Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
48


__ADS_3

BAB 36


Saat itu, sudah tengah malam ketika Viola belum juga tertidur sebab matanya Tidak mengantuk.


Apalagi, pikirannya terus sibuk sedari siang sebab dia memikirkan Bagaimana caranya dia bisa terhindar dari Bagas sebab dia terlalu takut jika saja pria itu kembali lagi datang menemuinya secara paksa dan melakukan hal-hal buruk terhadapnya.


Tok tok tok...


Tiba-tiba suara pintu yang diketuk langsung membuat perempuan itu menoleh ke arah pintu lalu dia kemudian berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamar.


"Kau sudah pulang," ucap Viola ketika melihat bahwa ternyata yang datang ialah Erik dan hati perempuan itu juga merasa lega.


Erik menganggukkan kepalanya lalu ia kemudian masuk ke dalam kamar dan melepaskan jasnya lalu dia berkata, "Kenapa kau belum tidur?"

__ADS_1


Mendengarkan pertanyaan Erik langsung menghilangkan nafas, "aku menunggumu," ucap Viola sembari berjalan keranjang lalu perempuan itu kemudian berbaring di sana sembari menyelimuti tubuhnya.


Erik yang melihat itu tidak mengatakan apapun kau tetapi pria itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan beberapa saat kemudian terdengar suara shower yang digunakan oleh pria itu.


Viola merasa tenang karena sudah ada Erik yang bersamanya di dalam kamar itu, sehingga dia tidak merasa sendirian lagi.


Maka perempuan itu berusaha untuk tidur, tetapi tetap saja masih ada sesuatu yang mengganjal sehingga membuatnya terus berbalik-balik di tempat tidur sampai akhirnya air keluar dari kamar mandi dan telah selesai berganti pakaian.


"Kau tidak bisa tidur?" Tanya Erik ketika melihat bahwa Viola belum juga tidur.


Erik yang mendengarkan itu sebenarnya merasa kesal karena saat ini dia sudah tidak peduli lagi pada Viola karena perempuan itu bukanlah perempuan yang pantas berada di sisinya.


Perempuan bekas pria lain kemah bahkan mengandung anak dari pria lain sangat menjijikkan baginya.

__ADS_1


Tetapi pria itu menyembunyikan kejijikannya sembari berkata, "dia sudah tidak berada lagi di ibukota."


Viola yang mendengarkan itu merasa sangat tenang lalu perempuan itu kembali lagi berbaring, "terima kasih," ucap Viola sebelum memenjamkan matanya.


Sementara Erik, dia duduk di sofa sembari memandangi perempuan yang tertidur di tempat tidur, 'tidak ada gunanya menikah dengan perempuan itu, karena aku tidak akan memiliki keturunan darinya. Kecuali kerjasama dari keluarganya, jadi aku harus melakukan sesuatu untuk membuat keluarganya tetap mendukungku meski kami sudah bercerai.' ucap Erik dalam hati yang sudah memikirkan untuk menceraikan perempuan itu, tetapi dia masih memikirkan cara yang tepat untuk bercerai dengan perempuan itu supaya tidak menimbulkan kemarahan keluarga.


Maka pria itu kemudian keluar dari kamar dan mengambil rokok untuk menenangkan pikirannya supaya dia bisa berpikir dengan jernih.


Tetapi ketika dia tiba di balasan, pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah mobil yang terparkir di seberang jalan yang mana dia mengenali mobil itu sebagai mobil milik kakaknya.


"Apa yang dilakukan Kakak di tengah malam seperti ini? Apakah dia sedang mengawasi rumah ini?" Ucap Erik dalam hati yang sama sekali tidak mengerti dengan kakaknya.


Pria itu tidak mungkin membuang-buang waktunya hanya untuk datang ke tempat itu mengawasi rumah mereka yang entah apa yang dicari oleh pria itu di dalam rumah tersebut ketika tidak ada satupun yang akan berguna baginya.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2