Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
49


__ADS_3

BAB 37


Drrrrrr......mmm....


Bagas yang melihat kehadiran Erik di balkon langsung menyalakan mesin mobilnya lalu pergi menyetir meninggalkan rumah milik Viola.


'Kenapa pria itu kembali lagi ke sana?' ucap Erik dalam hati sembari mengambil ponselnya lalu dia kemudian menghubungi seseorang untuk mendapatkan informasi.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya Tuan?" Jawab seseorang dari seberang telepon yang mana pria itu ialah pria bernama Gerry yang sengaja ditempatkan oleh Bagas di dalam perusahaan utama keluarganya untuk mengawasi gerak-gerik Erik.

__ADS_1


"Apakah kau mendapatkan sesuatu yang mencurigakan mengenai Erik?" Tanya Bagas pada pria di seberang telepon.


"Saat ini belum, tetapi tadi aku mendapati bahwa sekretarisnya mengetik sesuatu yang penting namun dia tidak mau memberitahuku, tapi saat ini aku sudah berada di rumah sekretaris itu dan akan mencari tahunya," jawab Gerry yang mana saat itu dia sedang mengeluarkan anggur dari dalam kantong plastik yang ia bawa, sementara sekretaris Erik berada di dalam kamar mandi.


"Infokan secepatnya padaku, kau boleh mengirim pesan saja," ucap Bagas selalu mengakhiri panggilan telepon itu sembari Dia kemudian terus berkendara untuk kembali ke rumah.


Begitu tiba di rumah, Bagas mendapati bahwa Ayah dan Ibunya belum tidur sehingga pria itu kemudian menatap Ayah dan Ibunya dan melihat ayahnya sedang menghela nafas dengan panjang.


"Apa yang hendak kalian bicarakan?" Tanya Bagas yang merasa aneh bahwa di tengah malam seperti itu Ayah dan Ibunya belum tidur hanya untuk menunggunya kembali demi membicarakan sesuatu.


Maka Bagas berpikir bahwa ayah dan ibunya hendak membicarakan sesuatu yang sangat penting.


"Ayah baru saja mendapat informasi bahwa kau bergabung dengan geng mafia?" Tanya Tuan Lamela yang merasa begitu marah terhadap putranya sehingga dia berpikir bahwa dia tidak bisa menunggu sampai besok untuk membicarakannya, apalagi dia mengetahui bahwa putranya datang dan pergi dari rumah tanpa sepengetahuan mereka.

__ADS_1


Pria itu cemas kalau besok pagi Mungkin putranya akan pergi lagi sehingga tidak ada waktu untuk berbicara dengannya Apalagi masalah ini adalah masalah yang sangat penting.


Sementara Bagas yang mendengarkan itu, dia tetap tenang di tempatnya sembari berkata, "ayah dan Ibu tidak perlu mencari tahu apapun tentangku, karena aku pun tidak pernah membawa nama keluarga saat aku berada di luar. Ahh,, sebaiknya, ayah dan ibu memperhatikan anak bungsu kalian karena akan terjadi sesuatu yang besar ke depan ini."


Setelah berbicara, Bagas berdiri untuk meninggalkan ayah dan ibunya ketika sang ayah yang ada di sana langsung berdiri menatap Bagas dengan tajam.


"Apa yang baru saja kau katakan?!! Apakah kau sadar apa yang akan terjadi kalau kau terlibat sesuatu yang buruk di luar sana?!! Bukan hanya kau yang akan menderita, tetapi ayah dan ibu terutama ibumu yang akan jatuh sakit kalau mengetahui kau terkena masalah di luar sana!!!" Bentak Tuan Lamela yang benar-benar tak mengerti mengapa dia memiliki satu Putra yang sangat penuh padanya, sementara Putra yang lain ialah Putra pembangkang yang membuatnya selalu saja terkena darah tinggi setiap berbicara dengannya.


Bagas menghentikan langkahnya lalu dia berbalik lagi menatap ayahnya, "aku sudah bilang, Ayah tidak perlu khawatir apapun!" ucap Bagas sembari memindahkan tatapannya ke arah Ibunya dan melihat bahwa ibunya tampak syok mendengar percakapan mereka.


Maka Bagas menghela nafas sembari berkata, "kalian Tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang macam-macam yang akan merusak nama baik keluarga."


Setelah berbicara, maka Bagas kembali melanjutkan langkahnya menuju tangga untuk kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2