Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
8


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, maka Bagas dan Erik kembali ke kamar Bagas dengan Bagas yang memegang laptopnya di pangkuannya sembari pria itu memeriksa email yang masuk.


Sementara Erik, Dia tidak memiliki pekerjaan apapun yang dibawa ke rumah, jadi pria itu hanya naik ke tempat tidur dan dia memejamkan matanya untuk terlelap, sebab bagaimanapun pekerjaan pada hari itu membuatnya cukup kelelahan.


Setelah selesai memeriksa email yang di kirim dari bawahannya, maka Bagas mematikan laptopnya lalu pria itu meletakkannya di atas meja dan menatap ke arah adiknya yang telah tertidur dengan lelap.


Pria itu kemudian mematikan lampu kamar sehingga yang menyala hanyalah lampu tidur yang diletakkan di salah satu sudut ruangan.


'Aku tidak akan melukaimu karena kau juga tidak menyentuhnya, tetapi bilamana aku mengetahui bahwa kau menyentuhnya, maka aku tidak akan pernah tinggal diam meski kau adalah saudaraku sendiri!!'ucap Bagas dalam hati memperhatikan Erik yang tertidur lelap di ranjang.


Lalu setelah beberapa saat, pria itu kemudian keluar dari kamar tersebut dan berpindah ke kamar sebelah Di mana Viola berada.


Saat Bagas membuka pintu kamar, dia langsung melihat bahwa saat itu Viola sedang makan makan malam yang dibawakan oleh Erik untuknya.


Baru saja melihat Bagas, maka Viola langsung tegang di tempatnya dan terlihat sekali bahwa perempuan itu sangat ketakutan pada Bagas.

__ADS_1


Viola bahkan menghentikan kunyahannya dan makanan yang ada di mulutnya tertahan begitu saja tanpa bisa ia telan, karena tiba-tiba saja tenggorokannya seperti tak bisa lagi menelan makanan.


"Tenanglah, Aku tidak akan melukaimu," ucap Bagas dengan suara yang pelan, sebab tentunya dia tidak ingin suara mereka terdengar sampai ke pintu sebelah yang akan membuat Erik menyadari apa yang terjadi.


Viola yang mendengarkan ucapan pria itu memegang erat-erat pisau dan garpunya, dan dia benar-benar tegang di tempatnya serta pikirannya menjadi bleng untuk melakukan apa.


Tetapi, Bagas hanya berjalan saja dan duduk di sofa yang ada di kamar itu sembari menatap pada Viola yang tampak sangat ketakutan, maka Bagas kemudian berkata, "apa kau pernah melihat seseorang melukai penyelamatnya?"


Viola yang mendengarkan ucapan pria itu langsung menatap pria itu dan dia menggertakan giginya, 'Kau adalah orang pertama yang mengaku bahwa aku adalah penyelamatmu, tapi kau malah melecehkan ku berkali-kali dan mengancamku!!!' ucap perempuan itu dalam hati sembari memandang pria di depannya dengan tatapan yang sangat marah, namun juga bercampur ketakutan.


Viola yang melihat kepergian pria itu merasa sangat lega dalam hatinya tetapi dia sudah tidak bernafsu makan lagi sehingga dia meninggalkan setengah makanan yang belum ia habiskan.


Setelah itu, Viola kembali membungkus tubuhnya dengan selimut dan perempuan itu terisak sepanjang malam.


Pada keesokan paginya, Viola tidak menyadari ketika Erik memasuki kamar tersebut dan pria itu kemudian membuka selimut Viola.

__ADS_1


Wajah Erik berubah menjadi sangat buruk ketika dia melihat bekas-bekas ciuman di seluruh tubuh Viola bahkan di leher perempuan itu juga sangat banyak terdapat banyak sekali bekas kecupan.


Di tangan perempuan itu juga terdapat luka lebam yang membuatnya merasa sesak karena tidak menyangka bahwa ternyata sedari kemarin malam perempuan itu terus bersembunyi di balik selimut sebab ingin menyembunyikan semua itu.


'Ini,,' Erik memperbaiki selimut perempuan itu dan dia menatap ke arah pintu yang menghubungkan kamarnya dengan kamar kakaknya.


Tangan pria itu gemetar dan seluruh tubuhnya menjadi terasa begitu tegang, sebab Dia menyadari bahwa tidak ada satupun orang yang mungkin melakukan hal itu pada Viola jika Bukan kakaknya.


Sebab bagaimanapun, semua pelayan di tempat itu adalah perempuan, kecuali penjaga gerbang yang laki-laki namun mereka tak pernah memasuki kediaman.


Tetapi beberapa saat kemudian pria itu merasa bahwa dia tidak boleh berpikiran buruk terlebih dahulu sehingga dia harus memastikannya.


Tetapi karena dia tidak bisa membangunkan istrinya yang terlihat sangat lelap dalam tidurnya, maka pria itu berniat untuk membiarkan perempuan itu terus istirahat dan akan membawanya ke rumah sakit saat perempuan itu bangun.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2