Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
52.


__ADS_3

BAB 40


Setelah meninggalkan rumah, Erik tersenyum melihat berkas yang telah ditandatangani oleh Viola, "gadis bodoh, sekarang aku sudah terbebas darimu Dan aku akan menggunakan berkas ini di diwaktu-waktu yang kuperlukan." Ucap pria itu yang merasa sangat senang lalu tiba-tiba ponselnya kemudian berdering memperlihatkan nama pemanggil ialah sekretarisnya sendiri.


"Ada apa?" Tanya Erik pada orang di seberang telepon dengan nada suara yang mengandung kebahagiaan karena satu rencananya telah berjalan dengan lancar.


"Saya sudah menyelesaikan berkas berkas yang Tuhan minta, Tetapi ada satu masalah bahwa saat ini 5 dari 10 orang yang paling berpengaruh di perusahaan sedang berada di luar negeri, jadi akan sulit untuk mendapatkan tanda tangan mereka." Ucapkan sekretaris langsung membuat Erik mengerutkan keningnya untuk memikirkan masalah tersebut.


Setelah beberapa saat, pria itu kemudian berkata, "aku akan mengurus mereka, Jadi sekarang juga kau cepat pergi temui para petinggi perusahaan yang lainnya dan buat mereka menyetujui surat yang sudah kau buat itu."


"Baik Tuan," jawab sama perempuan dari seberang telepon lalu panggilan itu kemudian diakhiri.

__ADS_1


Setelah panggilan telepon ditutup, maka Bagas kemudian melakukan panggilan telepon pada Lukas dan menyuruh pria itu mengatur untuk mencelakai beberapa anak dari para petinggi perusahaan yang pergi ke luar negeri, supaya membuat para petinggi perusahaan itu bisa kembali ke dalam negeri.


Setelah telepon itu berjalan dengan lancar, maka Erik menyetir dengan bahagia ke arah kantor nya.


Dan begitu dia tiba di kantor, sebuah berita langsung muncul bahwa ada kecelakaan di depan gerbang sekolah yang membuat beberapa murid mengalami kecelakaan.


"Bagus, Lukas memang pria yang bisa diandalkan, dia bergerak sangat cepat." Ucap Erik yang merasa puas dengan kerja Lukas.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang sekretaris yang kemudian masuk ke dalam ruangan sembari membawa beberapa berkas.


"Saya sudah mendapatkan dua persetujuan dari petinggi perusahaan, tetapi yang lainnya tidak ingin melakukan persetujuan tanpa bertemu langsung dengan anda jadi saya sudah membuat janji dengan mereka. Jadwal terbarunya sudah saya kirimkan ke email bapak, jadi Tolong diperiksa." Ucap sekretaris itu langsung dianggiti oleh Erik lalu pria itu kemudian memeriksa dokumen yang telah ditandatangani oleh petinggi perusahaan dan dia merasa puas bahwa satu persatu hal kini berjalan dengan sangat lancar.

__ADS_1


Sementara saat itu, di sebuah restoran yang tak jauh dari kantor utama keluarga Lamela, pria itu sedang bersama dengan dua orang yang merupakan petinggi perusahaan keluarga Lamela.


"Kau ingin kami menandatangani surat apapun yang diberikan oleh Erik tanpa memeriksa isinya?" Tanya salah seorang petinggi perusahaan yang merasa heran dengan ucapan Bagas.


Dengan tenang, Bagas menganggukkan kepalanya, "benar sekali, adikku berencana untuk membuat perusahaan itu sebagai jaminan atas kerjasamanya bersama dengan seorang mafia, jadi aku ingin memberinya sebuah pelajaran supaya dia tidak melakukan hal bodoh seperti itu lagi di lain waktu." Ucap Bagas benar-benar mengejutkan kedua petinggi perusahaan yang bersama dengan Bagas.


Dua orang itu berpandangan satu sama lain sebelum akhirnya mereka menatap Bagas dan salah seorang di antara mereka kemudian berbicara, katanya, "itu, kau ingin kami menyetujui sesuatu seperti ini?"


"Aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu, kalian bisa memegang ini sebagai janjiku," ucap Bagas kemudian menyerahkan sebuah dokumen yang membuat dua orang itu terkejut.


Tetapi Bagas sama sekali tidak punya waktu untuk mengurus terkejutan dua orang itu sebab Dia memiliki beberapa pertemuan lainnya sehingga dia kemudian berkata, "Aku akan pergi sekarang, semoga hari kalian menyenangkan."

__ADS_1


Dua petinggi perusahaan itu benar-benar terkejut, karena mereka bahkan mendapat surat persetujuan bahwa jika perusahaan Lamela mengalami kebangkrutan, maka mereka akan mendapat pinalti dari Bagas senilai 50 triliun per orang.


__ADS_2