Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
75


__ADS_3

"Apa ini?" Ucap Tuan Lamela ketika dia telah menerima surat yang diberikan oleh Cornelius.


"Itu titipan dari Bagas, aku baru saja mengunjunginya di rumah sakit militer ibukota dan dia menyuruhku untuk menyerahkan itu padamu. Katanya dia ingin menyerahkannya sendiri, tetapi karena keadaan mendesak dan dia masih belum bisa meninggalkan rumah sakit, Jadi dia menitipkannya padaku," ucap Cornelius menjelaskan tentang berkas yang ia serahkan pada pria yang ada di hadapannya.


Tuan Lamela mengangguk pelan mendengarkan penjelasan dari Cornelius, lalu pria itu kemudian membuka berkas yang ada di tangannya untuk melihat isinya.


Pria itu sangat terkejut ketika dia membukanya dan melihat bahwa ternyata isi dari berkas-berkas itu ialah bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh Lukas, bahkan semua bukti yang dikumpulkan oleh Bagas sudah lebih dari cukup untuk membuat pria itu mendapatkan hukuman mati.


"Ada apa?" Banyak Cornelius ketika dia melihat bahwa pria di depannya sangatlah emosional setelah membuka berkas-berkas yang ada di tangannya.


Tuan Lamela yang mendengarkan pertanyaan Cornelius kini menyimpan kembali berkas-berkas itu, lalu dia tersenyum lebar sembari berkata, "aku merasa kalau aku kembali muda 20 tahun, hahhhhh."

__ADS_1


Cornelius yang mendengarkan ucapan pria di depannya langsung mengerti bahwa pria itu mendapat kabar baik dari putranya, sehingga dia hanya tersenyum melihat pria itu dan dia cukup senang bahwa ternyata Bagas yang selama ini telah menghilang dari keluarga Lamela masih memiliki rasa peduli pada keluarga itu.


"Dokter akan segena memeriksa, Ayo cepat ganti bajumu," ucap Nyonya Lamela yang saat itu buru-buru membuka pintu kamar namun dia menghentikan ucapannya ketika dia melihat bahwa ternyata saat itu ada Cornelius yang datang bertamu.


"Ah,, ternyata ada tamu, kalau begitu kalian berbincanglah, biar aku berbicara dengan dokter," ucapnya nyala merah hendak keluar lagi dari kamar ketika Cornelius sudah berdiri menatap perempuan itu.


"Tidak perlu, sekarang aku harus kembali ke kantor, karena ada banyak hal yang diperlukan. Oh ya, jika kalian membutuhkan sesuatu, jangan simpan untuk menghubungiku," ucap Cornelius langsung diangguki oleh dua orang yang ada di kamar itu.


Setelah kepergian Cornelius, maka Tuan Lamela langsung menyerahkan berkas di tangannya pada asistennya supaya pria itu mengurus semuanya.


Sedangkan saat itu juga, Erik yang disekap di perusahaan keluarganya sendiri kini sudah babak belur, darah menyapu seluruh tubuhnya dan pria itu bahkan tidak merasakan sakit lagi karena kesadarannya yang mulai menghilang.

__ADS_1


Sementara itu, Lukas yang ada di sana duduk sendirian di kursi, pria itu memandang puas pada Erik yang tampak tak berdaya, "bagaimana ini? Sepertinya keluargamu sudah tidak mempedulikanmu lagi, mereka bahkan tidak membalas pesan yang kukirimkan pada mereka."


Erik yang mendengarkan itu tidak memperdulikannya hingga membuat Lukas semakin marah karena ucapannya tidak ditanggapi.


Oleh sebab itu, dia memerintahkan anak buahnya untuk memukuli pria itu.


Buk buk buk...!


Tendangan penuh dengan tenaga itu membuat Erik semakin merasa lemah hingga perempuan itu jatuh tak sadarkan diri.


Lukas yang melihat itu hanya bisa berdecak kesal bahwa tontonannya kini telah berakhir.

__ADS_1


Tetapi hanya beberapa saat setelah Erik sudah tak sadarkan diri, ponselnya kemudian memperlihatkan nama pemanggil ialah asisten Tuan Lamela.


"Hah,, mereka baru menelpon setelah pria sialan ini terluka parah?" Pria itu langsung berdiri lalu dia berjalan keluar sembari menerima panggilan telepon dari asisten Tuan Lamela.


__ADS_2