
Setelah kembali ke kamarnya saat Bagas benar-benar diajak masuk ke rumah mereka, maka Viola mengunci pintu rapat-rapat dan membungkus tubuhnya dengan selimut sebab dia merasa sangat ketakutan.
Perempuan itu terus gemetar di bawah selimutnya sembari berharap supaya tidak ada hal-hal buruk yang menimpanya.
Sampai beberapa waktu terus gemetar, Dia kemudian membuka selimutnya dan mengangkat wajahnya.
Tok tok tok...
Suara pintu yang diketuk langsung membuat Viola menoleh ke arah pintu sembari menahan ketakutannya.
Perempuan itu sangat takut jika saja yang ada di depan pintu ialah Bagas yang hendak datang lagi menemuinya.
Tetapi kemudian dia mendengar suara ibunya dari seberang pintu.
__ADS_1
"Sayang, ini Ibu, bukalah pintunya," ucap Novita sangat membuat Viola bernafas dengan lega lalu perempuan itu kemudian mendekati pintu dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Bu?" Tanya Viola memperhatikan ibunya yang datang membawa sebuah flashdisk di tangannya dan juga sebuah amplop berwarna putih.
"Hm, Bagas datang mengantarkan ini untukmu dan suamimu." Ucap Novita memberikan amplop dan flash disk itu pada putrinya sembari memperhatikan wajah putrinya yang tampak sangat pucat.
"Kau terlihat sangat buruk, Apakah kita pergi dulu ke rumah sakit?" Tanya Novita dengan sangat cemas.
Pokoknya, dia baru akan merasa tenang kalau dia sudah benar-benar memastikan bahwa pria itu tidak berada lagi di sekitarnya!!!
"Hm, Dia baru saja pergi, tapi Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padanya?" Tanya Novita yang merasa bahwa putrinya mungkin ingin membicarakan sesuatu dengan Bagas, tetapi perempuan itu belum sempat berbicara dengan Bagas dan pria itu telah pergi.
Dengan cepat, Viola menggelengkan kepalanya, "tidak, aku bukannya ingin berbicara dengannya, aku hanya mau memastikan dia sudah kembali," ucap Viola langsung membuat Novita memperlihatkan wajah bingungnya.
__ADS_1
Perempuan itu merasa sangat aneh dengan ucapan putrinya yang memang terlihat seperti ketakutan pada Bagas, Tetapi dia tidak ingin membuat prasangka yang buruk pada Bagas, karena tadi ketika mereka berbincang bersama, Bagas terlihat begitu sangat menyayangi adiknya, Jadi tidak mungkin pria itu memperlakukan istri dari adiknya dengan sangat buruk.
Sementara Viola yang memperhatikan ekspresi ibunya, ia menyadari bahwa dia telah sala berbicara, maka Viola dengan cepat kembali berkata, "itu,, ini sudah larut malam, jadi aku hanya ingin memastikan dia pulang lebih awal sebab takutnya akan terjadi sesuatu yang buruk baginya Jika dia pulang larut malam sekali."
Novita tersenyum mendengarkan ucapan putrinya, "kau jangan khawatir, dia seorang pria, jadi dia pasti bisa menjaga dirinya dengan baik. Ahh,, tadi kau bilang kau ingin istirahat, kalau begitu istirahatlah dan jangan terlalu banyak berpikir." Ucap Novita yang merasa bahwa putrinya benar-benar memerlukan istirahat karena wajah putrinya memang terlihat begitu pucat.
Maka, Viola membiarkan ibunya meninggalkan kamarnya lalu perempuan itu menutup pintu dan tak lupa juga menguncinya, sebab Dia sangat berjaga-jaga supaya tidak ada orang yang berniat jahat yang masuk ke kamarnya.
Setelah menutup pintu kamar, Viola melihat tangannya di mana terdapat sebuah flash disk dan juga sebuah amplop yang sepertinya berisi uang, maka perempuan itu cepat-cepat berjalan ke arah meja rias dan duduk di sana untuk membuka amplopnya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1