Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
57. 45


__ADS_3

Viola yang duduk di dalam mobil yang melaju meninggalkan apartemen hanya bisa menangis sejadi-jadinya tanpa memperhatikan apapun lagi ketika dia menyadari bahwa dia sudah membuat Bagas terbunuh hanya untuk menyelamatkannya.


Meski pria itu telah melukainya berkali-kali, tetapi Viola bisa melihat bahwa pria itu benar-benar melindunginya saat perkelahian di depan lift.


Sang pria yang mengemudikan mobil yang menoleh ke arah samping Di mana Viola yang masih terikat di sekujur tubuhnya terus menangis hanya bisa menghela nafas lalu dia kemudian memelankan laju mobilnya setelah memastikan bahwa dari belakang mereka tidak ada yang mengikuti mereka.


Pria itu lalu mengulurkan sebelah tangannya melepaskan lakban yang menutup mulut Viola sehingga Viola kemudian menangis dengan kencang.

__ADS_1


"Hiks,,, hiks,, hiks,," perempuan itu tidak ingat lagi Bagaimana suaminya telah berselingkuh, tidak ingat lagi Bagaimana Bagas telah memperlakukannya dengan sangat buruk bahkan milih acehkannya berkali-kali, tetapi yang ada di pikirannya sekarang ialah rasa hancurnya harus meninggalkan Bagas yang telah menyelamatkan hidupnya dibunuh oleh orang-orang.


"Nona Tenang saja, Tuan kami tidak mudah mati seperti itu, dia sudah mengalami hal seperti itu berkali-kali namun dia memiliki keahlian bela diri yang sangat tinggi jadi dia pasti mampu menghadapi orang-orang yang ada di sana." Ucap sang pria yang duduk di kursi kemudi meski dalam hati Sebenarnya dia juga sangat ketakutan kalau sampai Bagas kenapa-kenapa.


Bagaimanapun, Bagas adalah pemimpin mafia, jadi saat ada kesempatan orang-orang pasti berlomba-lomba untuk membunuhnya, dan jika pria itu mati, maka kelompok mereka mungkin akan dengan cepat ditindas oleh kelompok-kelompok mafia lain sebab tidak akan ada lagi orang yang sangat bijak mengatur mereka.


Oleh sebab itu, Viola terus menangis sepanjang jalan sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang merupakan apartemen milik Bagas yang terletak di kota L.

__ADS_1


Viola yang selesai dilepaskan seluruh ikatannya juga diberikan minuman lalu sang bawahan yang ada di sana kemudian berkata, "Nona bisa menggunakan fasilitas apapun yang ada di tempat ini. Nona juga tidak perlu khawatir akan terjadi apa-apa di sini karena ini adalah wilayah Tuan kami, jadi tidak akan ada yang berani datang kemari sebab tempat ini diawasi 24 jam. Saya harus pergi mengurus sesuatu, jadi saya permisi."


Viola yang mendengarkan ucapan pria itu benar-benar tidak peduli, Tetapi dia hanya duduk meringkuk memeluk lututnya di atas sofa dan benar-benar ketakutan atas apa yang baru saja terjadi.


"Hiks,, hiks,, hiks,," Viola terus menangis.


Sang pria yang melihat Viola yang tidak bereaksi, maka pria itu segera keluar dari apartemen lalu dia kemudian menelpon seorang dokter untuk datang memeriksa Viola dan memastikan keadaan perempuan itu baik-baik saja.

__ADS_1


Setelah menelpon dokter, pria itu kemudian keluar dari sana Lalu dia mengendarai mobilnya ke arah jalanan raya berbaur dengan mobil-mobil yang ada di sana untuk pergi ke sebuah tempat.


__ADS_2