Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
55. 43


__ADS_3

BAB 43


Brooommmm.........


Dua mobil yang berjalan sejajar masih terus berada di jalan raya sampai akhirnya salah seorang pria yang duduk di kursi penumpang depan mengerutkan keningnya saat ia melihat ke arah spion mobil.


"Mobil yang ada di belakang itu, sedari tadi terus mengikuti kita," ucapkan pria langsung membuat semua orang yang ada di sana melihat ke arah belakang mobil dan mendapati sebuah mobil berwarna hitam.


Saat itu juga, Bagas yang berada di sana menyadari bahwa semua orang menatap mereka sehingga jelas bahwa keberadaan mereka sudah ketahuan.


"Belok kiri," ucap Bagas langsung membuat sang supir mengerutkan keningnya Tetapi dia tetap membelokkan mobilnya ke arah kiri sehingga mereka berpisah dengan mobil yang sedari tadi mereka ikuti.


"Kenapa kita berhenti mengikuti mereka?" Tanya sama sopir diabaikan oleh Bagas, karena pria itu kembali memasang headsetnya dan menarikan jarinya di atas komputer-komputernya.


"Kita ketahuan telah mengikuti mobil itu, jadi kita akan mengikutinya lewat jalan lain saja," ucap Bagas sembari memperhatikan GPS yang sudah melacak lokasi mobil yang mereka lewat sinyal radio yang diletakkan di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Bagas sudah tidak bisa lagi mendengar percakapan orang-orang dalam mobil itu, sebab jarak mereka yang sudah terlalu jauh sehingga tidak dapat lagi menyadap suara yang tertangkap lewat gelombang radio.


Maka, mobil terus berjalan sampai akhirnya mereka tiba di kota L dan Bagas kembali menyuruh pria Yang menyupir mobil mereka mengikuti mobil yang tadi Bersama dengan mereka namun tetap menjaga jarak supaya tidak ketahuan.


Selain itu, bagas juga mengirim beberapa pesan pada anak buahnya yang bersiaga di kota L supaya mereka mengawasi mobil yang sedang membawa Viola.


Dan setelah beberapa saat, mereka kemudian masuk ke sebuah apartemen.


"Sepertinya mereka akan menyekap perempuan itu di sini," ucap pria yang membawa mobil sembari memikirkan mobil mereka di tempat yang jauh dari tempat orang-orang yang menyekap Viola.


Sementara itu kemal Viola yang berada dalam mobil kini membuka matanya, dan dia sangat terkejut saat mulutnya telah dilakban dan tangannya serta kakinya juga telah diikat.


"Mmm! Mm! M!" Perempuan itu meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri, tetapi sayangnya dia tak berdaya melakukan apapun apalagi saat salah seorang pria membawanya keluar dari mobil dan menggendongnya.


Sembari terus meronta-ronto, Viola meneteskan air matanya sampai ia melihat mereka semakin menjauh dari lahan parkir itu, dan di bawah menuju lift.

__ADS_1


Saat orang-orang itu tiba di depan lift, Mereka melihat ada dua orang di sana yang sedang menunggu lift sehingga salah seorang diantara mereka mendekati kedua orang itu dan menodongkan pistol nya.


"Mundur!" Perintah pria itu langsung membuat Bagas dan bawahannya mundur ke belakang hingga Viola yang berada di gendongan pria itu bisa melihat Bagas.


Perempuan itu sangat ketakutan hingga dia bahkan tidak merontah lagi di gendongan pria itu karena menyadari bahwa jika dia jatuh ke tangan Bagas mungkin akan lebih mengerikan baginya daripada diculik oleh orang-orang yang sedang membawanya.


"Jangan biarkan mereka berdua hidup!" Perintah pria yang menggendong Viola langsung membuat sang pria yang memegang pistol menarik pelatuknya untuk menembaki Bagas dan bawahannya.


Namun sayang sekali, Bagas yang sedari tadi sudah bersedia langsung mengulurkan tangannya dan meraih tangan pria yang memegang pistol itu lalu mengarahkan pistol ke dinding.


Dor!


Dor!


Peluru yang ditembakkan langsung membuat lubang di dinding dengan kekacauan yang terjadi di situ karena mereka saling menyerang.

__ADS_1


Buk! Buk! Buk!


__ADS_2