
Tik tik tik...
Entah sudah berapa lama jam terus berdetik tetapi Viola yang sedang dalam kegelisanya kini hanya bisa bolak-balik di jendela sembari sesekali menyeka air matanya yang terus berderai.
Dia kebingungan harus menghubungi siapa untuk mencari informasi tentang keadaan Bagas, sebab di tempat itu sama sekali tidak ada telepon dan dia juga kehilangan barang-barangnya karena tertinggal di dalam mobil.
Sambil menggigit jarinya dan melangkah bolak-balik, Viola merasakan ketakutan yang luar biasa jika sampai Bagas benar-benar tewas setelah melindunginya.
'Aku tidak tahu apa yang kulakukan. Padahal pria itu sudah berbuat buruk padaku tetapi aku tetap saja begitu takut kalau sampai pria itu tidak dapat diselamatkan lagi. Bahkan aku sekarang tidak menangis lagi karena melihat suamiku yang berselingkuh, tetapi aku menangis untuk pria yang telah melecehkan ku berkali-kali untuk pria yang telah menghamiliku dan tidak bertanggung jawab!' ucap Viola dalam hati yang kini benar-benar ketakutan dan benar-benar cemas memikirkan Bagas.
__ADS_1
Sampai akhirnya ketika dia melihat bahwa malam sudah datang maka perempuan itu tidak punya pilihan lain selain keluar dari apartemen untuk mencari seseorang yang bisa membantunya.
Begitu membuka apartemen, Viola terkejut saat mendapati ada begitu banyak penjaga yang ditempatkan di luar apartemennya.
"Apakah Nona butuh sesuatu?" Tanya seorang pria yang menggunakan kacamata hitam dan pakaian serba hitam.
Viola yang melihat pria-pria itu langsung teringat akan ucapan bawahan Bagas bahwa tempat itu dilindungi dan dia akan aman berada di tempat itu.
Oleh sebab itu, Viola menganggukkan kepalanya dengan air mata yang menetes di pipinya, "Iya, aku sangat cemas memikirkan keadaan Bagas. Bisakah kalian mendapatkan informasi untukku?" Ucap Viola sembari menyeka air matanya dan dia sudah tidak peduli lagi kalau para pengawal itu melihat keadaannya yang sangat buruk karena habis menangis.
__ADS_1
Sebab bagaimanapun, saat ini dia sedang cemas dan ketakutan sebab dia takut berhutang nyawa pada seseorang, bahkan jika itu adalah orang yang sudah mencelakainya.
Samping awal menganggukkan kepalanya lalu pria itu kemudian berkata, "silakan kembali ke dalam, Saya akan menghubungi seseorang untuk mendapatkan informasi. Ah,, kami juga diperintahkan bahwa pukul 19.00 nanti kami akan membawa Nona kembali ke ibukota Jadi silakan bersiap-siap dan jangan lupa makan malam."
Viola menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu masuk kembali ke apartemen lalu melihat makanan yang sudah disiapkan oleh beberapa pelayan yang tadi memasuki apartemennya.
Dia teringat akan bayinya, dan dia takut kalau sampai kandungannya itu kenapa kenapa karena dia mengabaikan makanannya Oleh sebab itu Viola berjalan mendekati makanan itu dan memaksakan diri untuk mendapatkan suatu suapan.
"Huek!!!" Viola yang merasa mual langsung berlari ke kamar mandi dan menumpahkan isi perutnya ke dalam kloset.
__ADS_1
"Huekk!! Huek!!! Hiks,, hiks,," Viola berusaha menenangkan dirinya Tetapi dia tidak bisa merasa tenang dan hanya bisa terus terisak.
"Apa yang harus kulakukan hiks,, hiks,, Bagaimana kalau pria itu sampai meninggal hanya untuk menyelamatkanku?" ucap Viola dalam hati yang kini merasa sangat ketakutan karena Ini pertama kalinya dia menghadapi sebuah situasi di mana Dia benar-benar melihat perkelahian dan seseorang yang nyawanya berada di ujung tanduk karena menyelamatkan hidupnya.