Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
77.


__ADS_3

Buk!


Sebuah pukulan terakhir dilontarkan oleh asisten Tuan Lamela, lalu pria itu kemudian berjalan mengambil berkas yang masih terletak di atas meja dan memaksa Lukas untuk menandatanganinya.


"Hah,,, cepat tanda tangani berkas ini!!!" Perintah pria itu langsung membuat Lukas benar-benar tidak berdaya dan pria itu mau tidak mau harus menandatangani berkasnya yaitu berkas pemindahan perusahaan kembali ke pemiliknya.


Setelah Lukas menandatangani surat tersebut, maka asisten Tuan Lamela membuka kunci pada ruangan itu hingga para polisi kemudian masuk lalu menangkap Lukas.


Lukas sangat terkejut, tetapi kemudian dia tak bisa berkata apa-apa lagi ketika dia telah diborgol lalu diseret keluar dengan asisten Tuan Lamela yang juga ikut keluar dan melihat beberapa mayat yang tergeletak di koridor.


"Bodoh," ucap pria itu kemudian melangkah menuju lift untuk meninggalkan tempat itu sebab dia masih harus melaporkan situasinya pada Tuan Lamela.


Sementara itu, di rumah sakit militer ibukota, Viola sebarus saja selesai membuat bubur untuk pria yang sedang ia rawat.


Perempuan itu memindahkan buburnya ke piring dan membiarkannya di atas meja untuk didinginkan.

__ADS_1


Setelah selesai, Viola kemudian keluar dari dapur dan melihat Bagas yang duduk di tempat tidur, masih sibuk menjahit pakaian bayi.


Viola langsung tersenyum mendekati pria itu dan dia duduk di depan Bagas sembari berkata, "kau sudah menjahit selusin, Memangnya berapa yang ingin kau jahit?"


Pertanyaan itu benar-benar membuat Bagas merasa hangat sebab kini Mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang benar-benar menantikan kelahiran bayi mereka.


"Hm, Aku mau semua pakaian yang di pakai oleh anakku dijahit olehku," ucap Bagas benar-benar membuat biola tercengang di tempatnya karena tidak menyangka bahwa pria itu akan berkata demikian.


Siapa yang menyangka bahwa pria yang awalnya ia lihat sebagai pria bejat kini Mala terlihat seperti pria yang sangat menyayangi keluarganya.


Sakit bukannya beristirahat malah membebani dirinya sendiri untuk membuat pakaian bayi, padahal pakaian bayi ada banyak di toko, jadi tidak perlu merepotkan diri yang sedang sakit untuk membuat pakaiannya.


Tetapi Bagas yang melihat kekesalan Viola hanya tersenyum, dan pria itu kemudian melanjutkan jahitannya dengan menoleh ke arah iyolah yang bukannya tidur Tetapi malah bermain HP.


"Oh,, ada berita tentang keluargamu!" Ucap Viola segera duduk di samping Bagas lalu memperlihatkan layar ponselnya pada Bagas.

__ADS_1


Bagas membaca berita yang ada di layar ponsel Viola lalu berkata, "baguslah."


"Aku sudah menduga dari awal kalau ini akan terjadi, mana mungkin semudah itu perusahaan diambil oleh orang lain? Ah,, tapi, aku dengar kebangkrutan perusahaan disebabkan oleh Erik, lalu apa yang terjadi pada pria itu?" Ucap Viola yang merasa penasaran apa yang akan dialami oleh Erik setelah masalah besar yang ia buat untuk keluarganya.


Tetapi sayangnya, ucapan perempuan itu langsung membuat amarah Bagas memuncak hingga pria itu menghentikan tangannya yang sedang menjahit selalu mengulurkannya menarik Viola ke pangkuannya.


"Apakah kau baru saja kau menghawatirkan pria lain?!" Tanya Bagas dengan nada suara yang penuh kekesala langsung membuat Viola terkikik.


"Hehe,, Mana mungkin aku berani? Memikirkanmu saja sudah membuatku khawatir apalagi mau memikirkan orang lain, Itu akan membuatku jadi gila!" Ucap Viola sembari memeluk pria itu dengan lembut dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu.


Pelukan itu membuat Bagas merasa hangat, dan kemarahannya yang tadi berada dalam hatinya kini langsung menghilang.


"Aku harus tetap sakit supaya kau memperlakukanku dengan baik seperti ini," ucap Bagas yang merasa bahwa karena dia sakit maka dia bisa meluluhkan hati perempuan itu, seandainya dia tidak sakit maka perempuan itu pasti belum akan memaafkan dirinya.


"Hm, kalau dalam 3 hari lagi kau tidak keluar dari rumah sakit, Aku akan meninggalkanmu di sini!!!" Ucap Viola yang mana perempuan itu sudah merasa kesal pada Bagas sebab Dia selalu memperingati pria itu supaya menjaga kesehatannya tetapi terkadang pria itu malah begadang menjahit.

__ADS_1


Sangat menyebalkan!!!


__ADS_2