
"Kau,,, kau melakukan sesuatu pada istriku?!!" Tanya Erik dengan mata memerahnya sebab pria itu berusaha menahan amarahnya karena tentunya akan menimbulkan kehebohan di rumah mereka jika ayah dan Ibu mereka sampai mengetahui bahwa mereka bertengkar.
Sementara Bagas yang mendengarkan ucapan pria itu, dia tersenyum dan berbalik menatap adiknya, "kenapa? Apa kau marah?!" Tanya Bagas dengan suara yang mengandung provokasi sehingga membuat Erik terdiam di tempatnya dan hanya melihat Bagas yang langsung pergi setelah berbicara.
🧃🧃🧃
Erik tertegum beberapa saat, tetapi kemudian ketika dia mengerti apa yang dikatakan oleh kakaknya, pria itu menjadi sangat marah sehingga dia cepat-cepat berlari menghampiri kakaknya dan menarik bahu pria itu hingga berbalik.
Setelah itu, dia mengepal kuat tangan kanannya dan melayangkan sebuah tinju ke wajah kakaknya.
Buk!!!
Tinju tersebut langsung membuat Bagas tersungkur ke lantai hingga mengejutkan ayah dan ibunya yang mana saat itu Nyonya Lamela hendak mengantar suaminya yang ingin pergi ke kantor.
Kedua orang itu langsung menghentikan langkah mereka dan berbalik menatap ke arah sumber suara.
"Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak Nyonya Lamela menghampiri kedua putranya yang mana saat itu Bagas sudah berada di bawah dan Erik meninju kakaknya dengan sangat brutal.
Bagas tidak menahan pukulan itu, tetapi dia hanya membiarkan adiknya terus memukulnya sampai akhirnya Erik ditarik oleh ayahnya.
"Sialan!! Biarkan aku membunuhnya!!! Dia tidak tahu malu! Pria brengsek sialan itu, aku akan membunuhnya!" Teriak Erik berusaha melepaskan diri dari ayahnya karena dia benar-benar marah terhadap kakaknya.
__ADS_1
Pria itu berani-beraninya menyentuh istrinya, tetapi sedikitpun Tidak ada rasa penyesalan yang ditampakkan oleh pria itu hingga membuatnya sangat marah.
Dia memperlakukan istrinya dengan sangat baik, bahkan tidak berani menyentuh perempuan itu tanpa seijin dari istrinya, tetapi pria itu malah memperlakukan istrinya dengan buruk!!
Berani sekali!!
Sementara itu, Bagas kini baru dibantu oleh ibunya untuk berdiri lalu Nyonya Lamela kemudian menatap Erik dengan bingung sebab tentunya dia tahu bahwa putranya yang itu tak pernah menyelesaikan apapun dengan kekerasan.
"Apa yang kau lakukan?!! Ini kau bukan Erik yang ibu kenal! Bagaimana bisa kau memukul kakakmu sampai seperti ini?!!" Tanya Nyonya Lamela dengan nada suara yang tinggi sembari menatap putranya dengan rasa tak percayanya melihat pretty pria itu masih berusaha untuk lepas dari yang cekalan ayahnya.
Padahal dia mengenal bahwa anak pertamanya lah yang sangat kasar dan menyelesaikan segala sesuatu dengan kekerasan, tetapi sekarang dia malah melihat bahwa anak pertamanya lah yang terdiam dipukul oleh anak keduanya.
Padahal, anak keduanya terkenal sebagai anak yang alim selalu menurut dan merupakan anak dengan kesabaran tingkat dewa yang tak dimiliki oleh anak-anak seperti pada umumnya.
"Ibu!! Dia pantas mati dia telah me,," Erik menghentikan ucapannya dan menggertakan giginya ketika melihat istrinya sudah berada di ujung tangga lantai 2 yang mana perempuan itu melihat mereka dan tentunya akan mendengar pembicaraan mereka.
Kalau perempuan itu mendengarnya, maka perempuan itu mungkin akan sangat sedih, jadi Erik berusaha menahan emosinya sembari mengarahkan semua kemarahannya dengan cara menggerakkan giginya.
Bagas juga melihat arah tetapan Erik lalu pria itu juga berbalik menatap ke arah lantai 2 hingga semua orang kini menatap Viola yang sedang berdiri di ujung tangga dengan sebuah koper di tangannya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Lamela kembali menatap ke arah putra bungsunya.
__ADS_1
Erik kembali menggertakan giginya, lalu pria itu kemudian menatap ayahnya, "lepaskan aku ayah!" Tegas pria itu langsung membuat bantuan Lamela melepaskan tangannya pada putranya ketika melihat bahwa pria itu sudah tenang.
Setelah dilepaskan, maka Erik berjalan cepat ke arah tangga dan menghampiri istrinya sembari mengambil koper dari tangan perempuan itu.
Viola yang melihat itu langsung mundur beberapa langkah, dan air mata menetes di pipinya ketika dia cemas bahwa apa yang terjadi telah diketahui oleh pria itu.
Bagaimanapun, Erik tidak mungkin akan memukul kakaknya sendiri, sebab pria itu menceritakan kakaknya sebagai orang yang sangat baik tetapi jika pria itu telah memukul kakaknya, maka pasti sudah ada sesuatu yang terjadi.
Erik yang melihat ketakutan perempuan itu langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Viola, tapi Viola membawa tangannya ke belakangnya.
"Mengapa,, Mengapa kau memukul kakakmu?" Tanya Viola yang sangat takut kalau alasan pria itu memukul kakaknya ialah karena pria itu telah mengetahui bahwa kakaknya telah menyentuh Viola.
"Tidak,, itu hanya masalah kecil, Kau tidak perlu khawatir, ini hanya masalah yang akan segera kami selesaikan," ucap Erik yang tentunya tidak ingin melukai hati perempuan itu, karena dia takut kalau perempuan itu mengetahui bahwa dia sudah tahu segala yang terjadi maka perempuan itu mungkin akan merendah diri dan tidak ingin lagi bersamanya.
Tetapi Viola, dia masih ragu dengan ucapan pria itu sehingga dia kemudian menatap ke arah lantai 1 dan melihat 3 orang yang sedang memandangnya dengan wajah Bagas yang sudah berdarah dan lebam.
Erik yang melihat itu kembali melangkah mendekati istrinya sambil berkata, "jangan perdulikan dia, Ayo sekarang kita pergi ke rumah orang tuamu."
Viola yang mendengarkan ucapan Erik merah sangat gugup, dan dia merasa sangat malu untuk terus bertemu pria itu jika pria itu sudah mengetahui apa yang terjadi.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️