Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
76


__ADS_3

Di ruang kerja milik Tuan Lamela yang kini telah beralih menjadi ruangan Lukas, Lukas duduk sendirian menunggu tamu yang akan datang menemuinya.


Beberapa saat menikmati rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan jari tengahnya, pria itu akhirnya mendengarkan suara ketukan pintu.


Tok tok tok...


Lucas langsung tersenyum lalu dia mematikan rokok di tangannya dan menekan sebuah tombol yang secara khusus diletakkan di meja sembari berkata, "masuk!"


Perintah itu langsung dibarengi oleh pintu yang terbuka memperlihatkan asisten Tuan Lamela datang bersama dengan beberapa pengacara, dan bukan hanya itu saja bahwa pria itu datang bersama-sama dengan banyak pengawal yang kemudian memenuhi area luar ruangan Lukas untuk berjaga-jaga.


Lukas yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya, Tetapi dia tetap berdiri lalu mengerutkan keningnya saat melihat bahwa asisten Tuan Lamela bersama dengan para pengacaranya langsung duduk tanpa izin darinya.


"Sepertinya kalian begitu berani. Bukankah kalian seharusnya lebih sopan datang kemari karena pewaris tunggal keluarga Lamela ada di tanganku?" ucap Lukas yang merasa begitu jijik dengan orang-orang itu, tetapi tetap saja dia menahan kejijikannya itu dalam hati dan dia kemudian duduk di sana sembari menatap kesal pada semua orang.

__ADS_1


Asisten Tuan Lamela yang mendengarkan ocehan Lukas tidak terlalu mempedulikannya, pria itu hanya mengeluarkan berkas-berkasnya dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Lukas.


"Apa ini?" Ucap Lukas kemari mengambil berkas itu, sebab Dia pikir bahwa pria itu akan datang bernegosiasi tentang pertukaran Sandra, tapi ternyata malah datang membawa berkas yang entah apa isinya.


Asisten Tuan Lamela tidak mengatakan apapun, dan dia hanya membiarkan Lukas membuka berkas itu hingga Lukas terkejut ketika dia melihat seluruh bukti-bukti kejahatannya ada di sana!


"Sial!!" Teriak Lukas melemparkan berkas itu ke arah asisten Tuan Lamela.


Lukas yang mendengarkan itu bagai disambar petir di tempatnya, karena dia tidak menduga bahwa pria itu akan mengetahui semuanya, Padahal dia sudah merapikannya dengan bersih, tidak ada satupun orang yang bisa mengetahuinya, apalagi keluarga Lamela yang meski memiliki koneksi, namun di dalam dunia gelap pria itu tidak memiliki apapun.


Sementara asisten Tuan Lamela yang ada di sana, pria itu dengan tenang kemudian berkata, "tinggalkan kantor ini sekarang juga atau sekarang juga polisi akan datang kemari!"


Setelah asisten Tuan Lamela berbicara, maka salah seorang pengacara yang ada di sana menyerahkan sebuah berkas yang harus disepakati oleh Lukas hingga membuat Lukas yang ada di sana menggertakan giginya dan pria itu hendak berdiri mengambil senjatanya yang tersembunyi di meja ketika asisten Tuan Lamela dengan cepat menghalangi pria itu.

__ADS_1


Asisten Tuan Lamela menekan sebuah tombol yang merupakan tombol tersembunyi di bawah salah satu sofa yang terletak di sana tombol itu hanya diketahui oleh dia dan Tuan Lamela saja sehingga tempat itu langsung terkunci secara otomatis, bahkan akses untuk pergi ke meja kerja juga telah tertutup oleh sebuah pintu otomatis yang turun dari atas atap.


Hal itu membuat Lukas tidak bisa lagi mengambil senjata yang ia sembunyikan di meja kerja.


Juga, Lukas tidak akan bisa berhubungan dengan orang di luar kecuali asisten Tuan Lamela saja sebab penghalang gelombang sinyal ponsel dan ataupun radio telah diaktifkan.


"Tolong kerjasamanya dengan tenang," ucap asisten teman Lamela mengambil kembali berkas di atas meja dan menyerahkannya pada Lukas yang kini kebingungan harus mencari jalan keluar ke mana.


Tetapi karena melihat bahwa dia sudah benar-benar terkurung, maka pria itu langsung menyerang asisten Tuan Lamela hingga dua pria itu saling berkelahi dengan para pengacara yang langsung menyingkir ke salah satu sudut ruangan.


Buk buk buk...!!!


Perkelahian sengit itu menjadi ountonan para pengacara yang aneh rasa agak merinding dengan kekuatan dua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2