
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Suara ponsel yang berdering diabaikan oleh Cornelius karena pria itu masih khawatir pada putrinya yang sementara berada diperlukan istrinya.
Tetapi kemudian ketika dia mendapat kode dari istrinya maka pria itu akhirnya berdiri Lalu dia pergi untuk menerima panggilan telepon dari asistennya.
"Ada apa?" Tanya cornelius dengan mata yang awas masih menatap ke arah putrinya yang terus berada dalam pelukan Novita.
"Kami sudah menemukan Bagas, dia berada di rumah sakit militer ibukota, namun keadaannya sangat dirahasiakan sehingga akan kesulitan untuk mencarinya." Ucap pria dari barang telepon langsung membuat Cornelius memfokuskan seluruh perhatiannya pada telepon itu.
__ADS_1
"Kalau begitu bersiaplah, kita ke sana sekarang!" Perintah Cornelis pada pria di seberang telepon lalu pria itu mereka akhiri panggilan teleponnya dan cepat-cepat menghampiri putrinya.
"Ada apa?" Tanya Novita ketika melihat suaminya yang datang secara terburu-buru.
"Bagas sudah ditemukan, dia ada di rumah sakit militer ibukota," ucap Cornelius langsung membuat Viola menatap ayahnya.
"Kalau begitu, kita ke sana sekarang!!" Kata Viola dengan mata yang membulat sempurna karena merasa begitu bersemangat sebab pria itu ternyata masih ada di rumah sakit, yang artinya masih ada harapan bagi pria itu untuk sembuh.
"Ya,, baiklah, pergi bersiap dan pastikan kau tidak terlihat menurun saat menghampirinya," perintah Cornelius pada putrinya dengan Viola yang langsung menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu naik ke lantai dua.
Cornelius menganggukkan kepalanya, "ya, kita akan ke sana, lalu setelah itu pergi juga mengunjungi Tuan Lamela yang ada di Rumah sakit umum ibukota." Ucap Cornelius membuat Novita mengerutkan keningnya sebab perempuan itu tidak mengetahui berita tentang keluarga Lamela.
"Besan kita masuk rumah sakit?" Tanya Novita.
__ADS_1
"Hm, akan ku ceritakan nanti, jadi cepatlah bersiap," ucap Cornelius bersamaan dengan langkah kakinya menuju ke arah kamar untuk mengganti pakaiannya
Maka setelah 30 menit Ketiga orang itu langsung menaiki mobil dan mereka berangkat ke rumah sakit militer ibukota dengan tangan Viola yang saling terkait karena merasa gugup untuk bertemu dengan Bagas.
Meski rasa takutnya pada pria itu sudah menghilang setelah 1 bulan lamanya, namun perempuan itu masih tetap saja merasa takut untuk melihat keadaan pria itu, dan dia juga tidak tahu harus mengatakan apa pada pria itu.
"Jangan khawatir, dia pasti baik-baik saja," ucapkan tangannya memegang tangan putrinya yang sangat dingin.
Dan meski dia gelisah, namun dia masih tetap berusaha bersikap tenang di depan ibunya supaya tidak membuat ibunya semakin khawatir padanya.
Sementara itu, Cornelius yang duduk di samping sopir, pria itu memegang ponselnya dengan cemas.
'Keluarga Lamela benar-benar sedang terpuruk, ini pasti menjadi pukulan yang sangat berat untuk mereka, apalagi masalah yang timbul sangatlah berat dan disebabkan oleh Putra mereka yang paling dibanggakan,' ucap Cornelius dalam hati sembari membaca informasi pada layar ponselnya yang baru saja dikirim oleh asistennya.
__ADS_1
Pria itu terus menghela nafas dari waktu ke waktu sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit militer ibukota.