Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
13


__ADS_3

Setelah cukup lama membujuk istrinya, maka Erik akhirnya berhasil meyakinkan perempuan itu lalu mereka turun ke lantai satu dengan Erik yang terus membawa istrinya keluar dari rumah itu.


Dia tidak ingin berbicara dengan siapapun, karena saat ini dia sedang sangat marah dan benar-benar ingin membunuh kakaknya setelah mengetahui bahwa pria itu benar-benar pria yang sangat buruk.


Sementara Bagas, Dia berdiri tenang di tempatnya memperhatikan kepergian kedua orang itu, lalu beberapa saat kemudian dia kembali naik ke lantai 2 meninggalkan kedua orang tuanya.


'Sialan!! Aku benar-benar kesal padanya, sekarang dia membawa perempuanku pergi dari rumah ini, dia pasti ingin menjauhkan kami berdua!!' Kesal Bagas dalam hati.


"Sayang, apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Lamela sembari mengikuti Bagas, sebab dia ingin mendapatkan penjelasan dari pria itu tentang apa yang sedang terjadi.


Karena bagaimanapun, dia yang adalah seorang ibu tidak akan pernah merasa tenang saat melihat anak-anaknya saling bertengkar seperti itu, apalagi selama ini dia melihat bahwa kedua anaknya sangatlah akur meski sikap kedua orang itu amat telah berbeda.


Tetapi Bagas tidak mengatakan apapun, dia terus mengabaikan pertanyaan Ibunya dan memasuki kamarnya sembari menutup pintu dengan keras.


Brak!!


Pintu yang ditutup dengan kencang itu mengejutkan Nyonya Lamela hingga dia menghentikan langkahnya di depan pintu dan perempuan itu jelas tahu bahwa tidak akan berhasil untuk membujuk Putra pertamanya.


"Hah,,, Apa yang bisa kulakukan kalau kedua anakku saling bermusuhan seperti ini?" Ucap perempuan itu sambil menghela nafas lalu dia kemudian berbalik untuk kembali menghampiri suaminya yang masih tertinggal di lantai 1.


Sementara itu, Bagas yang masuk ke dalam kamarnya, pria itu kemudian pergi ke arah balkon kamarnya dan melihat bagaimana Erik membawa perempuannya pergi meninggalkan rumah tersebut.

__ADS_1


Tatapan pria itu sangat tenang tetapi tatapan yang tenang itu mengandung sesuatu yang akan sulit untuk dipahami oleh siapapun yang melihatnya.


Sedangkan dua orang yang berada dalam mobil yang sedang diperhatikan oleh Bagas, keduanya saling terdiam seperti orang bisu yang tak mampu berkata-kata dan keduanya hanya fokus pada pikirannya masing-masing.


Sampai ketika mereka menghadapi kemacetan di jalan raya barulah Erik menatap istrinya, "Apa kau baik-baik saja?" Tanya pria itu yang merasa bahwa sedari tadi perempuan itu terus diam karena sepertinya ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.


Viola yang mendengarkan pertanyaan suaminya kemudian mengangkat wajahnya menatap suaminya lalu perempuan itu menghela nafas.


"Hah,,, aku hanya,, aku hanya kepikiran saja tentang perkelahianmu dengan kakakmu," ucap Viola Yang penasaran Mengapa kedua orang itu bertengkar satu sama lain.


Dia terus memikirkan alasan kedua orang itu bertengkar, dan tidak menemukan alasan apapun selain jika Erik mengetahui tentang apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Bagas.


Sementara Erik yang mendengarkan ucapan istrinya, pria itu mengepal kuat tangannya mendengarkan pertanyaan istrinya, dia ingin mengatakan pada perempuan itu tentang dia yang telah mengetahui apa yang telah dilakukan kakaknya padanya.


Dia juga takut perempuan itu berpikir buruk padanya, bahwa dia sudah mengetahui bahwa pria itu melakukan hal keji terhadap istrinya namun dia tidak bisa berbuat apapun pada pria itu.


Oleh sebab itu, Erik terdiam selama beberapa saat sampai pria itu akhirnya berkata, "itu,, Aku kesal padanya karena dia bilang dia ingin kembali lagi meninggalkan rumah, Padahal dia baru menginap di rumah selama satu malam. Semua orang merindukan kehadirannya di rumah, dan bahkan saat ini istriku sedang berada di rumah tetapi dia malah memilih untuk tinggal di luar rumah. Padahal, dia tidak melakukan apapun di luar rumah selain berjalan-jalan saja dan menghabiskan setiap uang yang dikirimkan ke rekeningnya setiap bulan."


Viola yang mendengarkan itu langsung mengalihkan tatapannya keluar jendela, 'ternyata mereka sangat saling menyayangi, jadi kalau seandainya Erik mengetahui bahwa saat ini aku mengandung bayi pria itu dan terlebih di dalam kamar kami berdua,, aku dan Bagas melakukan sesuatu, maka dia pasti akan sangat marah. Padahal, aku sangat ingin jujur padanya, Aku ingin mengakhiri semua sandiwara ini, tapi aku tidak mampu melakukannya,' ucap Viola dalam hati sembari meneteskan air matanya.


Menyadari bahwa Erik akan melihatnya menangis, maka perempuan itu cepat-cepat menyangka air matanya dan dia berusaha bersikap baik-baik saja.

__ADS_1


Tetapi, tak diketahui oleh perempuan itu bahwa sebenarnya Erik mengetahui kalau perempuan itu sedang menangis, namun pria itu tetap terdiam di tempatnya dan dia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak becus menjadi seorang suami.


Dia terjebak di antara pilihan seorang kakak dan seorang istri, dan dia sungguh-sungguh tidak bisa memusuhi kakaknya.


Sebab bagaimanapun, saudaranya hanyalah satu orang saja, dan dia benar-benar memiliki ikatan yang sangat dekat dengan kakaknya sehingga hatinya benar-benar tak tega untuk bertengkar dengan pria itu.


'Aku ini pria bodoh, istriku dilecehkan oleh seorang pria, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk membenci pria itu,' ucap Erik dalam hati sembari mempererat pegangannya pada setir mobilnya Dan Dia benar-benar merasakan gejolak yang membuatnya merasa sangat bimbang.


Maka, kedua orang itu terus terdiam di dalam mobil sampai akhirnya mobil yang dikendarai oleh Erik kini tiba di kediaman orang tua Viola.


"Lho, sayang!!" Ibu Viola yang bernama Novita sangat terkejut ketika melihat putrinya dan menantu laki-lakinya kembali lagi ke rumah mereka.


Apalagi, ketika perempuan itu mendekati putrinya dan melihat wajah sembab putrinya dengan kulit yang pucat, perempuan itu langsung mengulurkan tangannya menyentuh wajah Viola.


"Ya ampun sayang, Kau sangat pucat, Apa kau sedang tidak enak badan?" Tanya Novita dengan sangat cemas.


Tetapi bukannya menjawab pertanyaan ibunya, Viola malah mengulurkan tangannya dan memeluk ibunya dengan erat sembari menyembunyikan wajahnya dari tatapan perempuan itu.


Bagas yang melihat kedua orang itu berpelukan kini terdiam di tempatnya, dan dia bisa melihat bahwa di belakang ibunya Viola menyekah air matanya yang bercucuran di pipinya sehingga membuat pria itu merasa tak tahan melihat adegan tersebut.


Dia sudah gagal menjadi seorang suami.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2