
Setelah ayahnya pergi, maka Viola langsung berdiri dan berkata, "aku harus berganti pakaian, karena aku harus pergi ke rumah sakit."
Setelah berbicara, Viola langsung berlari ke lantai 2 membuat Novita segera mengejar perempuan itu.
"Apa yang akan kau lakukan ke rumah sakit?" Tanya Novita sembari mengikuti putrinya ke dalam kamar.
Viola yang mendengarkan pertanyaan ibunya langsung menghentikan langkahnya, lalu dia berkata, "ibu, Ketika aku keluar tadi, sebenarnya terjadi sesuatu yang buruk, aku diculik oleh seseorang dan Bagas menyelamatkanku. Tapi sayang sekali, dia dipukuli oleh orang-orang dan saat ini dia berada di rumah sakit, jadi aku mau pergi menemuinya."
"Apa?!" Novita sangat terkejut mendengarkan ucapan putrinya bahwa sebenarnya perempuan itu diculik.
Viola yang melihat keterkejutan ibunya kini menggerutu pada dirinya sendiri bahwa seharusnya dia tidak keceplosan mengatakan hal itu, tetapi sekarang sudah terlambat untuk menyesalinya sehingga perempuan itu kembali mendekati Ibunya dan memegang kedua tangan ibunya.
"Ibu tidak perlu khawatir apapun, Aku sudah di sini dan baik-baik saja, hanya saja Bagas yang menyelamatkanku terluka sangat parah, jadi aku harus pergi melihatnya. Oya Bu, bisakah aku minta tolong supaya Ibu membuatkan bubur untuknya?" Tanya Viola.
__ADS_1
Novita langsung menganggukkan kepalanya, lalu dia melihat putrinya segera masuk ke kamar mandi dengan dia yang terdiam di tempatnya terbengong melihat ke arah pintu kamar mandi.
'Siapa yang berani menculik putriku?' pikir perempuan yang berada dalam keadaan lindung itu segera keluar dari kamar putrinya lalu dia memerintahkan pelayan untuk membuat bubur, sementara Dia segera pergi ke kamar untuk menemui suaminya.
Sementara itu, Viola yang ada di kamar mandi mempercepat acara mandinya lalu perempuan itu buru-buru keluar memakai pakaiannya.
Setelah berpakaian dan menambahkan sedikit make up di wajahnya, perempuan itu terdiam memandangi wajahnya di depan cermin.
'Apakah ini benar? Pria itu memang menyelamatkanku, tapi dia sudah melecehkanku, jadi anggap saja apa yang terjadi hari ini ialah salah satu cara untuk membalas kejahatan yang sudah ia lakukan padaku,' ucap Viola dalam hati yang entah kenapa kini dia merasa enggan untuk pergi menemui pria itu.
"Kau mau keluar?" Tanya Cornelius ketika melihat putrinya sudah turun dari lantai 2.
"Ya," jawab Viola sembari menatap ibunya, "Apakah buburnya sudah siap?" Tanya Viola.
__ADS_1
"Iya," ucap Novita sembari mengangkat rentang di tangannya yang berisi bubur, "Kami juga akan pergi, Jadi di mana rumah sakitnya?"
Viola yang mendengarkan pertanyaan ibunya juga kebingungan, karena dia tidak tahu di mana rumah sakitnya tetapi kemudian perempuan itu mengambil sesuatu dari tasnya dan memperlihatkannya pada ibunya.
"Hubungi nomor ini untuk mengetahuinya," ucap Viola yang saat itu sudah kehilangan ponselnya sebab terjatuh yang tadi mana saat ia di culik.
Cornelius langsung mengambil ponsel itu, dan sembari menahan rasa marahnya terhadap putrinya yang sudah membuat kekacauan, pria itu kemudian menekan-nekan layar ponselnya lalu menghubungi nomor ponsel yang diberikan oleh putrinya.
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
"Halo?" Jawab seseorang dari seberang telepon.
"Itu, katanya Bagas ada di rumah sakit, di rumah sakit mana dia berada?" Tanya Cornelius yang saat itu juga merasa cemas, karena baru beberapa waktu yang lalu dia berbicara dengan Bagas dan tentunya Dia sangat tertarik untuk bekerja sama dengan pria itu.
__ADS_1
Sehingga, meskipun antara adik pria itu dan putrinya memiliki masalah, Namun dia tetap ingin keluarga mereka memiliki hubungan yang baik dengan Bagas.
Apalagi setelah dia mengetahui bahwa Bagas telah menyelamatkan putrinya, jadi pria itu berharap akan tetap terjalin hal yang baik antara dia dan Bagas.