
"Aku sangat merindukanmu, seandainya kau tidak datang hari ini, maka besok aku sudah akan keluar dari sini dan menghampirimu di rumah!!" Ucap Bagas sembari memeluk erat pria itu mengabaikan rasa sakit pada seluruh tubuhnya, karena yang paling membuatnya menderita selama 1 bulan lebih berada di rumah sakit itu ialah rasa rindunya pada Viola, bukan rasa sakitnya pada tubuhnya.
Sementara Viola, Dia sangat panik ketika menyadari dia berada di atas pangkuan pria itu karena dia bisa membayangkan Bagaimana rasa sakitnya tubuh pria itu.
"Apa yang kau lakukan?!!" Kesal Viola Berusaha untuk turun dari pangkuan pria itu ketika pelukan Bagas malah semakin erat.
"Kau bilang kau sedih untukku, tapi kau malah tidak membiarkanku untuk memelukmu, padahal aku sangat menderita setiap hari berada di sini merindukanmu!!" Ucap balas dengan suara lemasnya benar-benar membuat Viola tidak mengerti dengan pria itu.
Bukannya mengeluh sakit karena tubuhnya yang sakit ditimpa oleh beban berat, tetapi pria itu malah mengadukan kesedihannya?
__ADS_1
"Tubuhmu masih sakit, jadi biarkan aku turun, aku tidak pergi ke mana-mana kau Maaf aku akan di sini," ucap Viola.
Tetapi Bagas tetap mengabaikan ucapan perempuan itu, dia masih tetap memeluk perempuan itu sembari lanjut berkata, "aku merasa nyaman dengan posisi ini, aku tidak ingin posisi yang lain. Jadi biarkan aku memelukmu sebentar lagi."
Ucapan Bagas akhirnya membuat Viola berhenti berusaha turun dari pangkuan para pria itu, namun dia sangat tegang dalam pelukan pria itu, bukan tegang karena dipeluk oleh pria itu, tetapi dia tegang bahwa pria itu mungkin akan sangat sakit jika dia bergerak sedikit saja.
Sedangkan Bagas yang merasakan ketegangan perempuan itu tidak mengatakan apapun, dan dia hanya terus-menep perempuan itu sampai beberapa menit kemudian akhirnya dia merasakan tubuh Perempuan itu menjadi rileks dan membuatnya tersenyum.
"Baik-baik saja, jadi kau juga harus lebih memperhatikan kesehatanmu supaya kau tetap baik-baik saja, aku tidak ingin bayi ini lahir tanpa seorang ayah." Ucap Viola.
__ADS_1
"Aku janji, bayi ini akan lahir dengan orang tua lengkap berada di sisinya. Sekarang biarkan aku tidur memelukmu dan bayi kita," ucap Bagas yang saat itu sudah merasa mengantuk.
Viola yang mendengarkan itu kemudian menganggukkan kepalanya, dan dia benar-benar tidak berani membantah ucapan pria itu sebab dia takut kalau pria itu mungkin akan semakin sakit jika mereka bertengkar sehingga dia hanya menurut saja apa kata pria itu.
Kemudian Viola membantu pria itu memperbaiki posisi tidurnya lalu dia yang tidur dipeluk oleh pria itu merasakan jantungnya berdegup amat kencang, tetapi bukan dagukan ketakutan tetapi degup jantung karena perasaan lain.
"Apakah kau tidak sakit memelukku seperti ini?" Tanya Viola yang merasakan bahwa pria itu memeluknya sangat erat, Padahal dia tahu bahwa pria itu sangatlah kesakitan.
"Hm,, Aku senang, ayo tidur," ucap Bagas memejamkan matanya lalu pria itu kemudian terlelap dalam tidurnya dengan Viola yang terus menatap wajah dan mengurus jantungnya yang terus berdegup tak karuan.
__ADS_1
'Apa ini?? Apakah aku mulai menyukai pria ini dan melupakan apa yang sudah ia lakukan padaku? Tapi,, daripada itu, aku tidak mungkin mengabaikan bahwa dia adalah Ayah dari anak yang terkandung. Dan juga bagaimana dia tidak memperdulikan nyawanya sendiri hanya untuk melindungiku, aku tidak boleh terus terikat dalam masa lalu.' ucap Viola sembari mengulurkan tangannya menyentuh rambut pria itu dan dia menyadari bahwa kesalahan yang lalu itu tidak perlu menjadi sebuah halangan baginya untuk menerima pria itu, apalagi dia sudah melihat bagaimana kesungguhan pria itu mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkannya.