Hamilku Oleh Ipar Brengsekku

Hamilku Oleh Ipar Brengsekku
54. 42


__ADS_3

BAB 42


Viola cukup lama tertidur di dalam mobil sampai akhirnya dia membuka matanya dan melihat bahwa kursi sopir telah kosong yang menandakan sang supir mungkin pergi ke suatu tempat.


Maka sambil menghela nafas, Viola memperhatikan tempat dia berada bahwa dia berada di sebuah restoran keluarga yang sering ia datangi.


"Aku lapar," ucap Viola kemari mengharap nafas dan perempuan itu kemudian membuka kotak bekal yang sedari tadi iya peluk lalu berniat untuk memakannya ketika tanpa sengaja dia melihat keluar jendela lalu melihat seorang pria.


"Erik?" Ucap Viola sembari memperhatikan pria itu dengan seksama dan benar-benar melihat dengan jelas bahwa pria yang ia lihat itu ialah suaminya.


Maka cepat-cepat Viola kemudian membuka pintu mobil untuk menghampiri pria itu demi menanyakan tentang keberadaan pria itu di restoran itu ketika Erik berkata bahwa akan pergi keluar kota.


Tetapi, Viola baru saja akan menutup pintu mobil ketika perempuan itu tertegun di tempatnya saat melihat bahwa ternyata Erik dihampiri oleh seorang perempuan yang langsung memeluk Erik dengan sangat lembut Bahkan mereka berdua berciuman di tempat umum seperti itu.


"Aku sudah menunggumu dari tadi!" Terdengar suara perempuan yang sangat manja benar-benar membuat Viola bergetar di tempatnya sehingga dia kemudian berpegangan pada mobil lalu masuk ke dalam mobil dengan tubuh lemas.


Masih tidak percaya dengan hal itu komah maka Viola yang melihat kedua orang itu telah pergi berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu bukanlah suaminya, sehingga dia kemudian mengambil ponselnya dan keluar dari mobil membuntuti kedua orang itu sembari menelpon suaminya.

__ADS_1


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau-


Tut tut tut...


Viola mengakhiri panggilan telepon itu dan terus membuntuti kedua orang itu sampai Viola melihatnya masuk ke dalam restoran dan saat itulah Viola benar-benar memastikan bahwa itu adalah suaminya.


Maka sambil meneteskan air matanya, Viola melihat kedua orang itu duduk bersama sembari bercengkrama dengan sangat mesra bahkan beberapa saat kemudian Erik mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan memberikannya pada perempuan yang bersama-sama dengannya.


"Hiks,, hiks,,," perempuan itu menangis sejadi-jadinya lalu berlari keluar dari restoran.


Salah seorang pria yang menculik Viola langsung menyalakan ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Drrtt... Drrtt... Drrtt...


"Istri Erik sudah berada di tangan kami," ucap sang pria pada orang di seberang telepon lalu pria itu terdiam beberapa saat mendengarkan seseorang di seberang telepon berbicara padanya.


"Baik, kami akan membawanya kesana," kata pria itu sembari menutup teleponnya lalu dia kemudian menatap rekannya yang berada di kursi kemudi.

__ADS_1


"Pergi ke apartemen di kota L," ucap sang pria.


"Baiklah," jawab pria yang berada di kursi kemudian lalu mempercepat laju kendaraan mereka menuju kota L yang bertetangga dengan ibukota.


Tetapi, di dalam belakang mobil itu ada sebuah mobil yang sedang mengikuti dengan sang sopir yang sangat fokus melihat mobil yang ada di depan, sementara Bagas yang duduk di sampingnya menggunakan laptopnya melacak frekuensi radio mobil yang berada di depan untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


Setelah tersambung, Bagas menggunakan headset miliknya untuk mendengar lebih jelas apa yang dikatakan oleh mereka.


"Kita akan mendapatkan bayaran besar karena kita berhasil menculik istri dari CEO ternama." Terdengar salah seorang pria yang nada suaranya begitu bahagia mengatakan keberhasilan mereka.


"Benar sekali, tapi perempuan ini benar-benar sulit untuk didapatkan, kita sudah menunggunya selama satu minggu tapi baru kali ini dia keluar. Namun, Apakah tadi kalian melihat dia yang menangis melihat suaminya sedang bersama dengan perempuan lain?"


"Ha ha ha....! Perempuan ini sangat malang, lebih malangnya lagi dia memiliki nasib buruk karena suaminya berhubungan dengan bos kita."


"Benar sekali, padahal Dia perempuan yang cantik."


Bagas yang mendengarkan percakapan itu benar-benar kesal terhadap orang-orang itu sehingga dia melepaskan headsetnya lalu melakukan panggilan telepon untuk menyusun rencana.

__ADS_1


__ADS_2