
Clek!
Pintu ruangan Tuan Lamela yang dibuka membuat Sangkuriang mengangkat kepalanya karena terkejut bahwa seseorang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Lebih terkejut lagi ketika pria itu melihat bahwa yang datang ialah seseorang yang dikenal sebagai pria pemimpin mafia yang memiliki sifat licik saat membuat kesepakatan dengan orang lain.
Maka Tuan Lamela langsung berdiri menatap pria yang masuk dengan mata yang berkeliling memandangi seluruh ruangan itu.
"Wah,, ruang kerja orang kaya memang sangat berbeda," ucap Lukas sembari duduk di salah satu sofa tunggal yang terletak dalam ruangan itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya Tuan Lamela sembari menghampiri pria itu dan duduk di salah satu sofa sembari menahan amarahnya.
Lukas yang mendengarkan pertanyaan Tuan Lamela kini tersenyum lalu dia memberi kode pada bawahannya supaya pria itu segera bertindak agar Mereka cepat-cepat menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
Maka sang bawahan yang mendapat kode langsung menyerahkan berkasnya pada Tuan Lamela lalu dia kembali duduk di tempatnya bersama-sama dengan pengacara yang datang dengan mereka.
"Tolong dibaca baik-baik, karena mulai hari ini perusahaan ini akan menjadi milik kami!!!" Ucap Lukas benar-benar membuat Tuan Lamela terkejut dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.
Tetapi ketika dia menatap pengacara yang datang bersama dengan Lukas, mereka adalah pengacara pengacara terkenal yang berasal dari firma hukum kelas 1.
Maka pria itu mengambil berkas yang ada di atas meja lalu membacanya.
Mata Tuan Lamela langsung melotot sempurna saat ia melihat tulisan yang ada di sana bahkan berkas-berkas persetujuan yang ada di sana secara langsung ia tanda tangani dan ada juga stempel miliknya di sana!!
Lukas yang melihat ekspresi pria itu benar-benar terhibur, sehingga dengan sebuah senyuman indah di wajahnya, pria itu berkata, "hm,, seluruh petinggi perusahaan ini telah menyetujui penjaminan perusahaan ini atas kerjasama yang saya lakukan dengan Erik dan karena pria itu melanggar kerjasama dan membuat kami rugi senilai 50 miliar, maka secara otomatis kami akan mengambil alih perusahaan ini."
Tuan Lamela yang mendengarkan itu langsung merasa sakit di bagian dadanya lalu pria itu langsung terjatuh ke lantai dan segala sesuatunya menjadi gelap.
__ADS_1
Lukas langsung memberi kode pada bawahannya agar membawa pria itu keluar dari tempat itu, karena dia tidak ingin seseorang mati di ruangan yang kini telah beralih menjadi ruangan miliknya.
Maka sang bawahan langsung membawa pria itu keluar lalu Tuan Lamela kemudian dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, di suatu tempat, Erik yang saat itu sedang menikmati kebersamaannya dengan seorang perempuan kini menjadi kesal ketika ponselnya berdering tak karuan selama beberapa waktu.
Maka pria yang sedang bersama dengan perempuan di atas tempat itu tidur itu sembari mengambil ponselnya lalu melihat nama pemanggil adalah asisten pribadi ayahnya.
"Aku harus mengangkat telepon ini," ucap Erik pada perempuan yang tengah tersenyum ke arahnya lalu pria itu kemudian memakai celananya dan pergi ke balkon hotel untuk menerima telepon itu.
"Halo?" Ucap Erik sembari menyalakan rokok yang sempat ia ambil ketika berjalan keluar balkon.
"Tuan masuk ke rumah sakit karena seragam jantung, dan saat ini situasi di perusahaan sedang kacau. Silakan lihat file yang telah saya kirimkan di email Tuan Muda," ucap sang pria dari seberang telepon langsung membuat Erik mengerutkan keningnya lalu pria itu kemudian segera mematikan panggilan telepon itu dan berani mengambil iPad miliknya untuk mengecek email yang masuk.
__ADS_1
Erik langsung mematung saat membaca informasi di sana.