuat lubang di dinding dengan kekacauan yang terjadi di situ karena mereka saling menyerang.


Buk! Buk! Buk!


💥💥💥


Pria yang menggendong Viola yang melihat kejadian itu merasa begitu panik dan dia cepat-cepat menunaikan tombol open pada lift Namun sayang sekali bahwa lift lebih lama terbuka dari dugaan mereka.


Hal itu dimanfaatkan oleh Bagas dengan cara menarik pria itu dan mengambil Viola dari gendongan pria itu sembari dia terus melawan orang-orang yang ada di sana.


Viola yang menyadari bahwa tubuhnya telah berpindah tangan semakin ketakutan, sehingga perempuan itu menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Hiks,, hiks,, hiks..."


Buk! Buk! Buk!


Perkelahiran terus terjadi dengan Bagas yang terus berusaha melindungi violakoma namun saat itu juga dari arah belakang Viola dikejutkan dengan orang-orang yang datang ke arah mereka sembari membawa berbagai alat-alat untuk menyerang.


Pisau, tongkat baseball, dan balok panjang dibawa oleh mereka Langsung membuat Viola melototkan matanya dan melupakan tentang tangisannya hingga dia meronta-ronta berusaha memperingatkan Bagas.


Tetapi Bagas yang berpikir bahwa perempuan itu terlalu takut padanya hingga melakukan hal itu hanya fokus menghadapi orang-orang yang ada di depannya sampai dia tidak menduga ketika sebuah balok panjang diayunkan oleh seorang dari belakangnya hingga mengenai lehernya dan membuatnya terjatuh.


Buk!


Viola juga ikut terjatuh, namun dia bisa merasakan bahwa Bagas menjaga tubuhnya agar tidak terbentur ke lantai dan perempuan itu bisa melihat Bagas dengan cepat berdiri menghadapi semua orang-orang itu.


Tetapi karena terlalu banyak dan mereka membawa senjata, maka secara tidak sengaja Bagas tersebut di bagian perutnya hingga mengeluarkan banyak darah.


Hal itu membuat Viola sangat terkejut dan hanya bisa menutup matanya sembari meringkuk di tempatnya sementara Bagas masih terus berusaha memukuli orang-orang yang menyerang mereka.

__ADS_1


Buk buk buk!!


Perkelahian itu berlangsung sengit, Bagas juga harus berusaha melindungi bahwa hanya, karena dia tahu bahwa kondisinya tidak akan bertahan lama untuk menyelamatkan Viola sebab luka di perutnya terasa begitu sakit setiap kali ia membuat sebuah gerakan.


Dan berpikir bahwa bawahannya harus juga ia lindungi supaya pria itu bisa membawa Viola pergi dari tempat itu, maka Bagas mengorbankan dirinya untuk menghadapi semua orang.


Pada akhirnya Bagas berhasil mengalahkan semua orang meski ia harus tumbang dengan beberapa luka di tubuhnya.


"Tuan!!!" Teriak bawahan Bagas langsung menghampiri Bagas dan berusaha menyadarkan pria itu.


Viola yang mendengarnya membuka matanya dan melihat bahwa Bagas benar-benar terluka tetapi pria itu masih bisa membuka matanya dan dengan darah yang mengalir di wajahnya, pria itu berusaha berbicara.


"Jangan pedulikan aku, Cepat bawa dia ke tempat yang aman!" Perintah Bagas benar-benar membuat Viola terisak dan perempuan itu sangat gemetar ketakutan melihat keadaan.


Sang bawahan pun tak tega untuk meninggalkan Bagas, tetapi ketika dia melihat lagi ada banyak orang yang berlari menghampiri mereka maka pria itu dengan cepat membawa Viola meninggalkan tempat itu dengan Bagas yang memasrahkan dirinya untuk dibunuh oleh orang-orang yang ada di sana.


Sementara Viola, dia menangis sejadi-jadinya meninggalkan Bagas yang sendirian di sana dengan beberapa orang yang bersenjata juga berusaha mengejar mereka tetapi untungnya bawahan Bagas dengan berlari ke arah mobil dan membawa mobil meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2