Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
63.


__ADS_3

"Itu, katanya Bagas ada di rumah sakit, di rumah sakit mana dia berada?" Tanya Cornelius yang saat itu juga merasa cemas, karena baru beberapa waktu yang lalu dia berbicara dengan Bagas dan tentunya Dia sangat tertarik untuk bekerja sama dengan pria itu.


💞💞💞


"Ah, Maaf sekali, tapi ini dengan siapa?" Tanya sang pria dari seberang telepon.


"Ah, ini Cornelius, ayah dari Viola," jawab Cornelius.


"Ah, Maaf sekali Tuan tetapi saat ini bos kami tidak jadi pindah rumah sakit, karena tiba-tiba terjadi sesuatu sehingga dokter menyarankan agar kami tidak membawanya dulu dari kota L. Tolong sampaikan juga pada Putri anda bahwa kami di sini akan menjaga bos kami dengan baik, jadi dia tidak perlu khawatir apapun." Ucap sang pria dari seberang telepon.


Viola yang melihat wajah ayahnya yang berubah setelah berbicara dengan pria di seberang telepon langsung menatap ayahnya sembari berkata, "Ada apa ayah?"

__ADS_1


Cornelius menghela nafas, "kemarilah ke kamarmu, Bagas tidak jadi dipindahkan ke mari jadi kita pikirkan masalah lainnya Besok," ucap Cornelius langsung membuat Viola merasa kecewa.


Tetapi ketika dia melihat ibunya juga memberinya kode supaya kembali ke kamar, maka perempuan itu dengan berat hati kembali ke kamarnya dan terus memikirkan Bagas karena merasa khawatir pada pria itu.


Dia takut kalau pria itu sampai terluka sangat parah, sebab bagaimanapun pria itu diserang oleh puluhan orang hanya karena pria itu datang menolongnya saat dia hendak diculik.


Maka pada malam itu Viola tidur cukup gelisah sampai pagi hari menjelang perempuan itu cepat-cepat turun ke lantai bawah dan menanyakan pada ayahnya jika ada kabar terbaru.


Tetapi kemudian sang ayah menggelengkan kepalanya lalu berkata, "tidak ada kabar baru dari Bagas selain surat yang ayah terima pagi ini!"


Tetapi kemudian perempuan itu tetap membuka suratnya dan dia terkejut saat melihat bahwa proses perceraian mereka telah selesai.

__ADS_1


"Ini,,, bagaimana bisa?" Ucap Viola yang tak menduga bahwa proses perceraian mereka sangatlah cepat terjadi.


"Agenda itu disahkan kemarin, dan juga, bahkan pamanmu yang bekerja di sana tidak mengetahui hal ini karena,, hah,, Siapa yang kau suruh untuk mengurus surat itu?!!" Benta Cornelius yang tak menyangka bahwa putrinya memiliki seorang kenalan yang mempunyai pangkat lebih tinggi daripada Paman Viola yang bekerja di sana.


Viola yang mendengarkan itu langsung menggelengkan kepalanya, "tidak, aku tidak menyuruh siapapun!! Sudah kubilang kalau bukan aku yang menggugat cerai Erik, tapi sepertinya ada orang yang menjebakku atau mungkin saja itu Erik yang mel--"


Viola menghentikan ucapannya sembari menutupi wajahnya ketika dia melihat bahwa ayahnya sudah mengangkat tangan untuk menamparnya.


menata putrinya yang ketakutan, maka Cornelius menurunkan lagi tangannya lalu dia berkata, "Jangan mengatakan apapun lagi, Ayah sudah sangat malu dengan semua yang kau lakukan!!!"


Baru saja selesai berbicara, ponsel Cornelius berdering memperlihatkan bahwa yang menelpon ialah biasanya sendiri.

__ADS_1


"Ayam mertuamu menelpon, dia pasti akan mempertanyakan tentang perceraian kalian!!!" Kesal Cornelius sembari membawa ponselnya menjauh dari istri dan anaknya agar dia bisa berbicara dengan tenang pada pria di seberang telepon.


Sementara itu, Viola yang duduk di tempatnya kini memegang erat surat di tangannya dan meski dia merasa lega dengan perceraian itu, tetapi dia juga kebingungan tentang siapa yang sudah mengatur masalah itu.


__ADS_2