
maaf ya, terjadi kesalahan dari bab 35 sampai bab 45. ini otor ulang post karena gak bisa lagi di revisi.
BAB 35.
Drrtt... Drrtt... Drrtt....
Lukas yang saat itu bersama dengan perempuan-perempuan cantik di atas ranjang langsung mengambil ponselnya ketika dia melihat nama pemanggil ialah Erik.
"Halo," panggilan telepon itu dengan sebuah harapan dalam hatinya bahwa Erik mau bekerja sama dengannya.
"Aku akan menandatangani surat kerjasama denganmu, Aku akan menawarkan perusahaan yang ada di kota c untuk menjadi pegangannya," ucap Erik yang mana saat itu dia sedang berkendara menuju kantor untuk memulai harinya sebagai seorang CEO di perusahaan besar.
__ADS_1
Tetapi pria itu terkejut ketika dia malah mendengar Lukas dari seberang telepon berkata, "ha ha ha.. Aku tidak pernah sepakat untuk menerima perusahaan yang ada di kota c sebagai pegangan. Bagaimanapun kau mau bisnis yang ku tawarkan ini sangat besar dan keuntungannya berkali-kali lipat lebih besar daripada keuntungan yang bisa dihasilkan oleh perusahaan milik keluargamu yang ada di kota c itu. Jadi aku menginginkan perusahaan utama!"
Erik yang mendengarkan itu langsung menggertakkan giginya karena tak menyangka bahwa ternyata Lukas mengincar perusahaan utama yang mana perusahaan itu tidak akan mudah untuk ia jadikan jaminan, sebab tentunya para petinggi perusahaan bahkan ayahnya tidak akan mau melakukan hal bodoh seperti itu.
Bisnisnya bersama Lucas hanya dilakukannya secara diam-diam saja, dan tidak ingin ada orang lain yang mengetahui tentang bisnis itu.
"Aku tidak bisa memberikan perusahaan utama sebagai jaminannya, karena kau tahu sendiri aku belum memiliki terlalu banyak kuasa untuk mengendalikan perusahaan Itu sebab ayahku pun masih terus mengawasiku di perusahaan!" Tegas Erik.
Tut tut tut....
Erik yang mendengarkan nada sambungan yang telah diputuskan itu benar-benar kesal sehingga dia melemparkan ponselnya dan memegang kuat setir yang saat ini ia pegang.
__ADS_1
"Sial!!!" Teriak pria itu yang merasa sangat kesal bahwa keinginannya untuk menguasai segala sesuatu malah akan terhenti begitu saja.
'Bagas bisa menguasai dunia ini dia bisa mendirikan perusahaan tanpa ada dukungan dari ayah dan ibu, tapi kenapa aku tidak bisa membuat sebuah bisnis yang menguntungkan?' kesal pria itu dalam hati yang mana saat ini dendamnya terhadap kakaknya sungguh luar biasa besar sehingga membuatnya tidak bisa mundur lagi dan segala peluang yang ada di depannya serasa ingin dijadikannya miliknya.
Maka pria itu kemudian berkendara cepat ke arah kantor lalu Setelah tiba di sana Dia memanggil sekretarisnya untuk mengatur beberapa persuratan yang akan digunakan untuk mengkelabui para pemegang saham agar mau menandatangani surat tersebut.
"Tuan ini,, ini terlalu beresiko, dan jika Tuan besar mengetahui tentang ini, maka dia pasti sangat marah besar!" Ucap sang sekretaris yang merasa begitu khawatir untuk membuat proposal yang diperintahkan oleh Erik.
Tetapi kemudian Erik mengangkat wajahnya sembari berkata, "kerjakan saja apa yang kau perintahkan, dan jangan banyak berbicara!!"
Setelah selesai berbicara, maka Erik melihat sekretaris itu keluar dari ruangannya, Erik lalu mengambil dokumen yang ia dapatkan dari Lukas dan membacanya secara seksama.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, pria itu mengangguk puas, "aku yakin ini akan berhasil, dan aku akan menggunakan keuntungannya untuk memulai sebuah perusahaan yang baru. Ahh,, aku tidak butuh perusahaan Karena sekarang Aku menguasai perusahaan ini, tapi aku butuh orang-orang yang bisa kupercaya untuk mengendalikan segala sesuatu yang sebelumnya tidak bisa kukendalikan!!!" Ucap pria itu dalam hati.