Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
68


__ADS_3

Buk!


Sebuah tinju mendarat di wajah mulus Erik ketika pria itu baru saja tiba di rumah sakit di mana ayahnya sedang dirawat Setelah mengalami serangan jantung akibat berita yang didengarnya dari Lukas.


Pria bernama ebi yang baru saja meninju Erik langsung terjatuh ke lantai dan berlutut di hadapan Erik.


"Tuan muda mohon untuk tidak masuk dulu, saat ini keadaan Tuan besar sedang tidak baik-baik saja," ucap pria itu dengan tangan terkekal kuat sebab Dia benar-benar berat untuk memberikan sebuah tinjuan pada Erik, tetapi karena perintah yang tegas dari Tuan Lamela, maka dia harus memukul pria itu namun kini hanya bisa berlutut pada pria itu untuk meminta maaf.


Sementara Erik yang memegang wajahnya yang sangat sakit karena ditinju oleh asisten ayahnya kini berdiri menatap ruangan tempat ayahnya dirawat lalu pria itu menggertakan giginya berbarengan dengan ponselnya yang berdering.


Tanpa mengatakan apapun, pria itu mengambil ponsel dari saku jasnya, lalu memeriksa penelponnya yang ternyata ialah Lukas.


"Sial!!" Geram Erik sembari minggir takkan giginya dan menggerakkan jempolnya menerima panggilan telepon itu.

__ADS_1


Setelah teleponnya didekatkan ke telinga, Erik kemudian berkata, "sialan!! Apa yang sudah kau lakukan?!!"


Tetapi teriakan itu bukannya mendapat sebuah balasan ringan menenangkan hati Erik, tetapi pria di seberang telepon malah tertawa mengejek.


"Ha ha ha... Aku hanya ingin berterima kasih untuk segala yang kau berikan padaku, ah,, ruangan ini benar-benar bagus, sangat sesuai dengan seleraku dan sangat cocok denganku. Oh ya, aku hanya meneleponmu untuk memberitahukan supaya kau segera memindahkan barang-barangmu dari rumah itu Karena aku akan segera menempati rumah itu, dan aku tidak membutuhkan barang-barang kalian yang ada di sana karena itu cukup menjijikan untuk disentuh!!!" Ucap Lukas dari seberang telepon benar-benar membuat Erik merasa sangat marah.


Maka tanpa pikir panjang, Erik langsung berteriak marah, "Sialan!! Beraninya kau!!! Tunggu saja, aku akan membuatmu men--"


Tut tut tut...


"Sial!!" Teriak Erik.


Ebi yang mendengar teriakan pria itu kini berdiri di tempatnya, lalu dengan tenang pria itu berkata, "saat ini para kuasa hukum kita sedang berusaha mencari celah Untuk masalah ini tetapi terakhir kali saya berbicara dengan mereka, katanya semuanya sudah disiapkan dengan sempurna dan seluruh petinggi perusahaan juga menyetujui hal ini."

__ADS_1


Erik yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun, tapi pria itu hanya untuk di lantai dengan rasa penyesalan melingkupi seluruh dirinya.


Dia sudah diperingatkan oleh kakaknya supaya tidak bermain-main dengan Lukas, Tetapi dia dibutakan oleh segala dendamnya pada kakaknya, hingga sekarang semuanya telah berakhir dan keluarga mereka jatuh miskin hanya dalam sekejap saja!!


Dia tidak bisa melakukan apapun kau masih Tetapi beberapa saat berada dalam keterpurukannya, pria itu kemudian berdiri dan menatap sang asisten yang masih berdiri tegap di hadapannya.


"Kakakku, Apakah dia sudah mengetahui masalah ini? Dia pasti akan membantu kita karena saat ini dia sudah menjadi seorang pemimpin mafia dan memiliki banyak koneksi!" Ucap Erik yang benar-benar yakin bahwa kakaknya bisa menyelamatkan mereka meski hal itu benar-benar membuatnya sangat marah sebab sekarang pria itulah yang harus mereka andalkan.


Padahal, tujuannya bekerja sama dengan Lukas ialah untuk membuat kakaknya melihat dirinya bahwa dia lebih baik dari kakaknya!!


Tetapi sang asisten yang mendengarkan itu dengan sangat menyesal kini berkata, "tuan muda baru saja menelepon, dan saat ini dia sedang ada di rumah sakit dalam masa pemulihan."


"Apa?!" Erik terkejut.

__ADS_1


"Tuan muda pertama tidak bisa membantu apapun," jawab sang asisten langsung membuat Erik semakin runtuh hingga pria itu kini kembali tersungkur di lantai dan dia tidak tahu harus melakukan apalagi untuk menyelamatkan keluarga mereka.


__ADS_2